Selasa, 25 November 2014

Maintenance Pesawat Terbang

Perawatan atau maintenance pesawat tidak hanya meliputi perbaikan dan pergantian bagian atau komponen, termasuk cairan untuk pelumasan atau yang lazim disebut servicing. Dalam dunia penerbangan, maintenance mengandung makna yang sangat luas cakupannya. Yang pasti perawatan merupakan sesuatu yang mutlak dan harus dilakukan. Perawatan diperlukan agar pesawat yang dioperasikan benar-benar laik terbang dan memberikan keamanan dan kenyamanan.

Pesawat yang dinyatakan laik terbang adalah pesawat yang secara teratur (tepat waktu) menjalani perawatan. Maintenance pesawat terbang haruslah direncanakan oleh maskapai penerbangan secara terperinci dan dibukukan untuk dilaporkan kepada Kementerian Perhubungan (Direktorat Jenderal Perhubungan Udara) guna mendapatkan sertifikasinya.

Jadi setiap maskapai penerbangan harus mempunyai rencana pelaksanaan maintenance yang diketahui oleh Ditjen Perhubungan Udara, sehingga Kementerian Perhubungan sebagai regulator dapat memeriksa kebenaran dari pelaksanaan maintenance tersebut. Dalam dunia penerbangan tidak satu pun aktivitas maintenance yang tidak  diketahui regulator.

Perawatan pesawat dapat dibagi menjadi 3 (tiga) kategori umum, yaitu:

Kategori Ringan
Katagori ini dilaksanakan dengan kurun waktu yang tidak mengganggu pesawat yang tengah digunakan untuk melayani penerbangan. Maintenance/perawatannya hanya meliputi pemeriksaaan terhadap suatu kondisi dari parts/components atau bagian dari badan pesawat yang kondisinya memang sudah dalam keadaaan baik. Kalau ditemukan ada sesuatu yang tidak beres dapat dilakukan perbaikan secara cepat.
Pelaksanaan dari kategori ini biasanya setiap hari saat pesawat akan terbang kembali  atau seminggu sekali (100–200 jam terbang). Aktivitas dalam perawatan ini biasanya berupa pemeriksaan dari struktur luar pesawat, landing gear (roda pendarat), engine (mesin), wing (sayap) dan baling-baling. Jika diperlukan ada penambahan oli, nitrogen, wather dan oxygen.

Kategori Sedang
Biasanya maskapai penerbangan yang sudah mapan dan memiliki pasar yang cukup tinggi tidak ingin pesawatnya tidak dioperasikan, tapi sebisa mungkin untuk mendapatkan revenue sehingga penjadwalan untuk perawatan/maintenance Kategori Sedang ini bervariasi untuk mengoptimumkan reveneu tersebut.
Dengan demikian maskapai penerbangan pun mempunyai jadwal yang ketat untuk perawatan/maintenance pesawat-pesawatnya. Rata-rata maskapai penerbangan memberikan waktu tidak lebih dari 2 (dua) minggu. Tapi makin tua umur pesawat, penyelesaian perawatan/maintenance semakin lama. Dalam perawatan ini dilakukan pergantian komponen yang umur pemakaiannya telah habis.

Kategori Berat
Perawatan berat atau Heavy Maintenance mempunyai ground time yang sangat lama, kira-kira lebih dari satu bulan. Hal ini dimungkinkan karena banyaknya item yang harus dilaksanakan dan direkomandasi dari pabrik pesawat terbang serta dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dalam hal ini Sertifikasi Kelayakan terbang dari pesawat tersebut. Hampir seluruh bagian dari airframe pesawat diperiksa secara detail (Detail Inspection) dan dilakukan pengecatan kembali dengan cara melepaskan cat yang menempel pada skin/kulit pesawat. Biasanya cost untuk maintenance ini sangatlah tinggi meliputi tenaga kerja daan material yang digunakan. Setelah dirawat pada tahap ini, harga pesawat akan kembali naik.

Sumber: infopenerbangan.com

0 komentar:

Posting Komentar