Minggu, 10 September 2017

NAM Air Layani Penerbangan ke Bima dan Tambolaka

NAM Air Terbang ke Tambolaka
NAM Air

Maskapai penerbangan NAM Air akan membuka penerbangan ke Bima (Nusa Tenggara Barat) dan Tambolaka (Nusa Tenggara Timur) mulai 9 September 2017. Rute penerbangan tersebut dilayani via Denpasar, Bali.

Penerbangan ke Bima dan Tambolaka akan dilayani melalui Denpasar PP setiap hari dengan menggunakan pesawat Boeing B737-500 yang mempunyai kapasitas 120 kusi. Terdiri dari 112 kursi ekonomi dan 8 kursi eksekutif.

Dikutip dari indoaviation.co.id, Senior Manager Corporate Communication Sriwijaya Air Group Agus Soedjono menjelaskan, dengan dibukanya rute ini, masyarakat dari Jakarta akan semakin mudah menuju Bima dan Tambolaka.

Sebaliknya masyarakat dari Bima dan Tambolaka akan bisa semakin mudah menuju Jakarta dan kota-kota lain di Indonesia dengan konektivitas yang dibangan oleh Sriwijaya Air gruop melalui anak usahanya yakni NAM Air.

Konektivitas ini akan terjadi karena penerbangan dari Bima ke Denpasar juga akan terhubung dengan penerbangan ke kota-kota besar lainnya seperti Yogyakarta, Surabaya, Labuan Bajo dan Makassar.

Sedangkan penerbangan dari Tambolaka ke Denpasar, selain terkoneksi ke Jakarta juga akan terhubung dengan penerbangan ke Yogyakarta, Surabaya, Maumere, Waingapu, Labuan Bajo dan Makassar.

Pembukaan rute dari dan ke Bima dan Tambolaka tersebut karena potensi dua kota itu sangat besar baik dari sisi bisnis maupun pariwisata. Bima mempunyai potensi tambang seperti marmer, pasir besi, gamping, emas dan mangan.

Bima selama ini juga menjadi salah satu kota tempat transit dari penduduk Nusa Tenggara Timur, Bali dan Sulawesi Selatan. Di Bima juga terdapat tempat wisata eksotik seperti Gunung Tambora dan wisata pantai yang sudah berskala internasional.

Sedangkan kota Tambolaka juga terdapat beberapa wisata pantai yang menawan seperti Pantai Nihiwatu dan Pantai Watu Maladong yang sudah terkenal hingga ke mancanegara.

Pembukaan rute ini diharapkan juga bisa meningkatkan perekonomian di daerah Bima dan Tambolaka.

0 komentar:

Posting Komentar