Selasa, 19 September 2017

Skytrain Bandara Soekarno-Hatta Resmi Beroperasi

Skytrain Bandara Soekarno-Hatta
Skytrain

Skytrain atau Automated People Mover System (APMS) di Bandara Soekarno-Hatta resmi beroperasi. Tahap awal, kereta tanpa awak ini beroperasi pada satu track dan satu rute destinasi dari terminal 3 ke terminal 2 dan sebaliknya.

Peresmian operasional Skytrain Bandara Soekarno-Hatta dilakukan oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Direktur Utama PT Angkasa Pura II M. Awaluddin.

Bandara Internasional Soekarno-Hatta adalah showcase Indonesia, oleh karenanya kita wajib menampilkan Bandara Soekarno-Hatta bukan hanya cantik, juga memiliki fungsi sama baiknya dengan bandara terkemuka.

Ini betul-betul satu pekerjaan yang harus terus dilakukan bersama karena merupakan sinergi BUMN, perusahaan swasta Indonesia dan asing. Dalam waktu 12 bulan bisa menyelesaikan skytrain atau people mover ini.

Dikutip dari infopenerbangan.com, Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin menjelaskan, jarak tempuh antar kedua terminal tersebut dapat dicapai dalam kurun waktu kurang dari lima menit saja menggunakan skytrain.

Skytrain melayani perpindahan calon penumpang pesawat, pengantar, petugas bandara, dan masyarakat umum lainnya di antara Terminal I, Terminal Integrated Building, Terminal 2, Terminal 3.2 sampai Terminal 3.1 dan sebaliknya. Layanan ini tidak dikenakan biaya sepeserpun kepada penumpang.

Jumat, 15 September 2017

Wings Air Layani Penerbangan ke Kalimantan Utara

Wings Air Terbang ke Kalimantan Utara
Wings Air

Maskapai penerbangan Wings Air kembali melakukan ekspansi bisnisnya dengan terus membuka rute baru untuk memperkuat jaringan konektivitas penerbangan domestiknya di Indonesia.

Mulai 11 September 2017 kemarin, Maskapai yang juga anggota dari Lion Air Group tersebut resmi melayani penerbangan ke Kalimantan Utara dan Kalimantan Timur.

Penerbangannya yakni dari Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Balikpapan menuju Bandara Tanjung Harapan, Tanjung Selor dan sebaliknya akan dilayani Wings Air setiap hari.

beroperasinya Wings Air di Tanjung Selor merupakan salah satu bentuk usaha pengembangan daerah tersebut sebagai Ibu Kota dari provinsi Kalimantan Utara.

Dikutip dari infopenerbangan.com, Head of Corporate Secretary & Communication Lion Air Group Andy M. Saladin menjelaskan, Penerbangan itu dilayani Wings Air satu kali penerbangan perhari.

Diharapkan dengan kehadiran Wings Air dalam menyediakan sarana dan fasilitas penerbangan dari Balikpapan menuju Tanjung Selor bisa membantu mobilitas perjalanan masyarakat kedua daerah itu.

Selain itu, bisa menstimulasi pertumbuhan ekonomi daerah dan juga pariwisatanya karena tersedianya akses yang mudah.

Ke depan bukan tidak mungkin Wings Air akan menambah frekuensi maupun pilihan destinasi lainnya dari maupun menuju Tanjung Lesor untuk menumbuhkan kunjungan dan tentunya memberikan kemudahan pilihan terbang kepada para masyarakat.

Rabu, 13 September 2017

Bandara Silangit Segera Menjadi Bandara Internasional

Bandara Silangit
Bandara Silangit

Bandara Silangit akan diresmikan menjadi bandara internasional pada bulan Oktober 2017 nanti. Rencananya peresmian bandara ini menjadi bandara internasional akan dilakukan langsung oleh Presiden Joko Widodo.

Peresmian Bandara Silangit menjadi bandara internasional tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Menteri Perhubungan Nomor KP 821 Tahun 2017.

Bandara Silangit berpotensi untuk mendatangkan wisatawan. Penerbangan internasional Menkomaritim berhasil mendarat di Bandara Silangit, setelah melakukan penerbangan dari Singapura yang menempuh waktu 52 menit.

Dikutip dari infopenerbangan.com, Direktur Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin menjelaskan, pihaknya saat ini sedang melakukan berbagai pembangunan dan pengembangan di Bandara Silangit.

Angkasa Pura II memperluas daya tampung terminal menjadi berkapasitas 760.000 penumpang per tahun dan mengembangkan runway menjadi 2.650×45 meter agar bisa didarati pesawat berbadan sedang Boeing 737-900 Extended Range atau sejenisnya.

Setelah mendapat status bandara internasional, maka dalam waktu dekat akan diwujudkan penerbangan rute luar negeri di mana potensi terbesar dalam waktu dekat adalah rute dari dan ke negara ASEAN seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand.

Minggu, 10 September 2017

NAM Air Layani Penerbangan ke Bima dan Tambolaka

NAM Air Terbang ke Tambolaka
NAM Air

Maskapai penerbangan NAM Air akan membuka penerbangan ke Bima (Nusa Tenggara Barat) dan Tambolaka (Nusa Tenggara Timur) mulai 9 September 2017. Rute penerbangan tersebut dilayani via Denpasar, Bali.

Penerbangan ke Bima dan Tambolaka akan dilayani melalui Denpasar PP setiap hari dengan menggunakan pesawat Boeing B737-500 yang mempunyai kapasitas 120 kusi. Terdiri dari 112 kursi ekonomi dan 8 kursi eksekutif.

Dikutip dari indoaviation.co.id, Senior Manager Corporate Communication Sriwijaya Air Group Agus Soedjono menjelaskan, dengan dibukanya rute ini, masyarakat dari Jakarta akan semakin mudah menuju Bima dan Tambolaka.

Sebaliknya masyarakat dari Bima dan Tambolaka akan bisa semakin mudah menuju Jakarta dan kota-kota lain di Indonesia dengan konektivitas yang dibangan oleh Sriwijaya Air gruop melalui anak usahanya yakni NAM Air.

Konektivitas ini akan terjadi karena penerbangan dari Bima ke Denpasar juga akan terhubung dengan penerbangan ke kota-kota besar lainnya seperti Yogyakarta, Surabaya, Labuan Bajo dan Makassar.

Sedangkan penerbangan dari Tambolaka ke Denpasar, selain terkoneksi ke Jakarta juga akan terhubung dengan penerbangan ke Yogyakarta, Surabaya, Maumere, Waingapu, Labuan Bajo dan Makassar.

Pembukaan rute dari dan ke Bima dan Tambolaka tersebut karena potensi dua kota itu sangat besar baik dari sisi bisnis maupun pariwisata. Bima mempunyai potensi tambang seperti marmer, pasir besi, gamping, emas dan mangan.

Bima selama ini juga menjadi salah satu kota tempat transit dari penduduk Nusa Tenggara Timur, Bali dan Sulawesi Selatan. Di Bima juga terdapat tempat wisata eksotik seperti Gunung Tambora dan wisata pantai yang sudah berskala internasional.

Sedangkan kota Tambolaka juga terdapat beberapa wisata pantai yang menawan seperti Pantai Nihiwatu dan Pantai Watu Maladong yang sudah terkenal hingga ke mancanegara.

Pembukaan rute ini diharapkan juga bisa meningkatkan perekonomian di daerah Bima dan Tambolaka.

Selasa, 05 September 2017

Jumlah Penumpang Pesawat Juli 2017 Tembus 10 Juta Orang

Jumlah Penumpang Pesawat
Jumlah Penumpang

Badan Pusat ‎Statistik (BPS) mengumumkan jumlah penumpang pesawat, baik untuk penerbangan domestik maupun internasional selama bulan Juli 2017 mencapai 10,40 juta orang. Jumlah tersebut naik dibanding bulan sebelumnya.

Dikutip dari infopenerbangan.com, Kepala BPS, Suhariyanto menjelaskan, Jumlah penumpang domestik terbesar melalui Soekarno-Hatta mencapai 2,1 juta orang atau 23,65 persen dari total penumpang domestik, diikuti Juanda-Surabaya 889,5 ribu orang atau 9,97 persen.

Dari data BPS, ‎penumpang penerbangan domestik 8,92 juta orang pada bulan Juli 2017 naik 27,89 persen dibanding bulan Juni lalu yang sebanyak 6,98 juta orang. Meningkat 13,28 persen dibanding bulan Juli 2016 yang tercatat 7,88 juta orang.

Sedangkan penumpang penerbangan internasional 1,48 juta orang pada bulan Juli ini naik 10,56 persen dibanding bulan sebelumnya 1,34 juta penumpang, serta melonjak 17,5 persen dari realisasi 1,26 juta orang di periode Juli tahun lalu.

Semakin baiknya infrastrukur penerbangan di daerah-daerah bisa meningkatkan jumlah penumpang pesawat baik untuk penerbangan domestik dan internasional.

Jumat, 01 September 2017

Citilink Terbang Langsung dari Medan ke Yogyakarta

Citilink
Citilink

Mulai 20 September 2017 mendatang, maskapai Citilink membuka rute penerbangan langsung dari Medan menuju Yogyakarta dan sebaliknya. Ini juga untuk memperluas akses bisnis dan pariwisata di kedua wilayah tersebut.

Dikutip dari infopenerbangan.com, Direktur Utama Citilink Juliandra Nurtjahjo menjelaskan, Penerbangan langsung dari Medan ke Yogyakarta PP ini diharapkan mampu memperkuat posisi penting bagi kedua wilayah.

Medan dan Yogyakarta sama-sama sedang dalam giat membangun dengan menghubungkan pusat perekonomian, pariwisata dan pusat pendidikan yang ada di kedua daerah dan juga konektivitas nasional.

Sumatera Utara dan Yogyakarta merupakan dua dari 10 destinasi prioritas wisata pemerintah Indonesia karena terdapat Danau Toba dan Candi Borobudur, selain Tanjung Kelayang, Tanjung Lesung, Mandalika, dan lainnya.

Medan dikenal sebagai salah satu pusat perekonomian terbesar di Indonesia sekaligus pintu gerbang perdagangan di wilayah Indonesia Barat sedangkan Yogyakarta dikenal sebagai pusat kebudayaan, pariwisata dan pendidikan Indonesia.

Selain itu, penerbangan langsung Medan-Yogyakarta ini juga diharapkan bisa memberi nilai tambah bagi kedua kota tersebut sehingga memudahkan perjalanan bagi para pelajar maupun pebisnis dalam melakukan kegiatan mereka.

Dengan berbagai potensi luar biasa yang dimiliki oleh kedua daerah tersebut, Citilink optimis bisa mencapai target rata-rata tingkat keterisian kursi minimal sebesar 85 persen pada rute penerbangan ini.

Penerbangan langsung rute Medan-Yogyakarta dengan nomor penerbangan QG 980 akan berangkat dari Medan pukul 12.00 WIB dan tiba di Yogyakarta pukul 15.10 WIB. Penerbangan ditempuh dalam waktu 3 jam 10 menit.

Sementara itu, penerbangan dari Yogyakarta-Medan dengan nomor penerbangan QG 981 berangkat dari Yogyakarta pukul 15.55 WIB dan tiba di Medan pukul 18.50 WIB. Penerbangan ditempuh dalam waktu 2 jam 55 menit.

Tiket penerbangan Medan-Yogyakarta tersedia mulai Rabu, 30 Agustus 2017 di seluruh saluran pembelian tiket Citilink, terutama di travel agent dan situs resmi www.citilink.co.id.