Senin, 30 November 2015

Bandara Mutiara Palu Bisa Didarati Pesawat Besar

Bandara Mutiara Palu
Bandara Mutiara
Bandara Mutiara Sis Al Jufrie Kota Palu pada tahun 2016 mendatang akan mampu didarati oleh pesawat-pesawat berbadan lebar. Hal ini sebagai antisipasi semakin meningkatnya pertumbuhan penumpang jasa transportasi udara di bandara yang terletak di provinsi Sulawesi Tengah tersebut.

Dikutip dari runway-aviation.com, Kepala Bandara Mutiara Benyamin Noach Apituley mengungkapkan, tahun depan ditargetkan Bandara Mutiara Sis Al Jufri Palu bisa didarati pesawat-pesawat komersil berbadan lebar.

Saat ini pihak Bandara Mutiara Palu sedang melakukan proses perpanjangan landasan pacu dari sebelumnya 2.250 meter menjadi 2.500 meter sehingga pesawat komersil dapat lepas landas dan mendarat dengan beban maksimum di bandara tersebut.

Semakin banyak maskapai penerbangan membuka rute ke Palu, maka akan semakin menguntungkan bagi pemerintah dan masyarakat di Sulawesi Tengah. Terutama dengan adanya kebijakan pemerintah soal bebas visa bagi 94 negara di dunia.

Kebijakan tersebut dipastikan membawa dampak positif terhadap peningkatan kemajuan ekonomi masyarakat terutama di provinsi Sulawesi Tengah. Sebelumnya arus penumpang di Bandara Mutiara Palu berkisar 800 orang per hari, namun saat ini telah mencapai 1.500 orang per hari.

Minggu, 29 November 2015

Garuda Indonesia Masih Negosiasi Dengan Airbus dan Boeing

Garuda Indonesia Airbus A350
Garuda IndonesiaMaskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia telah menandatangani Letter of Intent (LoI), terkait dengan pengadaan 30 pesawat widebody Airbus A350-900. Penandatanganan tersebut dilakukan di pameran dirgantara Paris Airshow 2015 pada pertengahan tahun ini. Garuda Indonesia juga menandatangani Letter of Intent (LoI) dengan Boeing untuk pengadaan 30 pesawat Boeing 787-9 Dreamliner. Pesawat manakah yang akan dipilih Garuda Indonesia?

Dikutip dari indo-aviation.com, Direktur Utama Garuda Indonesia Arif Wibowo mengungkapkan, saat ini pihaknya masih terus melakukan negosiasi dengan Airbus dan Boeing. Kemungkinan keputusan baru akan keluar pada bulan Desember mendatang. Keputusan akan diambil setelah Garuda Indonesia menyelesaikan susunan rencana armada (fleet plan) hingga tahun 2025.

Garuda Indonesia rencananya hanya akan memilih salah satu diantara Airbus A350-900 atau Boeing 787-9 Dreamliner. Di masa yang akan datang, pesawat-pesawat baru tersebut akan digunakan oleh Garuda Indonesia untuk menggantikan pesawat-pesawat Airbus A330 yang kini masih menjadi armada perusahaan penerbangan plat merah tersebut.

Sabtu, 28 November 2015

Indonesia AirAsia X Akan Buka Penerbangan Langsung Ke India

Indonesia AirAsia X Terbang Ke India
Indonesia AirAsia XMaskapai penerbangan Low Cost Carrier Indonesia AirAsia X akan meluncurkan layanan penerbangan langsung yang menghubungkan antara Indonesia dan India. Pembukaan rute penerbangan langsung dari Indonesia ke India diharapkan bisa meraih keuntungan dari terus tumbuhnya permintaan perjalanan udara antara kedua negara.

Dikutip dari indo-aviation.com, mengenai rencana pembukaan penerbangan langsung ke India oleh Indonesia AirAsia X ini diberitakan oleh media India, BW Businessworld. Menurut BW Businessworld, Indonesia AirAsia X sedang mengajukan izin kepada otoritas penerbangan sipil India untuk mengoperasikan penerbangan menuju Mumbai dari Jakarta atau Denpasar.

Pembukaan penerbangan langsung antara Indonesia dan India oleh maskapai penerbangan yang juga afiliasi dari AirAsia X tersebut pada tahun depan akan memberikan keuntungan bagi Indonesia karena bisa menarik minat lebih banyak lagi wisatawan asal India untuk berkunjung ke Indonesia.

Saat ini Indonesia AirAsia X beroperasi dengan menggunakan armada pesawat Airbus A330-300 yang dikonfigurasi dalam dua kelas, yaitu 12 kursi kelas premium dan 365 kursi kelas ekonomi. Maskapai yang baru beroperasi mulai awal 2015 itu kini telah melayani penerbangan dari Denpasar menuju Melbourne dan Sydney.

Jumat, 27 November 2015

Lion Air Akan Buka Tiga Rute Baru Menuju Biak

Lion Air Terbang Ke Biak
Lion AirMaskapai penerbangan berbiaya rendah Lion Air akan membuka tiga rute penerbangan baru menuju Biak. Tiga rute penerbangan baru itu diantaranya Makassar-Biak, Jakarta-Biak transit Makassar, dan Surabaya-Biak transit Makassar. Maskapai penerbangan yang identik dengan logo singa merah tersebut akan membuka tiga rute penerbangan baru tersebut menuju Biak mulai 9 Desember 2015.

Dikutip dari indo-aviation.com, Presiden Direktur Lion Group Edward Sirait mengungkapkan, pembukaan rute penerbangan baru menuju Biak merupakan bentuk komitmen Lion Group untuk memudahkan masyarakat mendapatkan transportasi udara. Penambahan pembukaan rute penerbangan lainnya juga merupakan sebagai bentuk komitmen Lion untuk terus melakukan ekspansi guna memenuhi kebutuhan masyarakat.

Selain itu, pada tanggal yang sama 9 Desember 2015, Wings Air juga meluncurkan dua rute penerbangan baru di Sumatera, yaitu Jambi-Palembang dan Jambi-Pekanbaru. Sementara itu, Batik Air yang bergerak pada penerbangan full service akan membuka rute penerbangan Halim-Banda Aceh dan Medan-Banda Aceh pada 30 November 2015, disusul dengan pembukaan penerbangan Batam-Banda Aceh oleh Lion Air mulai 1 Desember 2015.

Kamis, 26 November 2015

Lion Air Akan Buka Rute Batam-Banda Aceh

Lion Air Terbang Ke Banda Aceh
Lion AirMaskapai penerbangan yang identik dengan logo singa merah, Lion Air, akan membuka rute penerbangan baru yang menghubungkan Bandara Hang Nadim Batam dan Bandara Sultan Iskandar Muda Banda Aceh. Pembukaan rute penerbangan baru Batam-Banda Aceh tersebut dilakukan mulai 1 Desember 2015.

Dikutip dari indo-aviation.com, penerbangan Batam-Banda Aceh akan dioperasikan sebanyak satu kali sehari menggunakan pesawat Boeing 737-900ER berkapasitas 215 kursi kelas ekonomi. Lion Air menjadi satu-satunya maskapai yang mengoperasikan rute Batam-Banda Aceh karena selama ini belum ada maskapai penerbangan lain yang melayaninya.

Penerbangan JT810 akan diberangkatkan dari Bandara Hang Nadim Batam setiap hari pukul 11.00 WIB dan mendarat di Banda Aceh pukul 12.45 WIB, sedangkan penerbangan JT811 berangkat dari Bandara Sultan Iskandar Muda Banda Aceh pada pukul 13.30 WIB dan tiba kembali di Batam pada pukul 15.15 WIB.

Lion Air memberikan tarif harga tiket mulai dari Rp 534.900 untuk penerbangan yang berdurasi 1 jam 45 menit tersebut. Dengan dibukanya rute penerbangan Batam-Banda Aceh diharapkan bisa meningkatkan kegiatan perekonomian dan pariwisata bagi kedua kota tersebut.

Rabu, 25 November 2015

Regulasi Ini Justru Bebani Industri Penerbangan

Regulasi Penerbangan
RegulasiAsosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia atau Indonesia National Air Carriers Association (INACA) menyatakan ada dua regulasi penerbangan yang dikeluarkan oleh Kementerian Perhubungan justru merugikan dan membebani industri penerbangan di Indonesia, khususnya bagi maskapai penerbangan dengan skala menengah ke bawah. Dua regulasi yang dimaksud yakni kepemilikan modal yang disetor dan batasan usia pesawat.

Dikutip dari indo-aviation.com, Ketua Penerbangan Berjadwal INACA Bayu Sutanto mengungkapkan, regulasi tersebut seharusnya tidak diterbitkan karena tidak tercantum dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan. Oleh sebab itu, INACA melayangkan surat keberatan atas dua regulasi tersebut kepada Kementerian Perhubungan. Regulasi tersebut sangat memberatkan bagi maskapai penerbangan menengah ke bawah.

Dua regulasi yang sudah dibuat oleh Kementerian Perhubungan itu sebaiknya direvisi. Kementerian Perhubungan dinilai terlalu terburu-buru dalam menerapkan regulasi tersebut, selain itu regulasi yang diterapkan tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat keselamatan di industri penerbangan. Untuk modal disetor sebenarnya Kementerian Perhubungan juga bisa melihat perkembangan usaha dari laporan keuangan yang disampaikan oleh maskapai penerbangan secara berkala.

Mengenai usia pesawat pada kenyataannya lebih banyak menyangkut terhadap pelayanan penerbangan, bukan keselamatan penerbangan. Dengan perawatan yang baik, pesawat tua pun masih bisa beroperasi secara maksimal tanpa mengurangi tingkat keselamatan. Sebaiknya pemerintah melihat kondisi ekonomi dan industri saat ini, karena aturan tersebut berpotensi menyebabkan maskapai konsolidasi atau tutup.

Minggu, 22 November 2015

Ini Sanksi Untuk Maskapai Penerbangan Dengan Pelayanan Buruk

Sanksi Untuk Maskapai Penerbangan
SanksiKementerian Perhubungan akan memberikan sanksi bagi maskapai penerbangan dengan rapor buruk dalam hal ini pelayanan yang buruk. Mekanisme sanksi juga sudah ada berdasarkan penilaian dari pelayanan masing-masing maskapai penerbangan.

Dikutip dari bisnis.tempo.co, Juru bicara Kementerian Perhubungan, Julius Barata mengungkapkan, pihaknya akan terus memantau pelayanan yang diberikan setiap maskapai penerbangan. Nanti akan dievaluasi, lalu ada rapor untuk masing-masing maskapai.

Sanksinya tidak langsung berupa pencabutan izin penerbangan. Bila hasil evaluasi rapor buruk, maskapai penerbangan akan dilarang mengembangkan usaha. Misalnya maskapai tersebut dilarang menambah pesawat atau rute baru. Mereka harus memperbaiki dulu pelayanannya.

Sebenarnya sanksi itu yang paling kuat dan ampuh justru dari masyarakat atau pengguna jasa transportasi udara sendiri. Jika pelayanannya buruk, tentu saja masyarakat tidak mau menggunakan jasa maskapai penerbangan itu lagi.

Mengenai masalah penundaan penerbangan atau delay, hal itu sudah ada aturannya. Kementerian Perhubungan akan melihat apakah maskapai penerbangan terkait memenuhi kewajiban-kewajibannya atau tidak. Misalnya memberi kompensasi jika terjadi delay.

Kementerian Perhubungan tidak bisa hanya menilai dari sering tidaknya maskapai tersebut melakukan penundaan penerbangan. Hal ini dikarenakan penundaan penerbangan atau delay banyak faktornya. Masalah pelayanan maskapai penerbangan sering dipertanyakan sejak seringnya terjadi masalah pada maskapai Lion Air.

Baru-baru ini Lion Air dilaporkan penumpangnya yang mengaku mendengar suara desahan dari kabin pilot lewat pengeras suara. Setelah itu, pesawat Lion Air dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Makassar mengalami delay berjam-jam. Hal ini membuat penumpang geram dan menghadang pesawat.

Sabtu, 21 November 2015

Keuntungan Citilink Meningkat Tajam

Keuntungan Citilink
KeuntunganMaskapai penerbangan low cost carrier Citilink akan mendatangkan 8 unit pesawat Airbus A320 terbaru dan akan membuka beberapa rute penerbangan baru. Citilink akan membuka beberapa rute penerbangan baru terutama di wilayah Indonesia Timur.

Rute penerbangan baru dibuka di wilayah Indonesia Timur karena saat ini Citilink sudah cukup kuat konektifitas rute penerbangannya untuk wilayah Indonesia Barat. Kinerja Citilink pada tahun 2015 ini sangat baik dengan berhasil memperoleh keuntungan yang meningkat dari tahun sebelumnya.

Dikutip dari runway-aviation.com, CEO Citilink Albert Burhan mengungkapkan, sepanjang tahun 2015 Citilink berhasil mempertahankan kinerja hingga sampai pada kuartal ketiga di tahun 2015 mampu meraih keuntungan bersih sebesar US$ 5,9 juta, melonjak 149 persen dibanding periode yang sama di tahun lalu, yaitu merugi sebesar US$ 12,1 juta.

Total pendapatan Citilink meningkat 22 persen menjadi US$ 351,7 juta, naik dari periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar US$ 287,8 juta. Keuntungan yang diraih Citilink bukanlah hal yang mudah, terlebih menghadapi perlambatan ekonomi global, pelemahan rupiah, serta serangkaian bencana alam yang sangat mempengaruhi kinerja perusahaan sepanjang tahun 2015.

Kamis, 19 November 2015

Garuda Indonesia Sebaiknya Tambah Penerbangan Ke Australia

Garuda Indonesia Terbang Ke Australia
Garuda Indonesia
Menteri Pariwisata dan Pendidikan Internasional Australia Richard Colback meminta kepada maskapai penerbangan plat merah Garuda Indonesia untuk menambah frekuensi penerbangan dari Jakarta atau Denpasar menuju sejumlah kota di Australia. Menurut Richard Colback penambahan frekuensi penerbangan itu bisa mendatangkan lebih banyak lagi wisatawan bagi kedua negara.

Australia menginginkan agar lebih banyak lagi warga negara Indonesia yang berkunjung ke Australia. Hal ini karena saat ini jumlah wisatawan asal Australia yang berkunjung ke Indonesia jauh lebih banyak dibandingkan dengan wisatawan Indonesia yang berkunjung ke Australia. Setiap tahun ada sekitar 1 juta wisatawan Australia yang berkunjung ke Indonesia, sedangkan wisatawan asal Indonesia yang berkunjung ke Australia hanya sekitar 150.000 orang.

Dikutip dari indo-aviation.com, Direktur Utama Garuda Indonesia Arif Wibowo mengungkapkan, rute penerbangan Indonesia-Australia merupakan salah satu rute unggulan yang dimiliki oleh Garuda Indonesia. Pihaknya akan mempertimbangkan usulan dari Richard Colback untuk meningkatkan frekuensi penerbangan antara kedua negara. Perluasan destinasi akan terus ditingkatkan sebagai bagian dari upaya membantu program pemerintah kedua negara dalam bidang pariwisata.

Rabu, 18 November 2015

Garuda Indonesia Akan Pindah Ke Bandara London Heathrow

Garuda Indonesia Terbang Ke London Heathrow
Garuda Indonesia
Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia saat ini mengoperasikan penerbangan dari Bandara London Gatwick dalam layanan penerbangan ke London, Inggris. Namun, Garuda Indonesia akhirnya memutuskan untuk pindah ke Bandara yang jauh lebih bagus dan diisi oleh berbagai maskapai penerbangan kelas dunia yakni pindah ke Bandara London Heathrow.

Dikutip dari indo-aviation.com, Garuda Indonesia akan meninggalkan Bandara London Gatwick dan mulai terbang ke Bandara London Heathrow pada Maret 2016. Untuk mengenai cara Garuda Indonesia mendapatkan slot penerbangan di Bandara London Heathrow yang sangat mahal dan berharga hingga kini belum diketahui. Bandara London Heathrow banyak diisi berbagai maskapai penerbangan kelas dunia terutama yang berasal dari Timur Tengah.

Garuda Indonesia saat ini melayani penerbangan ke London Gatwick sebagai perpanjangan dari rute penerbangan Jakarta-Amsterdam. Maskapai penerbangan plat merah tersebut kini menjadi satu-satunya maskapai penerbangan yang melayani penerbangan dari Eropa (Amsterdam) menuju Jakarta secara nonstop. Namun, untuk penerbangan dari Jakarta menuju Amsterdam harus melakukan satu kali pemberhentian di Singapura.

Pemberhentian satu kali di Singapura dilakukan karena kondisi landasan pacu Bandara Soekarno-Hatta Jakarta yang kurang memadai untuk melayani penerbangan nonstop Jakarta-Amsterdam menggunakan pesawat Boeing 777-300ER. Sampai saat ini masih belum jelas kapan landasan pacu Bandara Soekarno-Hatta akan diperkuat sehingga memungkinkan adanya penerbangan nonstop dari Jakarta ke Eropa.

Selasa, 17 November 2015

Ini Alasan Kementerian Perhubungan Tolak Pembangunan Bandara Lebak

Bandara Lebak Ditolak Kementerian Perhubungan
Bandara LebakBeberapa waktu yang lalu Lion Group bersama PT Maja Raya Indah Semesta (MRIS) berencana akan membangun Bandara baru yakni Bandara Lebak, Banten. Namun, Kementerian Perhubungan secara resmi menolak rencana pembangunan Bandara Lebak. Penolakan itu dikarenakan lokasi Bandara Lebak tidak memenuhi standar kelaikan untuk operasional bandara.

Dikutip dari indo-aviation.com, Direktur Bandar Udara Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso mengungkapkan, ada tujuh aspek yang harus dipenuhi dalam pembangunan sebuah bandara. Aspek pertama yaitu aspek sosial. Kedua adalah aspek operasional. Ketiga adalah aspek angkutan udara, kemudian keempat adalah aspek lingkungan. Kelima, aspek pengembangan wilayah. Keenam adalah aspek ekonomi dan finansial, dan yang ketujuh adalah aspek teknikal.

Bandara Lebak tidak memenuhi aspek operasional karena akan mengganggu ruang udara bandara-bandara lain di sekitarnya. Area udara bandara itu akan memotong sebagian aerodrome traffic zone (ATZ). Ruang udara bandara Lebak juga berimpit zona kontrol (control traffic region/CTR), dan overlap dengan beberapa area pelatihan Bandara Budiarto Curug yang digunakan oleh Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI).

Kementerian Perhubungan menolak rencana pembangunan Bandara Lebak setelah melakukan rapat bersama dengan AirNav Indonesia dan MRIS. Penolakan itu kemudian disampaikan kepada MRIS melalui surat Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor AU 101/3/15/DRJU.DBU.2015 kepada Direktur Utama MRIS yang ditandatangani Suprasetyo selaku Direktur Jenderal Perhubungan Udara pada 13 November 2015 lalu.

Senin, 16 November 2015

Penanganan Delay Enam Maskapai Penerbangan Ini Sudah Baik

Penanganan Delay Maskapai Penerbangan
Penanganan DelayKementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara mewajibkan seluruh maskapai penerbangan memiliki Standard Operating Procedure (SOP) dalam menangani delay. SOP penanganan delay itupun juga harus mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dari Direktur Jenderal Perhubungan Udara.

Persetujuan SOP tersebut bisa dilakukan setelah maskapai penerbangan melakukan presentasi di depan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan. Kebijakan tersebut diambil untuk menghindari terulangnya delay panjang yang dialami oleh maskapai penerbangan Lion Air pada Februari lalu.

Dikutip dari indo-aviation.com, Kepala Bagian Hukum dan Humas Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Hemi Pamuharjo mengungkapkan, SOP penanganan delay wajib dibuat oleh masing-masing maskapai penerbangan karena masing-masing maskapai penerbangan memiliki kapasitas yang berbeda mulai dari jumlah armada dan banyaknya penerbangan.

Maskapai penerbangan yang sudah memiliki penanganan delay yang baik, dalam hal ini sudah mendapatkan persetujuan dari Direktur Jenderal Perhubungan Udara antara lain, Garuda Indonesia, Citilink Indonesia, Sriwijaya Air, NAM Air, Lion Air, dan Aviastar Mandiri.

Minggu, 15 November 2015

Garuda Indonesia Akan Beroperasi Dari Bandara Pondok Cabe

Garuda Indonesia Terbang dari Bandara Pondok Cabe
Garuda IndonesiaMaskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia akan mengoperasikan penerbangan dari Bandara Pondok Cabe Tangerang Selatan. Untuk mengoperasikan penerbangan dari Bandara Pondok Cabe, Garuda Indonesia bekerja sama dengan Pelita Air Service (PAS) selaku pengelola bandara. Pengoperasian penerbangan dari Bandara Pondok Cabe akan dilakukan mulai tahun depan.

Dikutip dari indo-aviation.com, Direktur Utama Garuda Indonesia Arif Wibowo mengungkapkan, Bandara Pondok Cabe akan menjadi hub kecil baru bagi Garuda Indonesia untuk mengoperasikan sejumlah rute penerbangan jarak pendek ke sejumlah kota di Jawa, Sumatera, dan Kalimantan. Bandara Pondok Cabe akan dimanfaatkan untuk melayani penerbangan jarak pendek dengan menggunakan pesawat ATR 72-600.

Saat ini Garuda Indonesia melalui sub-brand Explore sudah mengoperasikan sebanyak 11 pesawat ATR 72-600 yang berkapasitas 70 kursi kelas ekonomi. Pada tahun depan Garuda Indonesia akan mendatangkan sembilan pesawat tambahan jenis ATR 72-600 tersebut.

Sabtu, 14 November 2015

Garuda Indonesia Tambah Penerbangan ke China dan Timur Tengah

Garuda Indonesia Terbang Ke Timur Tengah
Garuda IndonesiaMaskapai penerbangan plat merah Garuda Indonesia akan menambah penerbangan ke sejumlah tujuan atau destinasi favorit di China dan Timur Tengah. Hal dilakukan sebagai bagian dari usaha perusahaan untuk mempertahankan laju pertumbuhan pendapatan. Penambahan penerbangan ke China dan Timur Tengah akan dilakukan pada tahun depan.

Dikutip dari indo-aviation.com, Direktur Utama Garuda Indonesia Arif Wibowo mengungkapkan, perusahaan yang dipimpinnya itu hanya akan fokus melayani rute-rute penerbangan dengan permintaan pasar yang tinggi. Garuda Indonesia mampu mengerahkan armadanya ke pasar-pasar dengan sumber daya tinggi.

Garuda Indonesia akan mengerahkan 22 pesawat Airbus A330-200/300 untuk melayana berbagai rute penerbangan. Separuh jumlah pesawat tersebut akan digunakan untuk melayani penerbangan menuju China dan Timur Tengah. Enam pesawat akan digunakan khusus untuk melayani penerbangan umroh dari kota-kota di luar Jakarta.

Garuda Indonesia juga akan membuka rute penerbangan umroh yang menghubungkan antara Solo di Jawa Tengah dan Madinah di Arab Saudi. Pihak Garuda Indonesia akan mengakses Solo di Jawa Tengah sebagai titik potensial untuk keberangkatan umroh ke Timur Tengah.

Jumat, 13 November 2015

Jumlah Penumpang Indonesia AirAsia Menurun

Jumlah Penumpang Indonesia AirAsia
Jumlah PenumpangMaskapai penerbangan Low Cost Carrier Indonesia AirAsia hingga kuartal ketiga yang berakhir pada 30 September 2015 mengalami penurunan jumlah penumpang. Maskapai penerbangan yang identik dengan warna merah tersebut mengalami penurunan jumlah penumpang sebesar 9 persen.

Pada kuartal ketiga tahun 2014 yang lalu, Indonesia AirAsia berhasil mengangkut 1,85 juta penumpang, sedangkan pada periode yang sama tahun 2015 saat ini Indonesia AirAsia hanya berhasil mengangkut 1,68 juta penumpang.

Dikutip dari indo-aviation.com, AirAsia Berhad, induk perusahaan Indonesia AirAsia yang berada di Malaysia mengungkapkan, penurunan jumlah penumpang tersebut terjadi karena rencana rasionalisasi yang dilakukan oleh perusahaan dengan cara mengurangi kapasitas sebesar 4 persen.

Selain itu, Indonesia AirAsia juga mentransfer beberapa pesawat yang dioperasikannya kepada Indonesia AirAsia X. Tingkat isian kursi yang diraih oleh Indonesia AirAsia pada periode Juli-September 2015 juga turun menjadi 75 persen, sedangkan pada periode yang sama tahun lalu memperoleh tingkat isian kursi sebesar 79 persen.

Kamis, 12 November 2015

Garuda Indonesia Akan Operasikan Penerbangan Solo-Jeddah

Garuda Indonesia Terbang Dari Solo Ke Jeddah
Garuda IndonesiaMaskapai penerbangan plat merah Garuda Indonesia akan mengoperasikan rute penerbangan yang menghubungkan antara Bandara Adi Sumarmo Solo dengan Bandara King Abdul Aziz Jeddah, Arab Saudi. Hal tersebut dilakukan untuk melayani pasar penerbangan umroh dan tenaga kerja Indonesia (TKI) yang berasal dari Jawa Tengah menuju Arab Saudi.

Rute penerbangan Solo-Jeddah akan dioperasikan oleh Garuda Indonesia mulai Februari 2016. Garuda Indonesia sudah mendapatkan kontrak untuk menerbangkan 5.000 jamaah umroh dari Solo. Penerbangan Solo-Jeddah rencananya dilayani dengan frekuensi dua kali dalam seminggu.

Selain Garuda Indonesia, maskapai penerbangan Lion Air juga menyatakan berminat untuk mengoperasikan rute penerbangan dari Solo ke Jeddah, tapi belum bisa memastikan kapan mengoperasikan rute tersebut. Jadi rute tersebut nantinya akan dioperasikan oleh dua maskapai penerbangan Garuda Indonesia dan Lion Air.

Dikutip dari indo-aviation.com, General Manager Garuda Indonesia Branch Office Solo Mochamad Firman mengungkapkan, pembukaan rute penerbangan Solo-Jeddah merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat terutama Solo, Jawa Tengah. Pihaknya berusaha agar tidak kehilangan momen dan diharapkan rute baru ini bisa membantu pertumbuhan ekonomi.

Rabu, 11 November 2015

Bandara Supadio Pontianak Akan Berganti Nama

Bandara Supadio Pontianak
Bandara SupadioPengelola Bandara Supadio Pontianak yakni Angkasa Pura II berencana mengajukan penggantian nama bandara tersebut dalam waktu dekat kepada Kementerian Perhubungan dan Angkasa Pura II pusat. Penggantian nama Bandara dilakukan setelah Angkasa Pura II Pontianak mendapat banyak saran dan masukan dari berbagai pihak.

Dikutip dari runway-aviation.com, Staf Ahli PT Angkasa Pura II Bandara Supadio, Syarif Usmulyani, mengungkapkan, Perubahan nama Bandara Supadio ini sudah diajukan dan sedang diproses. Pihaknya sebelumnya mendapat banyak saran dari berbagai pihak termasuk pemerintah Kabupaten Kubu Raya untuk mengganti nama Bandara Supadio.

Penggantian nama Bandara Supadio tersebut sebenarnya sudah memiliki Surat Keputusan (SK) yang diterbitkan oleh DPRD tahun 1979, dan pada tahun 2000 sudah ditindaklanjuti oleh Kementerian Perhubungan. Namun pihak Angkasa Pura II Pontianak tidak mengetahui mengenai SK tersebut.

Sebelumnya nama Bandara Supadio juga pernah direncanakan diganti menjadi Bandara Internasional Sultan Hamid II pada tahun 2006, tapi rencana tersebut dibatalkan. Saat ini pembangunan Bandara Supadio terus dilakukan, dalam waktu dekat bandara itu akan memiliki terminal baru dengan landasan pacu yang lebih panjang dan tentu nama baru.

Selasa, 10 November 2015

Wings Air Akan Buka Beberapa Rute Baru Dari Jambi

Wings Air Terbang Dari Jambi
Wings Air
Maskapai penerbangan yang juga anak perusahaan dari Lion Group, Wings Air berencana melakukan ekspansi dengan meluncurkan beberapa rute baru dari Bandara Sultan Thaha Jambi. Maskapai penerbangan yang fokus melayani rute penerbangan jarak pendek menggunakan pesawat ATR 72 tersebut akan mengincar sejumlah rute antara lain Jambi-Palembang, Jambi-Pekanbaru, dan Jambi-Kerinci.

Dikutip dari indo-aviation.com, Station Manager Lion Air Jambi, Mardanus mengungkapkan, pembukaan beberapa rute penerbangan baru Wings Air tersebut masih dalam tahap persiapan. Pihak Lion Air Jambi belum bisa memastikan kapan rencana tersebut direalisasikan. Saat ini masih dalam tahap persiapan manajemen dari pusat. Rute penerbangan jarak pendek potensinya cukup besar.

Wings Air yang akan membuka sejumlah rute penerbangan jarak pendek dari Jambi itu dilatarbelakangi oleh potensi penumpang yang masih cukup besar. Selain itu, Wings Air juga bisa menjadi feeder bagi penerbangan Lion Air di Jambi yang menggunakan pesawat jet. Potensi penumpang penerbangan jarak pendek terutama dari Jambi masih cukup besar.

Minggu, 08 November 2015

Citilink Operasikan Rute Baru Makassar-Palu

Citilink Terbang Ke Palu
CitilinkMaskapai penerbangan Low Cost Carrier Citilink telah mengoperasikan rute penerbangan baru yang menghubungkan antara Bandara Sultan Hasanuddin Makassar di Sulawesi Selatan dan Bandara Mutiara Palu di Sulawesi Tengah. Rute penerbangan tersebut sudah dioperasikan mulai tanggal 8 November 2015 kemarin dan dilayani satu kali sehari menggunakan pesawat Airbus A320 berkapasitas 180 kursi kelas ekonomi.

Dikutip dari indo-aviation.com, Direktur Utama Citilink Indonesia Albert Burhan mengungkapkan, operasional Citilink di Sumatera dan Jawa sudah kuat, Citilink mengalihkan dengan fokus mengembangkan penerbangan dari dan menuju Sulawesi. Citilink menjadikan Sulawesi sebagai poros sentral untuk memperkuat konektivitas di wilayah Indonesia Timur.

Beberapa waktu yang lalu, Citilink juga sudah membuka penerbangan dari Manado menuju Jakarta, Surabaya, dan Makassar mulai 29 Oktober 2015. Citilink optimis bisa bersaing pada rute penerbangan baru Makassar-Palu. Adanya penerbangan Citilink ke Sulawesi Tengah terutama Palu juga akan membantu wilayah tersebut dalam membangun sektor perekonomian dan pariwisata.

Sabtu, 07 November 2015

Rute Batik Air Jakarta-Yogyakarta Dibekukan

Batik Air Terbang Ke Yogyakarta
Batik Air
Kementerian Perhubungan dalam hal ini Direktorat Jenderal Perhubungan Udara akhirnya membekukan izin rute penerbangan Jakarta-Yogyakarta milik Batik Air. Hal tersebut dilakukan akibat dari tergelincirnya pesawat milik maskapai penerbangan Batik Air di Bandara Adi Sucipto Yogyakarta pada Jumat 6 November 2015 kemarin.

Pembekuan izin rute penerbangan Batik Air Jakarta-Yogyakarta dilakukan melalui surat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Nomor AU.004/22/22/DRJU-DAU-2015 yang diterbitkan pada 6 November 2015 kemarin.

Dikutip dari indo-aviation.com, Kementerian Perhubungan membekukan sementara izin rute penerbangan Batik Air rute Jakarta-Yogyakarta dengan nomor penerbangan ID6380. Batik Air baru boleh menerbangi kembali rute penerbangan ID6380 Jakarta-Yogyakarta saat hasil investigasi dari Komite Nasional Keamanan Transportasi (KNKT) selesai, corrective action dilakukan, dan telah mendapatkan persetujuan dari Direktur Jenderal Perhubungan Udara.

Kementerian Perhubungan meminta kepada Batik Air untuk mengalihkan penumpang ke penerbangan yang lain sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku. Penerbangan Batik Air rute Jakarta-Yogyakarta masih beroperasi secara normal kecuali untuk penerbangan ID6380.

Pada Jumat 6 November 2015 kemarin, pesawat Boeing 737-900ER dengan registrasi PK-LBO yang dioperasikan oleh Batik Air tergelincir ketika melakulan pendaratan di Bandara Adi Sucipto Yogyakarta dalam kondisi cuaca hujan. Pesawat yang dipiloti oleh Kapten Oscar Mirza dan kopilot Dana Aviantara itu membawa 160 penumpang dan lima awak kabin. Tidak ada penumpang maupun kru yang terluka dalam insiden tersebut.

Kamis, 05 November 2015

Garuda Indonesia Akan Sediakan WiFi di Semua Pesawat

WiFi di Pesawat Garuda Indonesia
WiFi
Maskapai penerbangan plat merah Garuda Indonesia akan memanjakan seluruh penumpangnya dengan menyediakan fasilitas internet melalui jaringan WiFi secara gratis di seluruh pesawat yang dioperasikannya. Saat ini fasilitas internet melalui WiFi baru ada di beberapa pesawat, khususnya Boeing 777-300ER yang lebih banyak melayani rute penerbangan jarak jauh.

Dikutip dari indo-aviation.com, Direktur Utama Garuda Indonesia Arif Wibowo mengungkapkan, Saat ini Garuda Indonesia mengoperasikan 143 pesawat yang terdiri dari Airbus A330-200/300, ATR 72-600, Boeing 737-800, Boeing 777-300ER, dan Bombardier CRJ1000 NextGen. Ke depannya pihak Garuda Indonesia akan menyediakan free WiFi untuk semua pesawat. Saat ini dimulai di pesawat widebody.

Selain menyediakan fasilitas free WiFi di semua pesawat, Garuda Indonesia juga akan meremajakan atau memperbaharui interior kabin pesawat. Pihak Garuda Indonesia akan melakukan improve peningkatan konfigurasi di kelas ekonomi karena disadari kelas ekonomi Garuda adalah yang terbaik. Garuda Indonesia juga akan memesan konfigurasi kelas bisnis yang baru.

Rabu, 04 November 2015

Bandara I Gusti Ngurah Rai Ditutup Sementara

Bandara I Gusti Ngurah Rai
Bandara I Gusti Ngurah Rai
Gunung Rinjani dikelilingi oleh Kaldera, Danau Segara Anak, dan disampingnya ada anak Gunung Rinjani yaitu Gunung Barujari. Gunung Barujari inilah yang saat ini sedang erupsi. Sejak 25 Oktober 2015 pukul 13.00 WITA status Gunung Rinjani sudah Waspada atau Level 2 akibat letusan di Gunung Barujari.

Abu vulkanik letusan Gunung Barujari mengakibatkan terganggunya penerbangan di Bandara I Gusti Ngurah Rai Denpasar, Bali, karena arah angin yang berhembus dominan ke arah barat dan barat laut, yakni ke arah sekitar Pulau Bali. Hingga saat ini abu vulkanik letusan Gunung Barujari masih mengepul.

Dikutip dari infopenerbangan.com, akibat dari abu vulkanik letusan Gunung Barujari tersebut, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai ditutup sementara. Penutupan bandara tersebut dimulai pukul 19.30 WITA hingga 5 November pukul 08.45 WITA berdasarkan NOTAMR A2470/15.

Dengan adanya penutupan tersebut, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai tidak dapat melayani seluruh penerbangan yang akan mendarat maupun berangkat dari Bali baik untuk penerbangan rute domestik maupun rute internasional.

Berkaitan dengan penutupan tersebut, para penumpang diminta untuk mengatur ulang jadwal penerbangannya sampai dua atau tiga hari kedepan. Hingga kini maskapai yang terbang dari dan ke Bandara I Gusti Ngurah Rai terpaksa membatalkan penerbangannya. BMKG memprediksi akan terjadi erupsi susulan.

Selasa, 03 November 2015

Lion Air Akan Buka Rute Penerbangan Ke Cina

Lion Air Terbang Ke Cina
Lion AirMaskapai penerbangan Lion Air akan terus menambah armada pesawat baru dan rute-rute penerbangan baru. Selain itu, maskapai penerbangan yang identik dengan logo singa merah tersebut juga akan terus meningkatkan pelayanan dan memberikan kemudahan bagi para penumpang

Diawali dengan datangnya 3 unit pesawat Airbus A330-300 dan opsi 5 pesawat tambahan serta rencana kedatangan 10 pesawat Boeing 737-800/900ER pada tahun 2016, maka Lion Air berencana untuk membuka rute penerbangan langsung ke Cina dari Denpasar pada awal tahun 2016.

Dikutip dari infopenerbangan.com, Direktur Utama Lion Air Rudy Lumingkewas mengungkapkan, pasar penerbangan ke Cina sangat bagus. Terutama untuk tujuan Denpasar dan sebaliknya. Rencananya kota-kota yang akan diterbangi Lion Air adalah Guangzhou dan Shanghai.

Untuk sisi keselamatan penerbangan, Lion Air dan Lion group lainnya seperti Malindo Air, Batik Air dan Wings Air sedang dalam proses audit IATA Operational Safety Audit (IOSA). Thai Lion Air merupakan maskapai pertama di Lion Air Grup yang mendapatkan sertifikat bertaraf internasional tersebut.

Senin, 02 November 2015

Pesawat Baru Lion Air Sudah Datang

Pesawat Baru Lion Air
Pesawat BaruMaskapai penerbangan Lion Air baru saja menerima kedatangan pesawat baru. Pesawat jenis Airbus A330-300 itu merupakan pesawat berbadan lebar atau wide body pertama yang dimiliki oleh Lion Air. Pesawat yang baru datang merupakan pesawat pertama dari 3 unit yang dipesan oleh Lion Air.

Rencananya pesawat berbadan lebar Airbus A330-300 itu akan digunakan oleh Lion Air untuk melayani penerbangan umrah ke Jeddah. Selain itu, penambahan pesawat baru tersebut juga untuk memperkuat armada dan jaringan penerbangan Lion Air.

Dikutip dari infopenerbangan.com, Direktur Utama Lion Air Rudy Lumingkewas mengungkapkan, Pesawat baru Airbus A330-300 akan melayani rute penerbangan menuju Jeddah yang merupakan destinasi utama umat muslim dalam menjalankan ibadah umrah maupun haji, serta melayani beberapa penerbangan domestik.

Pesawat Airbus A330-300 dengan registrasi PK-LEF tersebut berkapasitas 440 kursi kelas ekonomi (all economy class) dengan konfigurasi tempat duduk 3-3-3. Rencananya 2 pesawat selanjutnya akan datang memperkuat armada Lion Air pada bulan November dan Desember 2015 mendatang.

Minggu, 01 November 2015

Ruang Publik Di Bandara Harus Ditingkatkan

Ruang Publik Di Bandara
Ruang PublikKementerian Perhubungan meminta kepada Angkasa Pura I dan II selaku pengelola bandara di Indonesia untuk mengembalikan fungsi bandara ke masterplan awal pembangunan bandara. Terutama untuk ketersediaan ruang publik yang saat ini justru banyak dipergunakan untuk kepentingan komersil seperti restoran, concierge, dan ruang tunggu kelas premium atau premium lounge.

Dikutip dari runway-aviation.com, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Suprasetyo mengungkapkan, Ruang publik tidak bisa ditambah atau dikurangi lagi karena jumlah penumpangnya sudah terus bertambah. Misalnya bandara Soekarno-Hatta dulu masterplannya untuk 25 juta penumpang per tahun, saat ini sudah 61 juta penumpang per tahun. Pihaknya akan memberikan kompensasi berupa penyesuaian tarif airport tax di 26 bandara jika pelayanannya semakin meningkat.

Angkasa Pura I dan Angkasa Pura II diharapkan akan terus berkomitmen memberikan pelayanan sesuai dengan standar. Pelanggan atau pengguna jasa bandara harus menagih pelayanan tersebut karena mereka sudah bayar airport tax. Pengguna jasa bandara bisa menagih pelayanan seperti ruang tunggu, pendingin ruangan, toilet, dan pelayanan lainnya. Saat ini sebanyak 60% BUMN Pengelola Bandara telah memenuhi ketentuan yang diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 129 Tahun 2015.

Dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 129 Tahun 2015 tentang Pedoman Penyusunan Perjanjian Tingkat Layanan (Service Level Agreement) Dalam Pemberian Layanan Kepada Pengguna Jasa Bandar Udara, disebutkan BUMN pengelola bandara wajib menyediakan fasilitas untuk pelayanan operasional paling sedikit 70% dan pelayanan komersial paling banyak 30% dari total luas terminal penumpang dikurangi ruang sirkulasi serta utilitas bangunan sebesar 20%.