
Dikutip dari indo-aviation.com, Menurut Direktur Utama Garuda Indonesia Arif Wibowo, biasanya kuartal pertama merupakan periode yang kurang baik bagi maskapai penerbangan. Namun, kuartal pertama tahun ini Garuda Indonesia menghasilkan kinerja yang cemerlang karena mendapatkan kenaikan jumlah penumpang dan memperoleh laba dengan kenaikan mencapai 105 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Turunnya harga bahan bakar pesawat atau avtur menjadi salah satu faktor penyumbang laba bagi Garuda Indonesia. Sementara itu, kenaikan penjualan Garuda Indonesia yang mencapai 13,4 persen ditopang oleh peningkatan frekuensi penerbangan sebesar 10,6 persen. Tahun ini Garuda Indonesia Group menargetkan bisa mengangkut sebanyak 36 juta penumpang, dengan rincian 25 juta penumpang oleh Garuda Indonesia dan 11 juta penumpang oleh anak usahanya yang bergerak dalam segmen penerbangan berbiaya rendah, Citilink Indonesia.
0 komentar:
Posting Komentar