
Dikutip dari indo-aviation.com, Menurut Direktur Utama Angkasa Pura II Budi Karya Sumadi, Pihaknya meminta kepada maskapai penerbangan lain untuk tidak mempermasalahkan Garuda Indonesia yang akan menjadi anak emas dalam memanfaatkan Terminal 3 Ultimate. Di negara lain, terminal untuk maskapai LCC (low-cost carrier) dan full service itu dibedakan, bahkan terminal untuk LCC itu sangat sederhana sekali.
Keputusan Angkasa Pura II yang menetapkan Garuda Indonesia, anggota SkyTeam, dan maskapai penerbangan asing full service untuk menempati Terminal 3 Ultimate adalah untuk menarik maskapai-maskapai penerbangan itu agar memanfaatkan Bandara Soekarno-Hatta sebagai hub transit. Selama ini Maskapai SkyTeam yang mau terbang ke Australia dari Korea Selatan, Vietnam, atau China selalu transit di Singapura. Hal ini karena Bandara Soekarno-Hatta kalah fasilitas dari bandara Changi Singapura. Oleh karena itu Terminal 3 Ultimate akan dibuat sangat bagus agar mereka transit di Bandara Soekarno-Hatta.
0 komentar:
Posting Komentar