Tampilkan postingan dengan label sriwijaya air. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sriwijaya air. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 November 2017

Empat Pesawat Baru Sriwijaya Air Group

Pesawat Baru Sriwijaya Air
Pesawat Baru

Pada akhir tahun 2017 ini, maskapai penerbangan Sriwijaya Air Group akan mendatangkan empat pesawat baru yang terdiri dari tiga pesawat ATR 72 dan satu unit pesawat Boeing 737-800.

Total pesawat ATR 72 yang didatangkan oleh Sriwijaya Air Group dalam kurun waktu tahun 2017 berjumlah enam unit.

Sriwijaya Air Group sengaja banyak memesan pesawat ATR 72 tersebut demi mendukung program pemerintah dalam mengembangkan konektivitas ke daerah-daerah terpencil serta peningkatan sektor pariwisata.

Dikutip dari infopenerbangan.com, Presiden Direktur Sriwijaya Air Group Chandra Lie menjelaskan, dari jumlah tersebut, saat ini Sriwijaya Air tinggal menunggu tiga unit pesawat ATR 72.

Pesawat ATR 72 nanti akan digunakan oleh NAM Air, yang akan memfokuskan melayani tiga wilayah, yakni Kalimantan, Bali-Nusa Tenggara, dan Papua.

Selain menunggu ATR, Sriwijaya Air Group juga masih menunggu satu Boeing 737-800. Ada tiga unit Boeing 737 yang datang sepanjang tahun ini. Dari jumlah itu, dua armada 737 sudah datang dan tinggal menunggu satu armada lagi.

Jumat, 27 Oktober 2017

Inilah Tiga Rute Baru Sriwijaya Air dari Pontianak

Rute Baru Sriwijaya Air
Rute Baru

Mulai tanggal 26 Oktober 2017, maskapai Sriwijaya Air Group membuka tiga rute baru dari Pontianak, Kalimantan Barat. Ketiga rute baru itu adalah Pontianak-Ketapang, Pontianak-Putussibau, dan Pontianak-Sintang.

Pontianak menjadi hub rute baru Sriwijaya Air Group di Kalimantan Barat karena kota ini telah dilayani Sriwijaya Air Group dengan rute penerbangan yang lebih luas ke kota besar di Jawa seperti Semarang, Yogyakarta, Surabaya, dan Jakarta.

Dikutip dari indoaviation.co.id, Senior Corporate Communications Manager Sriwijaya Air Group Agus Soedjono menjelaskan, Antara Kalimantan Barat dan kota-kota besar di Pulau Jawa sejak dulu sudah terjalin hubungan yang baik.

Banyak masyarakat dari Jawa yang merantau dan bekerja di Kalimantan Barat. Begitu pula banyak orang-orang di Kalimantan Barat yang melakukan bisnis di Pulau Jawa.

Adanya penerbangan dari Pontianak ke kota-kota kecil di Kalimantan Barat diharapkan hubungan antara Kalimantan Barat dan Jawa semakin erat. Transportasi yang lebih mudah juga mampu mengembangkan perekonomian di kedua wilayah itu.

Rute baru ini dilayani Sriwijaya Air Group dengan pesawat ATR 72-600. Pontianak-Ketapang PP dilayani tiga kali sehari, berangkat dari Pontianak pukul 10.35 WIB, 14.30 WIB dan 16.30 WIB. Untuk kembalinya, berangkat dari Ketapang pukul 06.45 WIB, 11.25 WIB dan 15.25 WIB.

Penerbangan Pontianak-Putussibau dilayani satu kali penerbangan per hari dengan jadwal keberangkatan dari Pontianak pukul 07.50 WIB, dan dari Putussibau pukul 09.05 WIB. Penerbangan berlangsung sekitar satu jam.

Pontianak-Sintang juga akan dilayani satu kali penerbangan per hari, berangkat dari Pontianak pukul 12.30 WIB sampai di Sintang pukul 13.05 WIB. Sebaliknya, berangkat dari Sintang pukul 13.25 WIB dan tiba di Pontianak pukul 14.00 WIB.

Untuk seluruh penerbangan di tiga rute baru yang menggunakan pesawat ATR 72-600 tersebut, Sriwijaya Air Group memberikan gratis biaya bagasi hingga 10 kg.

Kamis, 06 April 2017

Sriwijaya Air Akan Terbangi Semarang-Makassar

Sriwijaya Air
Sriwijaya Air
Maskapai penerbangan Sriwijaya Air akan membuka rute penerbangan baru dari Semarang menuju Makassar PP. Pembukaan rute baru ini dilakukan sebagai upaya untuk menggarap pasar Indonesia bagian Timur.

Dikutip dari indoaviation.co.id, District Manager Sriwijaya Air Semarang, Budi Sasongko, menjelaskan, pertumbuhan ekonomi dan pembangunan Indonesia Timur semakin pesat, sehingga akan berdampak bagi transportasi.

Melihat potensi itu maka Sriwijaya Air ingin turut terlibat dalam pengembangan pasar Indonesia Timur. Adapun, salah satu yang dibidik adalah pengembangan sektor pariwisata di kawasan tersebut yang semakin meningkat.

Sriwijaya Air akan melayani rute Semarang-Makassar PP pada akhir bulan April mendatang. Rute Semarang-Makassar akan diterbangi pada pukul 19.40 WIB dari Semarang dan sampai di Makassar pukul 23.30 WIT.

Saat ini Sriwijaya Air sudah mengantongi izin terbang dari Kementerian Perhubungan. Hanya saja pihaknya ingin mendapatkan feedback terlebih dahulu dari para mitra agen terkait kapan tepatnya dilaksanakan penerbangan perdana.

Sriwijaya Air optimis load factor atau tingkat keterisian penumpang akan meningkat karena kebutuhan konsumen dengan tujuan ke Indonesia Timur tidak hanya untuk berpariwisata tetapi juga untuk bisnis.

Kamis, 16 Maret 2017

Sriwijaya Air Buka Penerbangan Baru dari Lampung

Penerbangan Baru Sriwijaya Air
Penerbangan Baru

Maskapai penerbangan Sriwijaya Air akan melayani dua rute penerbangan baru yakni Lampung-Yogyakarta PP dan Lampung-Surabaya PP.  Hal ini untuk meningkatkan konektivitas antar kota sekaligus memperkuat jaringan penerbangan domestik.

Dikutip dari infopenerbangan.com, Senior Corporate Communications Manager Sriwijaya Air Group Agus Soedjono menjelaskan, pembukaan rute dari Lampung menuju Yogyakarta dan Surabaya ini memperluas jaringan penerbangan.

Ini merupakan langkah strategis Sriwijaya Air dalam meningkatkan potensi dan memperluas pasar penerbangan domestik, khususnya dari area Sumatera ke beberapa wilayah di Pulau Jawa.

Diharapkan dengan layanan penerbangan baru ini bisa memenuhi kebutuhan pelanggan yang hendak melakukan perjalanan secara langsung ke Yogyakarta maupun Surabaya tanpa harus melakukan transit di Jakarta.

Mulai 22 Maret 2017 Sriwijaya Air melayani penerbangan Lampung-Yogyakarta PP satu kali setiap hari dengan menggunakan pesawat Boeing 737-300 yang memiliki kapasitas 148 kursi kelas ekonomi.

Penerbangan dari Lampung berangkat pukul 15.20 WIB dan tiba di Yogyakarta pukul 16.30 WIB. Kembali dari Yogyakarta pukul 16.55 WIB dan akan tiba kembali di Lampung  pada pukul 18.20 WIB.

Sedangkan untuk rute baru Lampung-Surabaya PP, pesawat berangkat dari Lampung pukul 09.30 WIB, tiba di Surabaya pukul 11.00 WIB. Pesawat berangkat lagi dari Surabaya pukul 11.50 WIB, tiba kembali di Lampung pukul 13.20 WIB.

Selain upaya pengembangan bisnis, pembukaan rute baru ini juga merupakan bagian dari komitmen Sriwijaya Air untuk mendukung program-program pemerintah dalam mencapai target jumlah wisatawan di nusantara.

Senin, 20 Februari 2017

Sriwijaya Air Terbang Langsung Surabaya-Jayapura

Sriwijaya Air
Sriwijaya Air

Sriwijaya Air akan melayani penerbangan langsung untuk rute Surabaya menuju Jayapura dan sebaliknya mulai tanggal 24 Februari 2017. Hal ini dilakukan untuk memenuhi permintaan pelanggan yang terus meningkat.

Dikutip dari infopenerbangan.com, Senior Manager Corporate Communication Sriwijaya Air Group, Agus Soedjono menjelaskan, sebelumnya penerbangan rute ini transit dulu di Makassar dan beberapa kota lainnya di tanah Papua.

Mulai tanggal 24 Februari 2017, Sriwijaya akan membuka rute penerbangan langsung Surabaya-Jayapura PP dan dilayani 4 kali seminggu jadwal penerbangan yaitu Senin, Rabu, Jumat dan Minggu dengan pesawat Boeing 737 800 NG.

Penerbangan langsung yaitu berangkat dari Surabaya pukul 07.00 WIB, tiba di Jayapura pukul 13.20 WIT dan sebaliknya, pesawat berangkat dari Jayapura pukul 14.05 WIT dan tiba kembali di Surabaya pukul 16.25 WIB.

Mobilitas dan permintaan pelanggan terhadap rute penerbangan Surabaya-Jayapura ini cukup tinggi peminatnya.

Dengan layanan penerbangan langsung ini, maka pelanggan yang ingin melakukan perjalanan dari Surabaya ke Jayapura maupun sebaliknya bisa menempuhnya hanya dalam hitungan beberapa jam saja.

Dalam penerbangan ini Sriwijaya Air menggunakan armada Boeing 737 800 NG dengan kapasitas 189 kursi. Selain itu, Sriwijaya Air juga menyediakan dan memberikan makan dan minum secara gratis kepada seluruh pelanggannya.

Kamis, 19 Januari 2017

Sriwijaya Air Group Siapkan Puluhan Ribu Kursi Tambahan

Sriwijaya Air
Sriwijaya Air

Anggota dari Sriwijaya Air Group yakni Sriwijaya Air dan NAM Air akan menyediakan 33.372 kursi tambahan untuk penerbangan Jakarta-Pangkalpinang PP, Jakarta-Pontianak PP dan Palembang-Pangkalpinang PP.

Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang menjelang musim libur Imlek 2568 di mana penambahan itu akan mulai dilayani mulai tanggal 20 Januari 2017 sampai dengan 15 Februari 2017.

Dengan adanya penambahan ini, maka jumlah penerbangan untuk tiga rute tersebut menjadi lebih banyak dari biasanya.

Untuk rute Jakarta-Pangkalpinang PP dari lima kali sehari menjadi tujuh kali sehari, Jakarta-Pontianak PP dari lima kali sehari menjadi enam kali sehari, dan Palembang-Pangkalpinang PP dari tiga kali sehari menjadi empat kali sehari.

Dikutip indo-aviation.com, Senior Corporate Communications Manager Sriwijaya Air Group, Agus Soedjono menjelaskan, Setiap perayaan Imlek, rute-rute tersebut menjadi rute penerbangan yang paling banyak diminati.

Layanan extra flight Sriwijaya Air Group ini disiapkan jauh hari agar pelanggan bisa mempersiapkan rencana penerbangannya sebaik mungkin. Namun, hingga saat ini Sriwijaya Air Group masih terus melakukan pemantauan.

Layanan extra flight ini sudah dibuka jauh-jauh hari sebelum perayaan Imlek. Jika terjadi lonjakan permintaan, Sriwijaya Air Group sesegera mungkin akan berusaha untuk menambah lagi jadwal penerbangannya.

Layanan extra flight ini akan dilayani dengan menggunakan pesawat Boeing 737-800NG dengan kapasitas 189 kursi. Untuk penerbangan NAM Air akan dilayani dengan menggunakan pesawat Boeing 737-500 berkapasitas 120 kursi.

Rabu, 30 November 2016

Sriwijaya Air Siapkan Ratusan Ribu Kursi Tambahan

Kursi Tambahan Sriwijaya Air
Kursi Tambahan

Maskapai penerbangan Sriwijaya Air Group telah mempersiapkan sebanyak 190.790 kursi tambahan dalam 1.204 penerbangan tambahan. Hal ini dilakukan untuk menghadapi musim libur Natal dan Tahun Baru 2017.

Dikutip dari indo-aviation.com, Senior Manager Corporate Communication Sriwijaya Air Group, Agus Soedjono, mengungkapkan, kursi tambahan akan berlaku mulai tanggal 16 Desember 2016 sampai 9 Januari 2017.

Beberapa rute penerbangan baik untuk Sriwijaya Air dan NAM Air menjadi lebih banyak dengan penambahan extra flight ini, baik untuk wilayah Intra Jawa, Kalimantan, Papua, Sulawesi maupun Sumatera.

Layanan penerbangan tambahan ini sudah dibuka sejak awal Desember. Ini dilakukan untuk mengantisipasi kebutuhan pelanggan yang sangat tinggi menjelang peak season akhir tahun.

Untuk melayani penerbangan tambahan itu, Sriwijaya Air akan menggunakan armada Boeing 737-800NG dengan kapasitas 189 kursi. Sedangkan NAM Air menggunakan armada Boeing 737-500 berkapasitas 120 kursi.

Jumat, 11 November 2016

Sriwijaya Air Akan Terbangi Banjarmasin-Jeddah

Sriwijaya Air Terbang ke Jeddah
Sriwijaya Air
Maskapai penerbangan Sriwijaya Air terus meningkatkan ekspansi jaringan penerbangannya. Hal ini dibuktikan dengan rencana pembukaan rute penerbangan ke Jeddah untuk mengangkut jemaah umroh.

Untuk diketahui prioritas utama usaha Sriwijaya Air saat ini yakni ekspansi ke Jeddah dan menambah 17 armada baru untuk memperkuat jalur penerbangan dalam negeri terutama di kawasan Indonesia Timur.

Dikutip dari infopenerbangan.com, Distric Manager Sriwijaya Air Banjarmasin, H Maratan Alfian, mengungkapkan, penerbangan ke Jeddah itu dilakukan melalui Jakarta dan Makassar mulai Februari 2017.

Sementara ini penerbangan ke Jeddah diutamakan melalui Jakarta dan Makassar. Sedangkan penerbangan ke Jeddah melalui Banjarmasin ke depannya akan diusulkan karena potensinya cukup besar di kalsel.

Penerbangan ke Jeddah melalui Banjarmasin nantinya akan menggunakan pesawat berbadan lebar (widebody) Boeing 777-300 ER dengan kapasitas angkut 325 penumpang.

Senin, 07 November 2016

Sriwijaya Air Terbangi Makassar-Yogyakarta

Sriwijaya Air Terbang ke Yogyakarta
Sriwijaya Air
Maskapai penerbangan Sriwijaya Air membuka rute penerbangan baru Makassar-Yogyakarta PP. Penerbangan Makassar-Yogyakarta ini akan resmi beroperasi mulai tanggal 8 November 2016 dan dioperasikan sekali sehari.

Jadwal penerbangannya, Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ 713 berangkat dari Bandara Sultan Hasanuddin di Makassar pukul 19.25 WITA dan tiba di Bandara Adi Sucipto di Yogjakarta pukul 20.15 WIB.

Sedangkan untuk penerbangan kembalinya akan dilayani oleh Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ 712 yang berangkat dari Yogjakarta pukul 20.55 WIB dan tiba kembali di Makassar pukul 23.50 WITA.

Dikutip dari indo-aviation.com, Corporate Communications Manager Sriwijaya Air Group, Agus Soedjono mengungkapkan, rute baru ini merupakan layanan baru yang terkoneksi dengan penerbangan lanjutan ke Papua dan sebaliknya.

Penerbangan Makassar-Yogjakarta PP merupakan destinasi baru dan sekaligus menawarkan kepada pelanggan Sriwijaya Air dari Yogjakarta yang ingin melakukan perjalanan ke wilayah Papua seperti Jayapura, Sorong, Timika, Manokwari, Merauke dan Biak, dan sebaliknya dari Papua ke Jawa.

Dioperasikannya rute baru Makassar-Yogjakarta PP ini adalah langkah ekspansi Sriwijaya Air dalam mengembangkan produk Tujuh Destinasi Favorit dimana salah satunya yakni Raja Ampat di Sorong.

Penerbangan baru Makassar-Yogjakarta ini juga karena atas permintaan pelanggan yang banyak melakukan aktivitas di Yogjakarta, terutama para pelajar dan keluarganya yang sedang sekolah di tingkat perguruan tinggi di Jogjakarta.

Selain itu, Sriwijaya Air Group kembali mendatangkan pesawat baru ke-51 yang telah tiba di Bandara Internasional Soekarno Hatta pada Minggu, 30 Oktober 2016. Pesawat baru tersebut yakni satu unit Boeing 737 800NG.

Senin, 24 Oktober 2016

Sriwijaya Air Akan Terbang Langsung ke Banyuwangi

Sriwijaya Air Terbang ke Banyuwangi
Sriwijaya Air

Jumlah penumpang di Bandara Blimbingsari Banyuwangi terus mengalami peningkatan, tercatat melonjak hingga 1.308 persen dari hanya 7.826 penumpang pada tahun 2011 menjadi 110.234 penumpang pada tahun 2015.

Hingga bulan Agustus 2016, bandara tersebut telah melayani lebih dari 71.000 penumpang, hal ini menjadi salah satu faktor ketertarikan maskapai untuk terus melayani bahkan menambah frekuensi rute Jakarta-Banyuwangi.

Dikutip dari infopenerbangan.com, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengungkapkan, Sampai akhir tahun 2016 total jumlah penumpang di Bandara Blimbingsari Banyuwangi diprediksi sedikitnya 120.000 orang.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Banyuwangi yang mencerminkan besaran perekonomian daerah terus meningkat dari dari Rp 32,46 triliun (2010) menjadi Rp 60,05 triliun (2015).

Pendapatan per kapita masyarakat Banyuwangi terus meningkat artinya daya beli terus tumbuh, di samping itu, tentu pasar rute ini adalah wisatawan, pelaku bisnis, dan kalangan masyarakat luas yang akan ke Banyuwangi.

Dalam waktu dekat, penerbangan langsung rute Jakarta-Banyuwangi akan segera terwujud. Hal ini setelah Sriwijaya Air mulai menjajaki rute Jakarta-Banyuwangi dan sebaliknya.

Sriwijaya Air sangat antusias karena memang prospek pasar cukup bagus dengan melihat perkembangan Banyuwangi. Adanya direct flight Jakarta-Banyuwangi dan sebaliknya, tentu pariwisata, dunia usaha, dan mobilitas orang akan semakin cepat.

Penerbangan langsung Jakarta-Banyuwangi diharapkan bisa terealisasi dalam waktu dekat ini. Tim dari pihak maskapai Sriwijaya Air akan segera mengurus izin rute ke otoritas terkait, mulai dari Airnav hingga Kementerian Perhubungan.

Secara teknis penerbangan langsung Jakarta-Banyuwangi tersebut sudah bisa terealisasi karena ketebalan landasan Bandara Blimbingsari Banyuwangi telah bisa didarati pesawat jenis Boeing 737 seri 500.

Rabu, 28 September 2016

Sriwijaya Air Segera Terjun di Bursa Saham

Sriwijaya Air
Sriwijaya Air

Maskapai Sriwijaya Air akan mencatatkan kepemilikan usahanya di bursa saham melalui Initial Public Offering (IPO) pada Maret 2017 mendatang. Sriwijaya Air akan jadi maskapai kedua yang terdaftar di bursa saham setelah Garuda Indonesia.

Pencarian dana segar ini dilakukan untuk mengembangkan bisnis perusahaan, di antaranya mendatangkan Pesawat Boeing 777-300ER. Pesawat ini direncanakan untuk mengangkut jamaah umrah dan rute ke luar negeri lainnya.

Dikutip dari infopenerbangan.com, CEO Sriwijaya Air, Chandra Lie, mengungkapkan, komunikasi dengan pihak lessor sudah dilakukan untuk mendatangkan pesawat Boeing 777-300ER untuk penerbangan rute panjang misal ke China dan negara ASEAN lain.

Diharapkan dengan mendaftarkan perusahaan dalam tax amnesty, seluruh pembukuan perusahaan lebih rapi sehingga dana yang masuk dari luar negeri tersebut bisa membantu perusahaan membeli saham-saham Sriwijaya Air Group.

Sriwijaya Air berencana menambah tiga pesawat Boeing 777-300ER. Pesawat baru itu direncanakan akan digunakan untuk menerbangkan para jamaah Indonesia melaksanakan haji dan umrah di tanah suci.

Kamis, 15 September 2016

Sriwijaya Air Segera Terbangi Solo-Guangzhou

Sriwijaya Air Terbang ke Guangzhou
Sriwijaya Air

Bandara Internasional Adi Soemarmo yang terletak di Solo, Jawa Tengah, akan melayani rute penerbangan Internasional dari Solo menuju Guangzhou (Tiongkok) mulai tanggal 1 Oktober 2016 mendatang.

Dikutip dari indo-aviation.com, Manajer operasional Bandara Adi Soemarmo Yaka Sulistya mengungkapkan, Sriwijaya Air akan melayani rute Solo-Guangzhou meski baru untuk kebutuhan carter dan penjajakan pasar.

Penerbangan carter tidak perlu slot waktu dan perizinan sebagaimana rute penerbangan reguler. Tetapi nanti misalnya sudah menjadi penerbangan reguler barulah dilengkapi slot waktu dan perizinan.

Bandara Adi Soemarmo Solo tidak lagi melayani rute internasional setelah AirAsia menutup dua rute penerbangannya yakni Solo-Kuala Lumpur pada bulan Juli dan Solo-Singapura pada Januari tahun 2016 ini.

Rute internasional yang dilayani di Bandara Adi Soemarmo hanyalah Solo-Jeddah oleh Garuda Indonesia untuk melayani angkutan jamaah umroh namun tidak setahun penuh dan di luar musim haji.

Pengelola Bandara Adi Soemarmo Solo terus berkomitmen akan menjadikan bandara ini menjadi termegah dan termewah di Jawa Tengah dan Yogyakarta itu menjadi bandara internasional yang sebenarnya.

Bandara Adi Soemarmo memiliki runway yang jauh lebih panjang daripada dua bandara lainnya yakni Ahmad Yani Semarang dan Adisutijpto Yogyakarta. Apronnya juga lebih lebar, sehingga memudahkan parkir pesawat widebody sejenis airbus.

Dengan dilayaninya rute penerbangan internasional oleh Sriwijaya Air dari Solo menuju Guangzhou diharapkan semakin meramaikan penerbangan di Bandara Adi Soemarmo sekaligus bisa meningkatkan kunjungan wisatawan.

Selasa, 30 Agustus 2016

Sriwijaya Air Tambah Frekuensi Penerbangan ke China

Sriwijaya Air Terbang ke China
Sriwijaya Air
Maskapai penerbangan Sriwijaya Air menambah jumlah rute penerbangan berjadwal dari dan ke China dari sebelumnya hanya empat rute menjadi enam rute. Hal ini dilakukan juga untuk merespon permintaan Menteri Pariwista Arief Yahya.

Dikutip dari infopenerbangan.com, Direktur Komersial Sriwijaya Air Toto Nursatyo mengungkapkan, sepanjang paruh pertama tahun 2016 ini penerbangan dari dan ke China mencatatkan hasil yang memuaskan baik yang berjadwal maupun tidak berjadwal.

Rata-rata tingkat keterisian kursi pesawat untuk penerbangan internasional dari dan ke China itu sekitar 93 persen, dan itu wisatawan China semua. Karena memang Sriwijaya Air hanya menjual di sana saja, di sini tidak.

Oleh sebab itu, Sriwijaya Air saat ini sangat percaya diri untuk mengubah sejumlah penerbangan China-Indonesia PP, dari sebelumnya tidak berjadwal atau carter menjadi penerbangan berjadwal.

Rute penerbangan berjadwal tersebut diantaranya, Denpasar-Hangzhou PP, Denpasar-Nanjing PP, Denpasar-ChongQing PP, Denpasar-Wuhan PP, Denpasar-Changsa PP, dan Denpasar-Fuzhou PP, dengan rata-rata frekuensi terbang tiga kali seminggu.

Dengan penambahan rute penerbangan berjadwal tersebut, jumlah penerbangan tidak berjadwal Sriwijaya Air kini antara lain Jakarta-Zhangjiajie PP, Medan-Guangzhou PP, dan Manado-Guangzhou PP.

Kemudian, Denpasar-Nanning PP, Denpasar-Chengdu PP, Denpasar-Meixian PP, Denpasar-Shanghai PP, Denpasar-Ningbo PP, Denpasar-Nanchang PP, Denpasar-Wuxi PP, dan Denpasar-Jinjiang PP.

Rabu, 17 Agustus 2016

Sriwijaya Air Group Pindah ke Terminal 2F

Sriwijaya Air
Sriwijaya Air
Maskapai penerbangan Sriwijaya Air dan NAM Air mulai tanggal 20 Agustus 2016 mendatang secara resmi memindahkan seluruh kegiatan operasionalnya dari Terminal 1B ke Terminal 2F Bandara Soekarno Hatta.

Dikutip dari indo-aviation.com, seluruh jadwal penerbangan Sriwijaya Air dan NAM Air dari dan ke Bandara Soekarno Hatta tidak berubah dengan perpindahan ke Terminal 2F ini. Jadwal penerbangan Sriwijaya Air Group tetap berjalan normal.

Hingga saat ini total penerbangan Sriwijaya Air Group yang dilakukan dari dan ke Bandara Soekarno Hatta masing-masing berjumlah sekitar 70 penerbangan per hari.

Perpindahan operasional kedua maskapai tersebut akan ditandai dengan penerbangan SJ 590 Jakarta-Makassar dan SJ 268 Jakarta-Surabaya pada pukul 05.00 WIB.

Sriwijaya Air mengimbau calon penumpang agar datang lebih awal ke bandara. Itu dilakukan untuk menghindari terjadinya ketinggalan penerbangan.

Seluruh penumpang Sriwijaya Air Group diharapkan dapat mempersiapkan dengan baik seluruh rencana perjalanannya bersama dengan Sriwijaya Air maupun NAM Air.

Selain tetap memberikan pelayanan terbaiknya seperti di Terminal 1B, hingga saat ini Sriwijaya Air Group masih terus aktif mempersiapkan dan meningkatkan segala fasilitas yang akan digunakan di Terminal 2F.

Senin, 15 Agustus 2016

Sriwijaya Air Incar Rute Surabaya-Lampung dan Gorontalo

Sriwijaya Air
Sriwijaya Air
Maskapai penerbangan Sriwijaya Air memperkirakan akan ada kenaikan permintaan pengangkutan penumpang udara antara lima hingga sepuluh persen pada semester kedua tahun 2016 ini.

Meningkatnya fasilitas bandara akan memberi dampak positif sehingga permintaan akan terus tumbuh secara signifikan dan faktor pertumbuhan perekonomian juga mendorong masyarakat beralih ke jasa transportasi udara.

Dikutip dari indo-aviation.com, District Manager Sriwijaya Air Surabaya Hendrik Ardiansah mengungkapkan, misalnya rute Surabaya-Sampit yang dibuka Sriwijaya Air. Bandara di Sampit awalnya hanya mampu melayani pesawat turboprop berkapasitas 72 kursi.

Namun, saat ini Bandara di Sampit dikembangkan lagi sehingga mampu didarati pesawat jet 120 kursi. Oleh sebab itu, Sriwijaya Air akan terus memperluas market di rute penerbangan tersebut.

Secara nasional Sriwijaya Air sudah membuka beberapa rute baru yakni Jakarta-Lubuklinggau dan Jakarta-Silangit. Sriwijaya Air meminta fasilitas bandara di beberapa daerah lain juga ditingkatkan untuk memudahkan rencana ekspansi rute.

Sriwijaya Air saat ini sedang menjajaki rute Surabaya-Lampung dan Surabaya-Gorontalo. Masih tahap studi kelayakan. Selain pertimbangan pasar, ketersediaan slot juga dipertimbangkan. Kalau memang mungkin segera terbang ke sana.

Tingginya permintaan pada semester kedua mendorong peningkatan target load factor menjadi 90 persen. Pada semester pertama, rata-rata pengisian kursi mencapai 87 persen.

Kamis, 30 Juni 2016

Sriwijaya Air Segera Layani Penerbangan Reguler ke China

Sriwijaya Air Terbang ke China
Sriwijaya Air
Maskapai penerbangan Sriwijaya Air mulai menggarap pasar penerbangan reguler internasional. Sriwijaya Air memilih China sebagai negara tujuannya dengan empat kota di China akan menjadi destinasi penerbangan Sriwijaya Air mulai akhir tahun 2016 ini.

Dikutip dari indo-aviation.com, Senior Manager Corporate Communications Sriwijaya Air Group Agus Soedjono menjelaskan, hal ini merupakan salah satu bentuk dukungan Sriwijaya Air dalam mensukseskan kunjungan wisatawan mancanegera ke Indonesia.

Empat kota yang akan diterbangi Sriwijaya Air yakni Denpasar-Hangzhou pp, Denpasar-Nanjing pp, Denpasar-Wuhan pp dan Denpasar-Changsa pp. Penerbangan ke China sendiri dilayani Sriwijaya Air dengan memakai pesawat Boeing 737-800NG yang berkapitas 185 kursi.

China bukanlah hal baru bagi Sriwijaya Air karena maskapai tersebut sejak dua tahun lalu sudah melayani penerbangan ke beberapa kota di China. Namun penerbangan itu bukan penerbangan reguler, tetapi penerbangan charter.

Dengan akan dibukanya penerbangan reguler ke China oleh Sriwijaya Air, hal ini tentu saja membuat Sriwijaya Air semakin mantap berkontribusi mensukseskan program pemerintah di bidang pariwisata.

Kamis, 26 Mei 2016

Sriwijaya Air Group Benarkan Kurangi Rute dan Frekuensi Terbang

Sriwijaya Air Group membenarkan jika mereka mengurangi rute dan frekuensi terbangnya
sriwijaya air
Sriwijaya Air Group membenarkan jika mereka mengurangi rute dan frekuensi terbangnya. Namun, hal itu atas permintaan permintaan mereka sendiri dan bukan sanksi dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
“Menanggapi pemberitaan mengenai pengurangan frekuensi penerbangan oleh Kemenhub, yang disebutkan karena terkena sanksi, kami dari Sriwijaya Air Group menegaskan bahwa pengurangan frekuensi tersebut bukan karena sanksi, akan tetapi karena permintaan dari Sriwijaya Air dengan alasan low season,” tegas Head of Corporate Communication PT Sriwijaya Air Group, Adi Willi H.
Sriwijaya Air Group sudah mengirimkan surat jauh hari sebelumnya mengenai pencabutan rute. Seperti pencabutan rute Jakarta-Pekanbaru bagi maskapai Sriwijaya Air, perusahaan telah mengirimkan surat pada 22 Januari 2016 dan langsung mengurusnya di Kemenhub.
Adapun surat permohonan pencabutan untuk pencabutan rute Jakarta-Pontianak bagi maskapai NAM Air, sudah dikeluarkan per 6 April 2016. Selain itu, surat permohonan pengurangan frekuensi rute Makassar-Gorontalo, Makassar-Kendari dan Makassar-Sorong juga atas permintaan Sriwijaya Air sendiri yang sudah diajukan jauh hari.
Jadi bukan merupakan sanksi dari Kemenhub. “Istilahnya kami kembalikan untuk sementara ke Kemenhub, karena low season,” jelasnya. “Kami Sriwijaya Air maupun NAM Air sangat patuh terhadap seluruh peraturan Kemenhub sebagai regulator,” tandas Willi.


sumber : indo-aviation.com