
Namun, Sriwijaya Air tidak terlalu khawatir akan penurunan load factor itu karena secara keseluruhan keuntungan yang didapatkan oleh perusahaan lebih besar dibandingkan tahun lalu dan kondisi keuangan perusahaan juga sangat sehat di tengah kondisi perekonomian Indonesia yang sedang mengalami pelemahan.
Dikutip dari indo-aviation.com, Direktur Komersial Sriwijaya Air Toto Nursatyo mengungkapkan, pada Januari-Agustus 2015 Sriwijaya Air sudah berhasil mengangkut 6,5 juta penumpang, sedangkan sepanjang 2014 lalu mengangkut sebanyak 9,5 juta penumpang. Load factor turun tapi profitability meningkat dan kondisi finansial perusahaan sehat.
Salah satu ujung tombak utama penjualan tiket Sriwijaya Air adalah agen atau biro perjalanan. Pihak Sriwijaya Air sangat menghargai agen atau biro perjalanan yang sangat membantu penjualan tiket sekaligus bisa kembali meningkatkan load factor atau tingkat isian kursinya.
0 komentar:
Posting Komentar