
Untuk penerbangan regional Garuda Indonesia akan gencar menambah kapasitas menuju Singapura, sedangkan Citilink Indonesia, anak perusahaan Garuda Indonesia di segmen penerbangan berbiaya rendah, akan fokus menggarap pasar penerbangan di ASEAN.
Dikutip dari indo-aviation.com, Direktur Utama Garuda Indonesia Arif Wibowo mengungkapkan, saat ini Garuda Indonesia masih belum bisa bertarung di pasar penerbangan internasional jarak jauh karena biaya operasionalnya sangat tinggi. Garuda Indonesia akan lebih banyak fokus rute jarak menengah untuk penerbangan internasional.
Pasar penerbangan jarak jauh sangat berat. Garuda Indonesia memilih untuk bermain di jarak menengah. Hal ini juga disesuaikan dengan kondisi ekonomi di Indonesia. Beberapa jaringan yang harus diperkuat yakni mengubungkan Jepang-Australia-Tiongkok via Jakarta. Untuk Eropa tidak mudah karena masih dilihat satu per satu.
0 komentar:
Posting Komentar