Kamis, 20 Juli 2017

Garuda Indonesia Terbangi Makassar-Muna

Garuda Indonesia Terbang ke Muna
Garuda Indonesia
Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia menerbangi rute baru dari Makassar menuju Muna, Raha, Sulawesi Tenggara. Penerbangan ini dilakukan untuk terus memperluas konektivitas penerbangan khususnya di wilayah domestik.

Penerbangan perdana rute ini telah diresmikan oleh Plt. Gubernur Sulawesi Tenggara, HM. Saleh Lasata dan Bupati Muna, LM. Rusman Emba yang juga didampingi oleh Direktur Marketing dan Teknologi Garuda Indonesia, Nina Sulistyowati.

Penerbangan baru Garuda Indonesia ini merupakan kerjasama Garuda Indonesia dengan pemerintah daerah Muna, Sulawesi Tenggara selama periode bulan Juli 2017 hingga bulan Mei 2018.

Rute Makassar-Muna ini akan diterbangi menggunakan pesawat ATR 72-600 berkapasitas 70 kursi penumpang dengan frekuensi penerbangan 3 kali seminggu, yaitu pada hari Senin, Rabu dan Jumat.

Penerbangan dari Makassar menuju Muna / Raha, akan dilayani oleh GA 7832 yang berangkat dari Makassar pada pukul 07.45 WITA, dan tiba di Muna pada pukul 08.50 WITA.

Setelah itu penerbangan kembalinya dari Muna menuju Makassar dilayani oleh GA 7833 berangkat dari Muna pada pukul 09.35 WITA, dan tiba di Makassar pada pukul 10.35 WITA.

Pemerintah Daerah Muna berterima kasih kepada Garuda Indonesia atas komitmennya untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi dan juga membantu meningkatkan potensi pariwisata di Muna.

Adanya rute penerbangan Makassar-Muna PP tersebut efektivitas perjalanan akan lebih baik, karena hanya memakan waktu sekitar setengah jam. Kondisi itu akan memicu produktivitas di daerah ini, sekaligus membuka akses potensi pariwisata.

Dikutip dari indoaviation.co.id, Direktur Marketing dan Teknologi Garuda Indonesia, Nina Sulistyowati menjelaskan, penerbangan Makassar-Muna PP ini membuka Muna pada konektivitas jaringan rute domestik dan internasional Garuda Indonesia.

Raha adalah ibukota Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara. Kota ini terletak di pesisir Selat Buton dengan total area seluas 47,11 km2. Jumlah penduduknya sekitar 53.246 jiwa.

Raha memiliki berbagai tempat wisata menarik dan telah menjadi ikon dari Kabupaten Muna, di antaranya Danau Napabale, Pantai Meleura, Gua Liangkobori dan Wisata Tenun Muna.

Selasa, 18 Juli 2017

Pelayanan Informasi Bandara Adisutjipto Berbahasa Jawa

Pelayanan Informasi Bandara Adisutjipto
Pelayanan Informasi

Bandara Adisutjipto Yogyakarta menyuguhkan bahasa Jawa dalam pelayanan informasi mulai Senin, 17 Juli 2017 kemarin. Bandara ini adalah bandara pertama yang berbahasa Jawa dalam penyampaian pengumuman informasi kepada penumpang.

Dikutip dari infopenerbangan.com, Corporate Secretary Angkasa Pura I, Israwadi menjelaskan, ini wujud komitmen dalam memberikan pelayanan dan kenyamanan kepada pengguna jasa bandara, sekaligus upaya mendukung kearifan lokal seni budaya.

Bandara Adisutjipto menambahkan layanan kepada penumpang dengan menghadirkan Bahasa Jawa dalam penyampaian pengumuman informasi di bandara, yang saat ini disampaikan dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.

Penambahan bahasa jawa dalam penyampaian pengumuman informasi ini bisa menghadirkan nuansa keramahan Yogyakarta di bandara, sekaligus mengenalkan dan mempromosikan Bahasa Jawa sebagai bahasa daerah, baik kepada wisatawan domestik maupun mancanegara.

Bahasa dan dialek yang biasa digunakan oleh masyarakat di Pulau Jawa kini bisa langsung dirasakan di bandara. Penumpang yang datang dan pergi melalui Bandara Adisutjipto akan merasakan nuansa khasanah budaya Yogyakarta dengan hadirnya informasi announcement Berbahasa Jawa.

Yogyakarta merupakan salah satu destinasi utama di Pulau Jawa yang memberikan peranan penting bagi bandara dalam mendukung industri kepariwisataan suatu daerah. Bandara dianggap menjadi etalase karena fungsi konektivitasnya dari dan menuju suatu lokasi wisata.

Hal ini pula yang menjadi langkah Angkasa Pura I Bandara Adisutjipto Yogyakarta dalam mendukung Pemerintah Daerah untuk mencapai target 4 persen wisatawan yang berkunjung di Yogyakarta pada tahun 2018, melalui promosi wisata DIY.

Senin, 17 Juli 2017

NAM Air Terbang ke Nabire, Dekai, Biak dan Jayapura

NAM Air

Maskapai NAM Air akan mulai melayani sejumlah rute penerbangan baru dari Nabire-Biak PP, Nabire-Jayapura PP dan Jayapura-Dekai PP. Tiga rute baru tersebut dilayani NAM Air mulai 20 Juli 2017 dengan pesawat barunya ATR 72-600.

Dikutip dari infopenerbangan.com, Senior Manager Corporate Communications Sriwijaya Air Group Agus Soedjono menjelaskan, pihaknya yakin terobosan baru yang dilakukan oleh NAM Air ini bisa memberikan hasil yang bagus.

Dengan menggunakan pesawat ATR 72-600 ini bisa membuka konektivitas transportasi udara dalam menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, membantu percepatan pembangunan dan pariwisata di Papua.

Jadwal penerbangan rute Nabire-Biak PP yaitu berangkat dari Nabire pukul 06.30 WIT dan tiba di Biak pukul 07.20 WIT. Penerbangan sebaliknya berangkat dari Biak pukul 07.45 WIT dan akan tiba kembali di Nabire pada pukul 08.35 WIT.

Sedangkan penerbangan Nabire-Jayapura PP yaitu berangkat dari Nabire pukul 09.00 WIT dan tiba di Jayapura pukul 10.40 WIT. Penerbangan sebaliknya berangkat dari Jayapura pukul 13.55 WIT dan tiba kembali di Nabire pukul 15.35 WIT.

Lalu untuk penerbangan Jayapura-Dekai PP berangkat dari Jayapura pukul 11.15 WIT, tiba di Dekai pukul 12.05 WIT. Penerbangan sebaliknya berangkat dari Dekai pukul 12.30 WIT dan tiba kembali di Jayapura pukul 13.20 WIT.

Selain pengembangan pertumbuhan ekonomi dan bisnis, pembukaan tiga rute baru tersebut juga sebagai wujud nyata dalam merealisasikan misi NAM Air yaitu Merajut Pulau Mendekatkan Jarak.

Adanya layanan terpadu dari Sriwijaya Air Group (Sriwijaya Air dan Nam Air), maka keinginan untuk mendekatkan jarak antar pulau hingga ke wilayah-wilayah yang paling dalam seperti Kotamadya dan Kabupaten akan mudah dijangkau.

Selain rute Nabire-Biak PP, Nabire-Jayapura PP dan Jayapura-Dekai PP, NAM Air juga akan mengoperasikan pesawat ATR 72-600 berikutnya untuk penerbangan dari dan ke Fakfak, Raja Ampat, Kaimana, Sorong dan Manokwari.

Sabtu, 15 Juli 2017

Bandara Internasional Kualanamu Raih Sertifikasi Bintang 4 dari Skytrax

Bandara Internasional Kualanamu
Atas pelayanan yang baik kepada para penumpang pesawat dan pengunjung bandara, Bandara Internasional Kualanamu kembali meraih sertifikasi Bintang 4 dari Skytrax. Sertifikasi ini berdasarkan penilaian Airline Quality Ranking.

Penilaian Airline Quality Ranking didasarkan dari kemampuan bandara memberikan yang terbaik pada produk yang berhubungan langsung dengan konsumen atau penumpang pesawat, termasuk juga layanan dari para staf frontliners di terminal.

Produk yang berhubungan langsung dengan konsumen misalnya pelayanan di area keberangkatan, kedatangan, dan transit. Pelayanan dimaksud yakni fasilitas bandara, customer services, keamanan, imigrasi, dan area komersial termasuk tenant makanan dan minuman.

Dikutip dari indoaviation.co.id, PresDir Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin menjelaskan, Bandara Internasional Kualanamu merupakan satu-satunya bandara di Indonesia yang mampu meraih sertifikasi Bintang 4, artinya ini bandara terbaik di Indonesia.

Selain Bandara Kualanamu, Bandara Soekarno-Hatta juga meraih sertifikasi tetapi masih Bintang 3, saat ini Bandara Soekarno-Hatta sedang memacu pengembangan untuk meningkatkan standar pelayanan.

Bandara Soekarno-Hatta juga sempat meraih penghargaan The World Most Improved Airport 2017, juga dari Skytrax.

Angkasa Pura II saat ini sedang mengembangkan seluruh bandara yang dikelolanya terutama dalam infrastruktur digital guna menjadikan bandara beroperasi secara efektif dan efisien.

Pada akhirnya, pengembangan itu diharapkan membawa bandara-bandara yang dikelola Angkasa Pura II bisa membawa sektor transportasi udara di Indonesia ke tingkatan yang lebih tinggi lagi dari saat ini.

Bandara-bandara di dunia lainnya yang juga meraih sertifikasi Bintang 4 antara lain Abu Dhabi International Airport, Barcelona El Prat Airport, Frankfurt Airport, dan London Heathrow Airport.

Bandara Internasional Kualanamu saat ini melayani penerbangan dari 12 maskapai termasuk penerbangan internasional ke Malaysia, Singapura, Thailand, dan Arab Saudi.

Kamis, 13 Juli 2017

Maskapai Ini Beroperasi dari Terminal 3 Ultimate

Maskapai di Terminal 3 Ultimate
Maskapai

Mulai hari Senin Tanggal 10 Juli 2017 kemarin, maskapai Saudi Arabian Airlines, telah beroperasi dari Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta. Dalam waktu dekat, ada 4 maskapai lagi yang segera beroperasi dari Terminal 3 Ultimate.

Dikutip dari indoaviation.co.id, Senior General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta, M. Suriawan Wakan menjelaskan, Dalam waktu dekat, ada 4 maskapai internasional lagi yang beroperasi di Terminal 3 Ultimate.

Maskapai internasional itu adalah Vietnam Airlines, Korea Air, Xiamen Airlines, dan China Airlines. Vietnam Airlines mulai beroperasi di Terminal 3 pada 12 Juli, Korea Air mulai 17 Juli, Xiamen Air mulai 30 Juli, China Airlines mulai 8 Agustus 2017.

Semua maskapai yang dipindah ke Terminal 3 tersebut merupakan anggota dari aliansi penerbangan Skyteam. Ditargetkan, seluruh penerbangan internasional dari Bandara Soekarno-Hatta akan diterbangkan dari Terminal 3 pada tahun ini.

Perpindahan operasional ke Terminal 3 Ultimate telah dipersiapkan secara matang, termasuk menerapkan common use check-in counter system yang juga sudah diterapkan bandara terbaik di dunia.

Awal pekan kemarin, tepatnya pada hari Senin tanggal 10 Juli 2017, maskapai Saudi Arabian Airlines resmi beroperasi di Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta.

Pesawat perdana Saudi Arabian SV 816 rute Jeddah-Jakarta mendarat di Terminal 3 pada pukul 09.00 WIB, membawa 398 penumpang, yang terdiri dari 28 penumpang bisnis, 365 penumpang ekonomi, dan 21 cabin crew.

Minggu, 09 Juli 2017

AirNav Kembangkan Rapid Exit Taxiway di Bandara Ngurah Rai

Rapid Exit Taxiway Bandara Ngurah Rai
Rapid Exit Taxiway
Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan (LPPNP) atau lebih dikenal dengan AirNav Indonesia cabang Denpasar Bali berencana mengembangkan Rapid Exit Taxiway (RET).

Pengembangan Rapid Exit Taxiway (RET) ini dilakukan untuk mengakomodasi lebih banyak pergerakan pesawat di bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali yang semakin bertambah padat.

Saat ini ada dua Rapid Exit Taxiway yang ada bisa melayani 27 pergerakan pesawat terbang selama satu jam. Jika ditambah, maka paling tidak ada 30 pergerakan pesawat terbang satu jam bisa terjadi.

Pada angka 27 pergerakan pesawat terbang per jam saja, menjadikan Bandara Ngurah Rai sebagai bandara komersial tersibuk di Indonesia. Hampir tiap dua menit ada pesawat terbang yang mendarat atau lepas landas.

Dikutip dari infopenerbangan.com, General Manajer AirNav Indonesia Cabang Denpasar Bali, Maskon Humawan menjelaskan, RET akan dikembangkan untuk mendukung target Kemenpar yang kekurangan 2 juta seat tahun ini.

Rapid Exit Taxiway (RET) itu akan mengakomadasi penambahan penerbangan dari luar negeri. Banyak yang minta masuk ke Bali jika infrastruktur Rapid Exit Taxiway itu bisa ditambah.

Rapid Exit Taxiway ini dibuat khusus agar pesawat bisa keluar dari landasan secara cepat. Begitu mendarat dengan kecepatan tinggi, pesawat terbang masih bisa keluar. Kalau sekarang harus berhenti pelan-pelan.

Dengan masuk ke apron pesawat secara pelan-pelan, maka membuat pergerakan pesawat terbang di landas pacu terbatas. Sedangkan pesawat terbang yang akan mendarat dan tinggal landas cukup banyak.

Jumat, 07 Juli 2017

Inilah Tugas Aviation Security

Aviation Security
Di setiap bandara baik yang dikelola oleh Angkasa Pura I, Angkasa Pura II ataupun di bawah Kementerian Perhubungan, pasti terdapat personel-personel atau petugas yang tugasnya untuk menjaga keamanan bandara.

Mereka bertugas baik di sisi darat (landside) seperti terminal bandara, maupun di sisi udara (airside), seperti landasan pacu (runway), apron dan taxiway. Personel atau petugas ini disebut sebagai Aviation Security (Avsec).

Dikutip dari indoaviation.co.id, Direktur Keamanan Penerbangan Ditjen Perhubungan Udara, M Nasir Usman menjelaskan, terdapat tiga tingkatan personel Avsec yakni Basic Avsec, Junior Avsec, dan Senior Avsec.

Basic Aviation Security memiliki tugas yaitu untuk melihat profiling seseorang yaitu memeriksa orang secara manual, memerika tubuh, melihat wajahnya, apakah ada sesuatu yang mencurigakan atau tidak, pemeriksaan dari kaki sampai ke atas.

Sedangkan Junior Aviation Security memiliki tugas yaitu mengoperasikan perangkat X-Ray dan memantaunya di monitor. Minimal harus memiliki sertifikat Junior Aviation Security.

Lalu untuk Senior Aviation Security bertugas sebagai supervisor, yaitu mengawasi cara kerja para aviation security secara keseluruhan. Jadi ketiga kualifikasi itu di setiap bandara pasti ada.

Untuk menjadi seorang Aviation Security harus dilihat secara signifikan background check-nya. Misalnya, apakah ada criminal record yang pernah dilakukan sebelumnya atau tidak.
Para calon Aviation Security harus mengikuti pendidikan kelembagaan training aviation security yang sudah disertifikasi oleh Direktur Jenderal Perhubungan Udara.

Hal ini sesuai dengan UU No. 1 Tahun 2009 yang menyatakan, ‘Setiap personel penerbangan wajib memiliki Surat Kecakapan Personel’, dan didapatkan setelah mengikuti pendidikan.