Selasa, 30 September 2014

Rute Baru Sriwijaya ke Indonesia Timur

Sriwijaya Airlines membuka Rute baru tujuan Ambon-Manado via Ternate. Rute tersebut dibuka pada 1 Oktober 2014. Senior Manager Corporate Communication Sriwijaya Air, Agus Soedjono, menuturkan bahwa rute baru ini akan dilayani seminggu tiga kali, yakni Senin, Rabu dan Jumat, dengan kapasitas 120 penumpang economy class.

Dengan dibukanya rute Ambon–Manado via Ternate oleh Sriwijaya Air ini, semakin memberikan pilihan kepada masyarakat untuk dapat menggunakan transportasi udara dalam bepergian melintasi pulau Maluku dan Sulawesi.

“Untuk sementara, rute ini hanya akan dilayani seminggu tiga kali, akan tetapi tidak menutup kemungkinan untuk dilayani setiap hari apabila animo dan respons di wilayah tersebut besar. Adalah suatu kebanggaan bagi kami bila dapat melayani pelanggan di wilayah Timur Indonesia,” ujar Agus dalam keterangan tertulisnya.

Jadwal rute penerbangan baru Ambon–Manado via Ternate PP ini, direncanakan akan berangkat dari Ambon menuju Ternate menggunakan pesawat Boeing 737 500 dengan nomor penerbangan SJ 695 pukul 07.35 WIT. Pesawat diperkirakan tiba di Ternate pukul 08.25 WIT. Dilanjutkan dari Ternate ke Manado dengan nomor penerbangan SJ 690 yang berangkat pukul 09.00 WIT tiba pukul 08.45 WITA.

Untuk rute sebaliknya, dijadwalkan pesawat akan berangkat dari Manado menuju Ternate menggunakan SJ 691 pada pukul 09.30 WITA, dan akan tiba pada pukul 11.20 WIT. Dan akan dilanjutkan penerbangan Ternate–Ambon menggunakan SJ 694 yang berangkat pukul 11.50 WIT dan tiba di Ambon pukul 12.40 WIT.

Sumber: infopenerbangan.com

Senin, 29 September 2014

Beberapa Maskapai akan Buka Rute Baru dari Solo

Sejumlah maskapai penerbangan nasional rupanya mengincar pembukaan rute-rute baru dari Bandara Adi Sumarmo Solo. Pihak otoritas Bandara Adi Sumarmo mengungkapkan, pada bulan November mendatang akan ada tiga maskapai penerbangan yang akan membuka rute baru dari Solo.

Menurut General Manager Bandara Adi Sumarmo Abdullah Usman, tiga maskapai penerbangan yang akan membuka rute baru dari Solo antara lain Sriwijaya Air dengan rute Solo-Pontianak, Indonesia AirAsia rute Solo-Denpasar, dan Batik Air dengan rute Solo-Jakarta.

Selain itu, anak perusahaan Lion Group, Wings Air, yang saat ini sudah mengoperasikan rute Solo-Surabaya juga berencana menghubungkan Solo dengan Bandung. Saat ini perizinan untuk membuka rute Solo-Bandung sedang diproses oleh pihak Wings Air.

“Potensi penerbangan dari Solo sangat besar dan bisa dikembangkan ke berbagai kota maupun ke luar negeri. Bahkan saat ini sudah ada yang tertarik untuk mengisi rute yang akan ditinggalkan SilkAir,” ungkap Usman saat ditemui wartawan disela acara Solo World Tourism Day (SWTD) di Balekambang, Sabtu (27/9/2014), seperti dilansir SOLOPOS.COM.

Sumber: indo-aviation.com

Sabtu, 27 September 2014

Citilink Gencarkan Ekspansi Pasar Domestik

Menyusul pertumbuhan konsumen Indonesia terus meningkat dalam beberapa waktu terakhir, maskapai penerbangan Citilink agresif melakukan ekspansi di pasar domestik. Seperti diutarakan Direktur Utama PT Citilink Indonesia Arif Wibowo, berdasarkan data pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal cukup baik. ”Mereka (konsumen) merupakan pasar potensial bagi kami dalam melakukan penetrasi pasar,” katanya seperti dilansir Suara Merdeka.

Selain itu, alasan lain bagi Citilink untuk terus menambah rute penerbangan domestik tak lain populasi penduduk yang semakin besar.  “Kami optimis trafik penumpang Citilink akan terus meningkat mengingat semakin banyak permintaan penerbangan oleh masyarakat,” kata pria yang juga ketua INACA itu.

Alasan lainnya, kata Arif, adalah semakin tingginya jumlah turis masuk ke Indonesia dan momentum Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang dimulai pada tahun depan juga diprediksi turut memberikan andil pada peningkatan jumlah penumpang.

Dia menyebut, jumlah penumpang tahun 2014 ini diprediksi Citilink akan mencapai 8,2 juta orang. Sedangkan, tahun 2018 mendatang harapannya jumlah penumpang bisa mencapai 20 juta orang. Adapun, untuk segmentasi pasar sendiri, anak perusahaan Garuda Indonesia ini akan menyasar ke masyarakat menengah atas dengan tetap berbasis penjualan murah.

”Citilink belum banyak diketahui oleh masyarakat, maka kami merasa perlu untuk melakukan penetrasi merek ke pasar lokal. Sebab, meski Citilink merupakan anak perusahaan Garuda Indonesia, bukan berarti masyarakat otomatis akan tahu,” kata Arif.

Dalam berbagai kesempatan Citilink terus mengenalkan maskapai tersebut kepada masyarakat. Salah satu upaya yang dilakukan yaitu pada tahun 2015 mendatang, Citilink berencana akan melakukan IPO (Initial Public Offering) atau menawarkan saham perdana ke publik.

“Mengenai keputusan IPO tersebut, sejauh ini kami berupaya untuk terus memantau kondisi ekonomi nasional terkini karena kami tidak ingin keliru dalam mengambil langkah tersebut,” tandasnya.

Sumber: indo-aviation.com

Kamis, 25 September 2014

Mulai Oktober Penumpang Garuda Bayar Airport Tax Di Bandara

Setelah mendukung pelaksanaan penerapan “Passenger Service Charge (PSC)” pada tiket selama dua tahun ini, maka berkaitan dengan habisnya masa berlaku kontrak kerjasama pengutipan PSC atau “Airport tax” oleh Garuda Indonesia, pada 30 September 2014 mendatang, maka efektif 1 Oktober 2014, Garuda Indonesia tidak lagi melakukan pengutipan biaya PSC pada tiket.

Dengan berakhirnya kerjasama tersebut, maka efektif 1 Oktober 2014 prosedur pengutipan biaya PSC telah diambil alih oleh pihak Pengelola Bandara kepada penumpang secara langsung, disaat keberangkatan di bandara.

Garuda Indonesia, selama ini merupakan airline yang paling mendukung kebijakan pemerintah, dan keinginan pengguna jasa untuk menyatukan PSC pada tiket. Hal ini terbukti bahwa selama 2 tahun ini, hanya Garuda Indonesia Group yang
melaksanakannya.

Pada saat awal kesepakatan antar stake-holders terkait hal ini, disepakati bahwa dalam periode bridging, semua airline akan ikut. Namun terbukti, hingga sampai akhir masa kontrak, belum ada airline lain yang ikut, sehingga Indonesia tidak bisa masuk ke daftar negara IATA yang menerapkan kebijakan ini.

Kontrak Kerjasama penggabungan PSC pada tiket antara Garuda, PT. Angkasa Pura I dan PT. Angkasa Pura II ditandatangani pada tanggal 1 Oktober 2012 dengan periode masa berlaku dua tahun atau sampai dengan 30 September 2014. Ketentuan tersebut berlaku untuk penerbangan sektor domestik Garuda.

Peraturan Direktur Jendral Perhubungan Udara No. KP/447/2014, tanggal 9 Sep 2014 perihal pembayaran PSC pada tiket, akan menjadi payung hukum bagi pengelola bandara untuk mengimplementasikan PSC pada tiket sesuai dengan “IATA Standard”. Dimana hal tersebut akan menjadi “one for all solutions” yaitu system PSC pada tiket sesuai IATA Standard berlaku untuk semua airline domestik dan internasional yang terbang dari dan ke Indonesia dan diterapkan secara serentak.

Berkaitan dengan pembayaran PSC yang selanjutnya akan dilaksanakan oleh Pengelola Bandara, maka untuk kenyamanan para pengguna jasa, Garuda Indonesia menghimbau agar dapat hadir ke bandara lebih awal.

Sumber: infopenerbangan.com

Rabu, 24 September 2014

Citilink Tetap Menyatukan Airport Tax Dengan Tiket

Anak perusahaan Garuda Indonesia Citilink menyatakan tidak akan memisahkan airport tax dari harga tiket, Citilink akan tetap melakukan mekanisme selama ini, yakni harga tiket sudah termasuk airport tax.

“Sekali lagi kami menegaskan bahwa Citilink memandang kebijakan menggabungkan airport tax ke dalam tiket adalah salah satu cara untuk memberikan kemudahan kepada penumpang guna memberikan efisiensi waktu serta menghindari antrian panjang di bandara,” kata President & CEO Citilink Indonesia, Arif Wibowo.

“Pertimbangan lainnya juga terkait dengan semangat Citilink yang berbasis pada tiga hal yaitu simple, on time, dan convenience, dari prinsip itulah kebijakan penggabungan itu diterapkan, sehingga sejalan dengan upaya untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi penumpang,” .

Arif mengonfirmasi hal itu terkait dengan pemberitaan rencana maskapai yang akan memisahkan airport tax dengan harga tiket per 1 Oktober 2014.

Sumber: infopenerbangan.com

Selasa, 23 September 2014

Citilink Buka Rute Makasar-Surabaya

Maskapai penerbangan Citilink akan membuka rute baru Makassar-Surabaya mulai 9 Oktober 2014. Rute ini akan dilayani sekali sehari menggunakan pesawat Airbus A320 berkapasitas 180 seat.

Sebelumnya maskapai Citilink ini telah menerbangi Makassar-Jakarta dan Makassar Balikpapan masing-masing dua kali sehari. Distric Sales Manager Citilink, Wiyono Andriaji, mengatakan rute ke Surabaya merupakan salah satu kota yang cukup potensial dari sisi penumpang.

Menurutnya dari segi bisnis rute tersebut termasuk yang terpadat mengingat penyebaran penduduknya yang cukup besar di berbagai daerah, termasuk Makassar. Rute ini akan dilayani Citilink pukul 13.35 Wita dan tiba pukul 14.15 di Surabaya.

Sumber: infopenerbangan.com

Senin, 22 September 2014

Tiket Promo Garuda Indonesia Terbaru

Maskapai Garuda Indonesia menawarkan program penerbangan awal tahun dengan harga promo. Periode pembelian tiket hanya sepekan yakni 22-30 September 2014, dengan periode pemberangkatan 1 Januari-10 Juli 2015.

Rute yang ditawarkan diantaranya Makassar-Jakarta Rp 852.500, Makassar-Surabaya Rp 545.600, Makassar-Denpasar Rp 497.200, Makassar-Lombok Rp 454.300, Makassar-Balikpapan Rp 416.900, Makassar-Jogjakarta Rp 658.900, Makassar-Manado Rp 616.000, Makassar-Kendari Rp 366.300, Makassar-Palu Rp 445.500, Makassar- Gorontalo Rp 552.200.

Kemudian Makassar-Ambon 632.500, Makassar-Ternate Rp 707.300, Makassar-Sorong Rp 761.200, Makassar-Biak Rp 996.600, Makassar-Manokwari Rp 1.029.600, Makassar-Timika Rp1.061.500, dan Makassar-Jayapura Rp 1.344.200.

Sedangkan untuk Garuda Indonesia Explore dari Makasaar ke Kolaka Rp 323.400, Makassar-Bau-Bau Rp 361.900, Makassar-Mamuju Rp 364.100, Makassar-Bima Rp 447.700, dan Makassar-Luwuk Rp 590.700.

Sales and Marketing Manager Garuda Indonesia Branch Office Makassar, Tubagus Irfan Farhandi mengatakan, harga yang ditawarkan sudah nett dan termasuk PPN, asuransi, surcharge dan airport Tax.

“Promo ini kami tawarkan selama persedian seat masih ada,”katanya, Senin (22/9/2014).

Sumber: infopenerbangan.com

Minggu, 21 September 2014

Citilink Juga Ramaikan Penerbangan ke China

Maskapai penerbangan Sriwijaya Air menyatakan bahwa layanan penerbangan charter antara Indonesia dan China mengalami kesuksesan. Apalagi rute-rute penerbangan charter ke China itu dianggap membawa angin segar dan memperpanjang napas Sriwijaya Air setelah pada akhir tahun lalu hampir kolaps karena melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Sejak diluncurkan pada Januari tahun ini, Sriwijaya Air telah mengoperasikan layanan penerbangan menuju tujuh destinasi di China, antara lain Hangzhou, Ningbo, Chengdu, Chongqing, Changsa, Xiamen, dan Zhengzhou. Saat ini Sriwijaya Air memang masih melayani rute itu secara charter-regular, tapi perusahaan sudah melirik untuk mewujudkannya menjadi penerbangan reguler.

Selain Sriwijaya Air, rupanya ada maskapai penerbangan lokal lain yang juga sudah bermain di pasar penerbangan charter-regular antara Indonesia dan China. Maskapai penerbangan itu adalah anak perusahaan dari Garuda Indonesia, Citilink Indonesia.

Vice President Communications Citilink Indonesia Benny Butar-Butar menuturkan, Citilink telah melayani rute penerbangan charter Denpasar-Chongqing sejak awal tahun ini. Menurutnya, kini banyak agen perjalanan di China yang meminta frekuensi penerbangan itu ditambah karena permintaan dari penumpang yang terus mengalami peningkatan.

Meskipun demikian, Benny mengungkapkan bahwa Citilink belum memiliki rencana untuk melayani penerbangan reguler antara Indoensia dan China dalam waktu dekat ini. “Kalau dijadikan regular flight belum, tapi opsi itu semakin terbuka lebar dengan semakin penuhnya penumpang di setiap penerbangan,” katanya.

Sumber: indo-aviation.com

Sabtu, 20 September 2014

Pemerintah Tolak untuk Hapus Tarif Batas Atas

Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan telah menolak permintaan Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia atau Indonesia National Air Carrier Association (INACA) untuk menghapuskan tarif batas atas penerbangan di kelas ekonomi.

Direktur Angkutan Udara Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Djoko Murjatmodjo mengungkapkan, jika tarif batas atas dihapuskan, maka itu akan membebani penumpang karena maskapai penerbangan akan mencoba memberikan harga yang sangat tinggi saat musim padat.

“Kami tidak bisa menghapuskan mekanisme tarif batas atas tanpa melakukan revisi Undang-Undang No. 1/2009 tentang layanan penerbangan. Peraturan itu memiliki fungsi untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat,” kata Djoko Murjatmodjo seperti dilansir The Jakarta Post. “Meskipun demikian, jika INACA ingin mekanisme tarif batas atas dihapuskan, itu berarti peraturan harus direvisi, yang jelas prosesnya memerlukan waktu lama,” ungkap Djoko lebih lanjut.

Sebelumnya, Ketua INACA Arif Wibowo meminta Kementerian Perhubungan untuk menghapuskan tarif batas atas, khususnya pada rute-rute sibuk yang sudah dilayani oleh minimal tiga maskapai penerbangan. Dia mengatakan, penghapusan tarif batas atas tidak akan memberatkan bagi konsumen karena persaingan yang ketat. Menurut Arif, jika maskapai penerbangan mematok tarif lebih tinggi daripada pesaingnya, maka konsumen tidak akan menggunakan jasa maskapai penerbangan itu.

Sumber: indo-aviation.com

Jumat, 19 September 2014

Load Factor Garuda ke London Capai 84 Persen

Garuda Indonesia yang telah meluncurkan layanan penerbangan dari Jakarta ke London sejak 8 September 2014 lalu mengakui bahwa tingkat isian kursi atau load factor pada penerbangan itu hampir selalu penuh.

Bagusnya load factor yang didapatkan oleh Garuda Indonesia ini bisa terjadi karena beberapa keunggulan yang dimiliki oleh Garuda Indonesia, di antaranya waktu tempuh yang lebih cepat dan pelayanan awak kabin yang sudah diakui dunia. “Alhamdulillah tingkat isian Jakarta-London, London-Jakarta di kisaran 83-84 persen dari total kapasitas,” kata General Manager Garuda Indonesia untuk Inggris dan Irlandia Jubi Prasetyo seperti dilansir detikcom.

Saat ini Garuda Indonesia melayani penerbangan Jakarta-London Gatwick via Amsterdam sebanyak lima kali dalam seminggu. Penerbangan itu dioperasikan dengan pesawat Boeing 777-300ER yang berkapasitas 314 kursi, terdiri dari delapan kursi first class, 38 kursi kelas bisnis, dan 268 kursi kelas ekonomi.

Pesawat yang masih sangat baru ini dilengkapi dengan fasilitas inflight connectivity, memungkinkan bagi penumpang mengakses internet dalam penerbangan, seperti browsing, chatting, mengirim email, dan mengakses media sosial.

Sumber: indo-aviation.com

Kamis, 18 September 2014

Tiket Promo Jakarta-Jepang 2014

Traveler yang ingin liburan ke Jepang, datang dulu ke pameran Jakarta Japan Matsuri 2014 di Plaza Senayan, Jakarta. Di sini, Anda bisa membeli tiket Garuda dengan harga miring ke berbagai destinasi di Jepang.

Pameran Jakarta Japan Matsuri 2014 segera digelar di Ground Floor Plaza Senayan, 18-20 September 2014. Di pameran ini, traveler bisa berburu tiket murah ke Jepang termasuk dari Garuda Indonesia.

Maskapai nasional ini memberi promo ke berbagai destinasi di Jepang. Tiket Jakarta-Tokyo/Osaka misalnya, harganya mulai dari USD 300 (Rp 3,6 juta) return.

Dari rilis yang diterima detikTravel, Kamis (18/9/2014), tersedia juga penawaran tiket murah untuk kelas Business dan First Class. Harganya USD 1.300 (Rp 15 juta) untuk Business Class, dan USD 3.600 (Rp 42 juta) untuk First Class untuk pergi-pulang.

Sumber: travel.detik.com

Rabu, 17 September 2014

Maskapai-Maskapai Dengan Fasilitas Mewah

Setiap maskapai mempunyai standarisasi kabin untuk penumpang. Bahkan setiap maskapai punya ketentuan yang berlaku supaya mendukung kenyamanan saat melakukan penerbangan jarak jauh. Mau tahu? Berikut maskapai-maskapai yang memiliki beragam keunggulan kabin, seperti dilansir CNN Travel, Selasa (16/9/2014).

Etihad Airways
Maskapai penerbangan nasional Uni Emirat Arab (UEA) ini meluncurkan kabin Residence Class pada pesawat Airbus A380 dan Boeing B787 Dreamliner rute Abu Dhabi menuju London PP. Mengusung tagline "Apartment on a plane" maskapai ini dilengkapi kamar tidur, ruang tamu, kamar mandi, dapur pribadi serta mini bar di dalam kabin.

Emirates
Tahun 2008, Emirates adalah maskapai pertama yang memiliki kabin first class dengan private door pada pesawat Airbus A380, A340-500 dan Boeing 777.
Istimewanya maskapai milik Dubai ini bukan lagi memanjakan penumpang dengan kamar yang nyaman. Tapi ada pula ruang spa dan massage sempurna selama penerbangan jarak jauh.

Air France
Maskapai Prancis ini terkenal dengan kabin La Premiere Air France dengan service maksimal. Nah, ada juga tipe kabin Mini-Suite dengan kenyamanan ekstra pada pesawat Boeing 777-300 yang dilengkapi kursi berteknologi mutakhir, layanan multimedia full HD dan wardrobe pribadi milik penumpang. Begitu juga dengan sentuhan kuliner di dalam pesawat, Air France bekerja sama dengan koki Michelin-rated untuk merancang menu baru La Premiere-nya.

Qantas
Qantas menawarkan kursi penumpang yang dilengkapi dengan fitur pijat di udara. Keunikannya lagi, maskapai Australia ini memiliki layanan privasi dengan berbagai tayangan kreatif. Rupanya Qantas juga tak mau kalah menyuguhkan aneka hidangan di atas udara, dengan racikan resep asli ala koki Neil Perry.

Lufthansa
Kabin Lufthansa sangat luas dan dilengkapi dengan kursi lie-flat dan banyak fasilitas utama lainnya. Maskapai ini memiliki akses bebas menaiki jet pribadi yang bisa Anda sewa. Layanan tersebut dikhususkan kepada penumpang yang membayar mahal dan mau menikmati liburan tanpa gangguan orang lain

Sumber: travel.okezone.com

Selasa, 16 September 2014

Tidak Ada Pengalihan Penerbangan Saat HUT TNI

Kementerian Perhubungan menyatakan bahwa saat pelaksaan Hari Ulang Tahun TNI 5 Oktober 2014 di Bandara Juanda, Surabaya, Jawa Timur, dipastikan tidak akan ada pengalihan penerbangan.

“Tidak ada pengalihan penerbangan. Kami hanya coba meminimalkan dampak penutupan sementara itu,” kata Direktur Keamanan Penerbangan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Yusfandri Gona, di Kuta, Kabupaten Badung.

Meski demikian, pihaknya tetap melakukan koordinasi dengan TNI untuk mengatur tingkat keamanan dan keselamatan penerbangan dalam pelaksanaan HUT TNI nanti.

“Semua dilakukan agar tetap terstruktur dan tidak mengganggu operasional komersial penerbangan di Bandara Juanda,” katanya.

Sementara terkait durasi yang akan digunakan untuk peringatan HUT TNI itu, Gona mengaku hal tersebut masih dibicarakan oleh pihak-pihak terkait. “Durasi masih dibicarakan,” ucapnya singkat.

Sebelumnya Panglima Tentara Nasional Indonesia Jenderal Moeldoko memastikan Bandar Udara Juanda Surabaya tidak akan ditutup secara penuh.

Menurut Moeldoko, akan dilakukan “blocking time” selama beberapa menit karena ada sebanyak 240 pesawat terbang yang akan diterjunkan dalam perayaan hari ulang tahun TNI ke-69.

Sumber: infopenerbangan.com

Senin, 15 September 2014

Garuda Rute Jakarta-London Laris Manis

Baru-baru ini Garuda Indonesia resmi terbang nonstop ke rute Jakarta-London via Amsterdam PP. Meski demikian, animo wisatawan sangat tinggi.

Penerbangan perdana Garuda Indonesia ke London Senin, 8 September 2014 menggunakan pesawat Boeing 777-300 ER, berkode GA088. Pertama berangkat dari Bandara Internasional Seokarno Hatta pukul 00.40 WIB dan tiba di London Gatwick Airport pukul 12.00 waktu dan hari sama.

"Animo penumpang bagus sekali. Kita jual 40% ke London dan 60% ke Amsterdam," ucap Direktur Penjualan dan Pemasaran Garuda Indonesia Erik Meijer, usai peresmian GATF 2014 di Cendrawasih Room, JCC Senayan, Jakarta Pusat, baru-baru ini

Erik mengatakan pembagian target, agar penjualan tiket dua rute menjadi seimbang. Mengingat Garuda Indonesia menjadi maskapai satu-satunya terbang ke Eropa.

Seperti diketahui, Garuda Indonesia melayani penerbangan dari dan menuju London via Amsterdam sebanyak lima kali per minggu, tepatnya hari Senin, Rabu, Jumat, sabtu dan Minggu.

Sumber: travel.okezone.com

Sabtu, 13 September 2014

Citilink Targetkan Penjualan Rp 3 Miliar

Maskapai penerbangan nasional berbiaya murah (LCC), Citilink menargetkan transaksi penjualan hingga Rp 3 miliar pada gelaran Garuda Indonesia Travel Fair (GATF) 2014 pada 12 hingga 14 September di Jakarta Convention Center (JCC).

“Sebagai bagian dari Garuda Indonesia Group, kami ikut berpartisipasi untuk menyukseskan gelaran akbar GATF, dengan menjangkau konsumen yang lebih luas melalui diskon 10 persen selama tiga hari pameran,” kata President & CEO Citilink Indonesia, Arif Wibowo, di Jakarta, Jumat (12/9/2014).

Dalam gelaran GATF, Citilink juga menawarkan diskon sebesar 10 persen bagi pengunjung yang melakukan transaksi pembelian tiket di agen perjalanan yang berpartisipasi selama pameran dengan periode perjalanan 12 September hingga 30 November 2014 ke semua destinasi Citilink yang tersebar di 22 kota.

Pada gelaran GATF kali ini dihadiri sedikitnya 60 agen perjalanan dan berbagai perusahaan di industri pariwisata seperti hotel, resort, dan lembaga-lembaga pariwisata baik dalam maupun luar negeri.

Menurut Arif, target tersebut sejalan dengan capaian penjualan Citilink dalam gelaran GATF periode pertama pada April yang sebesar Rp1,5 miliar.

“Dengan pertumbuhan yang dicapai Citilink saat ini, kami yakin target tersebut akan tercapai, terlebih melihat animo masyarakat untuk berpergian pada paruh kedua tahun 2014 ini yang cukup tinggi,” tambah Arif.

Sumber: infopenerbangan.com

Kamis, 11 September 2014

Airport Tax Akan Disatukan dengan Tiket Pesawat

Setelah selama ini dipisahkan, pajak bandar udara atau airport tax akan dikenakan atau digabung bersama dengan pembelian tiket pesawat terbang. Seperti diungkapkan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan, koordinasi terkait hal itu sudah dilakukn perusahaan BUMN pengelola bandara yakni PT Angkasa Pura I (Persero) dan PT Angkasa Pura II (Persero), dengan Kementerian Perhubungan.

“Kedua perusahaan pelat merah melalui Kementerian BUMN berkoordinasi agar aturan terkait airport tax tersebut segera diterbitkan. Akhirnya, aturan terkait airport tax diterbitkan Kemenhub pada Senin (8/9). Bahwa seluruh penerbangan diwajibkan memasukkan airport tax ke dalam harga tiket. Sehingga, perusahaan penerbangan yang akan membayar ke Angkasa Pura,” ungkapnya seperti dilansir Bisnis.com.

Dahlan menyebut, penerapan penerapan airport tax yang disatukan dengan harga tiket itu telah diterapkan sebelumnya pada penjualan tiket maskapai Garuda Indonesia. Dia menyebut, tujuan digabungkannya airport tax itu, agar proses di bandara tidak berbelit-belit dan terkesan terjadi banyak pungutan.

AP I dan AP II sebagai operator bandara tidak bisa begitu saja memberlakukan aturan penggabungan airport tax. Pasalnya, sejumlah bandara di Indonesia seperti Batam, Lampung, Kendari dan Jayapura tidak dikelola oleh perusahaan BUMN.

“Yang malu kita sebagai bangsa, tidak peduli penerbangannya apa. Kayaknya kalau naik pesawat di Indonesia kok ruwet, itu yang malu kita semua,” tegasnya.

Sumber: indo-aviation.com

Rabu, 10 September 2014

Citilink Tidak Punya Pesaing di Bandara Halim

Maskapai penerbangan Citilink Indonesia akan tetap menjadi satu-satunya maskapai penerbangan berjadwal yang beroperasi di Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta hingga akhir tahun ini. Hal itu dikarenakan tidak ada maskapai penerbangan lain yang mengajukan slot di Bandara Halim Perdanakusuma.

Menteri Perhubungan EE. Mangindaan mengatakan, sebelumnya beberapa maskapai penerbangan memang mengajukan slot penerbangan di Bandara Halim Perdanakusuma, tapi hingga kini tidak ada tindak lanjutnya. “Awalnya AirAsia dan maskapai lainnya, tapi hingga akhir tahun dipastikan hanya Citilink yang di Halim,” katanya.

Mangindaan merasa kecewa terhadap beberapa maskapai penerbangan yang enggan mengalihkan penerbangannya ke Bandara Halim Perdanakusuma. “Mereka minta slot lain, tambahan penerbangan atau tambah lagi, bermacam-macam mereka minta. Harusnya kan dipindahkan slotnya bukan ditambah. Yang di Halim itu dipindahkan,” ujar Mangindaan.

Sejumlah maskapai penerbangan, seperti Garuda Indonesia, Indonesia AirAsia, dan Lion Air, memang membatalkan niatnya untuk memindahkan operasional beberapa penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta ke Bandara Halim Perdanakusuma. Pembatalan itu dilakukan oleh maskapai penerbangan karena menganggap operasional tidak akan efisien jika slot yang diberikan hanya sedikit.

Sumber: indo-aviation.com

Selasa, 09 September 2014

Garuda Buka Rute Jakarta-Nagoya April 2015

Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia akan meluncurkan rute baru yang menghubungkan antara Jakarta dan Nagoya di Jepang mulai bulan April 2015. Hal itu diungkapkan oleh Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar dalam pertemuannya dengan Gubernur Prefektur Aichi Jepang, Ohmura Hideaki di Jakarta, Senin (8/9/2014) malam.

Garuda Indonesia memiliki pertimbangan bahwa ada permintaan yang cukup banyak pada rute penerbangan ke Nagoya, yang termasuk dalam Prefektur Aichi. “Hal ini juga dilakukan sebagai upaya Garuda untuk memenuhi permintaan pasar dan meningkatkan jaringan penerbangan internasional, khususnya ke Jepang,” ucap Emirsyah Satar dalam siaran persnya, Selasa (9/9/2014).

“Jepang merupakan pasar yang penting bagi Garuda Indonesia, khususnya prefektur Aichi yang dikenal sebagai  pusat industri otomotif dan daerah tujuan wisata terkenal di Jepang. Kiranya kerjasama ini akan semakin mempererat hubungan baik kedua negara, khususnya dalam meningkatkan hubungan ekonomi, perdagangan dan wisata kedua negara,” papar Emirsyah Satar.

Menurut rencana, Garuda Indonesia akan melayani rute Jakarta-Nagoya sebanyak lima kali dalam sepekan dengan menggunakan pesawat Airbus A330-200. Pesawat ini dikonfigurasi dalam dua kelas yang terdiri dari 36 kursi kelas bisnis dan 186 kursi kelas ekonomi. Secara total pesawat ini mampu menampung hingga 222 kursi.

Saat ini Garuda Indonesia sudah mengoperasikan sebanyak 39 penerbangan dalam sepekan antara Indonesia dan Jepang. Rute penerbangan yang sudah dioperasikan Garuda Indonesia itu antara lain Jakarta-Tokyo Narita, Jakarta-Tokyo Haneda, Jakarta-Osaka Kansai, Denpasar-Tokyo Narita, Denpasar-Tokyo Haneda, dan Denpasar-Osaka Kansai.

Untuk memperluas jaringan rute penerbangannya, Garuda Indonesia kini telah menjalin kerja sama dengan maskapai penerbangan Jepang, All Nippon Airways (ANA). Penumpang Garuda Indonesia dari Jakarta dan Denpasar setelah mendarat di Jepang bisa melanjutkan penerbangan ke berbagai destinasi domestik di Jepang melalui penerbangan yang dioperasikan oleh ANA.

Sumber: indo-aviation.com

Senin, 08 September 2014

Liburan Murah ke Raja Ampat

Raja Ampat menjadi tujuan wisata populer bagi seluruh wisatawan dunia. Tak ayal, karena sudah terkenal di mata dunia, harga penginapan melambung tinggi.
Namun, tak perlu khawatir, ada beberapa cara menarik bisa mendapatkan penginapan murah ketika pelesiran ke kawasan tersebut. Dilansir situs perjalanan online Pegi-pegi, berikut beberapa langkahnya:

Nikmati Dengan Cara Backpacker
Salah satu cara termurah menikmati Raja Ampat adalah dengan backpacker. Anda hanya perlu mencari penginapan di malam hari sebagai tempat beristirahat dan mandi. Sementara siang harinya bebas mengeksplorasi kawasan ini.

Cari Hotel Murah
Carilah penginapan yang murah melalui internet atau booking secara online. Anda harus melakukannya jauh hari agar bisa mendapatkan tempat yang tepat. Jangan pernah merencanakan liburan ke kawasan ini pada waktu musim liburan. Karena akan menghadapi kenyataan lonjakan harga yang cukup mahal.

Kunjungi Desa Wisata
Salah satu alternatif lainnya adalah dengan mengunjungi desa wisata. Karena di dalamnya pasti disediakan beberapa homestay bagi Anda mengeksplore kawasan ini lebih dalam. Beberapa desa wisata tersebut antara lain Desa Sawinggrai, Yenwaupnor, Arborek, dan Yenbuba. Desa wisata ini mendukung perkembangan pariwisata daerah agar lebih ramai dan dikenal wisatawan.

Homestay
Jika tidak ingin berada di dalam homestay di desa wisata, Anda bisa memilih homestay di sekitar Pantai Saleo dengan tarif Rp 250 ribu per malam. Bahkan di Waisai bisa menemukan penginapan bertarif Rp150 ribu per malam. Penginapan yang paling lengkap ada di Pulau Misool. Tipe apa saja bisa ditemukan, seperti kelas melati, resort mewah, atau homestay milik para penduduk.

Sumber: travel.okezone.com

Minggu, 07 September 2014

Garuda Buka Rute Manado-Sorong-Timika

Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia melalui sub-brand Explore Jet mulai 9 September akan mengoperasikan rute baru yang menghubungkan antara Manado, Sorong, dan Timika.

Menurut rencana, rute Manado-Sorong-Timika dioperasikan tiga kali seminggu, yakni Selasa, Kamis, dan Sabtu. Rute ini sekaligus melengkapi rute Manado-Sorong-Jayapura empat kali seminggu setiap hari Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu, yang sudah dioperasikan sejak beberapa waktu yang lalu.

Untuk penerbangan perdana itu Garuda Indonesia Explore Jet memberikan harga promo rute Sorong-Timika mulai dari Rp 860.000 dan rute Manado-Timika mulai dari Rp 1,3 juta. “Jadi penumpang yang mau ke Jakarta (dari Timika/Sorong) yang selama ini biasa lewat Makassar ke Jakarta, bisa juga lewat (rute) Manado-Jakarta, atau lewat (rute) Jayapura-Jakarta, karena dari Jayapura ada penerbangan langsung,” kata General Manager Garuda Indonesia Branch Office Sorong Mac Fee Kindangen kepada Radar Sorong.

Penerbangan pada rute Manado-Sorong-Timika maupun Manado-Sorong-Jayapura dioperasikan dengan pesawat Bombardier CRJ1000 NextGen. Pesawat ini berkapasitas total 96 kursi, terdiri dari 12 kursi kelas bisnis dan 84 kursi kelas ekonomi.

Sumber: indo-aviation.com

Sabtu, 06 September 2014

Menteri Perhubungan Akan Naikkan Tarif Penerbangan

Menteri Perhubungan EE Mangindaan mengaku punya hutang kepada PT Garuda Indonesia Airlines (persero) Tbk. Hutang yang dimaksud Mangindaan adalah rencana untuk menaikkan tarif angkutan udara yang saat ini dibatasi oleh pemerintah.

“Saya memang punya hutang untuk menaikkan tarif. Kira-kira 10 persen,” ujar Mangindaan di peluncuran buku “Transformasi Garuda: From One Dollar to Billion Dollars Company’ di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Kamis (4/9/2014).

Diakui, meski banyak protes namun keinginan Mangindaan menaikkan tarif untuk menyelamatkan Garuda yang sudah merugi triliunan rupiah. “Saya angkat tangan saja, tapi yang penting bagaimana menyelematkan Garuda,” ungkap Mangindaan.

Sebelumnya diberitakan, Garuda rugi 211,7 juta dolar AS setara dengan Rp 2,4 triliun pada semester I/2014. Pada periode yang sama tahun sebelumnya Garuda mencatat kerugian 10,9 juta dolar AS.

Selain membayar utang, sebagai menteri perhubungan, dia meminta maaf bahwa hingga saat ini belum ada infrastruktur di dalam negeri yang memadai. Bahkan pertumbuhan industri penerbangan lebih cepat daripada infrastruktur di transportasi laut dan udara.

“Infrastruktur kalah cepat dengan airlines. Airlines pertumbuhannya cepat tapi infrastrukturnya lambat,” papar Mangindaan.

Sementara itu, Dirut Garuda Emirsyah Satar mengungkapkan, perusahaan penerbangan saat ini berupaya bertahan, menyusul bisnis penerbangan tahun ini sedang mengalami perlambatan. Hal itu akibat menderita kerugian akibat fluktuasi nilai tukar rupiah, tingginya harga avtur, dan perlambatan pertumbuhan ekonomi.

“Sekarang dalam perlambatan growth, kita manajemen berusaha agar bertahan dan dihormati baik domestik dan global. Ini sejalan dengan target pencapaian dan tujuan bersama,” ujarnya.

Dikatakan, manajemen dan Menteri BUMN telah mengadakan pertemuan untuk membahas langkah-langkah menekan kerugian perseroan.

Sejumlah langkah yang disiapkan di antaranya mengonversikan regulasi-regulasi berkaitan dengan maskapai penerbangan. Manajemen Garuda dan Dahlan Iskan akan memperjuangkan untuk mengubah sejumlah regulasi di Kementerian Perhubungan.

“Kami akan fight agar regulasi diubah terutama terkait batas atas, kami menunggu aturan batas atas itu,” ungkapnya.

Selain itu, perseroan melakukan efisiensi dengan mengganti pesawat-pesawat yang berbadan besar dengan pesawat yang lebih kecil bagi rute-rute penerbangan dengan frekuensi rendah. Penerbangan tersebut dapat menggunakan pesawat dengan usia lebih tua.

Sumber: infopenerbangan.com

Jumat, 05 September 2014

Garuda Tunda Peluncuran Rute ke Manila dan Mumbai

Garuda Indonesia pada tahun ini berencana meluncurkan dua rute penerbangan internasional baru, yakni dengan tujuan Manila di Filipina dan Mumbai di India. Namun rencana itu sepertinya tidak berjalan mulus karena Garuda Indonesia telah memutuskan untuk menundanya.

Penundaan peluncuran rute baru ke Manila dan Mumbai ini dipengaruhi oleh kondisi makro ekonomi di Indonesia yang kurang bergairah, menyebabkan anjloknya iklim usaha maskapai penerbangan di Indonesia. Bahkan pada semester pertama ini saja Garuda Indonesia telah mengalami kerugian sebesar US$ 211 juta. “Diperkirakan butuh dua tahun untuk mengembalikan untung,” kata Direktur Pemasaran dan Penjualan Garuda Indonesia Erik Meijer.

Selain itu, rute lain yang mendapatkan hambatan adalah rute segitiga Denpasar-Dili-Darwin yang rencananya diluncurkan pada bulan Oktober mendatang. Namun hingga kini izin dari pemerintah Australia belum juga keluar. “Dili bulan Oktober, rute Denpasar-Dili-Darwin menghubungkan tiga negara, izin belum keluar dari pemerintah Australia,” ujarnya.

Sumber: indo-aviation.com

Kamis, 04 September 2014

Bandara Trunojoyo Siap Operasikan Penerbangan Komersial

Kepala Satuan Kerja Bandara Trunojoyo Dwi Ariyanto mengatakan bahwa bandara yang berada di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, itu sudah siap secara teknis dalam mengoperasikan penerbangan komersial. Saat ini pihak bandara tinggal menunggu adanya maskapai penerbangan yang mau melayani penerbangan ke Sumenep.

“Kalau saja ada maskapai yang benar-benar siap menjadi operator penerbangan komersial dengan memanfaatkan Bandara Trunojoyo, saat ini pun sudah bisa dilakukan,” ujar Dwi Ariyanto di Sumenep, Rabu (3/9/2014), seperti dilansir oleh BeritaSatu.

Meskipun demikian, Dwi mengatakan bahwa Bandara Trunojoyo baru mampu melayani penerbangan dengan pesawat berkapasitas kurang dari 35 penumpang. “Landasan pacu pesawat di Bandara Trunojoyo yang sepanjang 1.160 meter dan berkekuatan 12 PCN (pavement classification number), sudah layak dilalui pesawat berkapasitas 35 penumpang,” katanya.

Menurut Dwi, salah satu kekurangan yang dimiliki oleh bandara ini adalah kurang luasnya area parkir untuk pesawat. “Kalau ada maskapai yang menjadi operator penerbangan komersial dan menggunakan pesawat terbang ATR 42 dan sejenisnya, lahan parkir hanya cukup untuk satu pesawat tersebut,” ucapnya.

Padahal, kata dia, Bandara Trunojoyo sudah digunakan oleh Merpati Pilot School (MPS) sebagai markas untuk latihan bagi siwsa-siswa penerbang sejak tahun 2010. “Biasanya ada dua hingga tiga pesawat latih milik PT MNA (Merpati Nusantara Airlines) yang berada di Bandara Trunojoyo. Lokasi parkir pesawat di Bandara Trunojoyo memang agak terbatas,” paparnya.

“Secara umum, lahan yang sekarang menjadi lokasi Bandara Trunojoyo memang terbatas. Kami pun berpikir kalau ada program penambahan fasilitas di Bandara Trunojoyo, sebaiknya menyesuaikan dengan rencana induk saja alias ditempatkan di sisi utara,” katanya.

Sebelumnya maskapai penerbangan Trigana Air Service berniat melayani penerbangan dari Bandara Trunojoyo ke sejumlah kota, seperti Surabaya, Banjarmasin, dan Denpasar. Namun rencana ini ditunda oleh Trigana Air Service karena menganggap kondisi bandara belum siap untuk melayani penerbangan komersial.

Sumber: indo-aviation.com

Rabu, 03 September 2014

Garuda Akan Merestrukturisasi Rute Domestik dan Internasional

Setelah semester I mencatatkan kerugian, PT Garuda Indonesia Airlines Tbk berusaha membukukan kinerja yang baik pada semester II 2014. Sejumlah langkah pun direncanakan guna menekan angka kerugian perseroan, di antaranya merestrukturisasi rute.

“Rute-rute yang dianggap kurang menguntungkan bagi perseroan akan ditutup, baik domestik maupun internasional,” tutur Direktur Utama Emirsyah Satar .

Emirsyah mencontohkan rencana pembukaan rute ke Mumbai dan Manila ditunda, sedangkan ke Taipei ditutup. Hal serupa, kata dia bakal diberlakukan pada rute-rute domestik yang tidak menguntungkan.

Selain itu, lanjut dia, akan menempuh berbagai langkah efisiensi dengan tidak terlalu agresif dalam berekspansi. Depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dan harga bahan bakar pesawat atau avtur yang tinggi menjadi penyebab Garuda merugi. Emirsyah mengakui bisnis penerbangan saat ini mengalami tekanan.

Sumber: indo-aviation.com

Selasa, 02 September 2014

Tips Membawa Barang Saat Perjalanan Udara

Saat melakukan traveling baik untuk urusan bisnis, wisata maupun keperluan lainnya, Anda pasti membawa barang-barang bawaan. Agar pengalaman bepergian Anda menyenangkan, berikut tips untuk mengurus kebutuhan Anda.

Sesuaikan Waktu Perjalanan
Atur barang-barang kebutuhan Anda yang sesuai dengan lama perjalanan. Jangan terlalu membawa banyak atau terlalu sedikit. Perlengkapan maupun peralatan sesuaikan dengan kebutuhan Anda saat berada di tujuan.

Pilihan Tas atau Koper
Sebaiknya pilih tas atau koper sesuai dengan barang yang dibawa. Jika barang banyak, sebaiknya dengan tas yang besar. Atur seringkas mungkin, sehingga tidak perlu membawa tas terlalu banyak.

Bagasi yang Harus Dibawa
Saat memilih suatu airlines, perhatikan berapa ukuran bagasi cuma-cuma yang diberikan. Pasalnya, setiap maskapai mempunyai peraturan berbeda-beda. Misalnya, untuk pesawat jet kelas ekonomi full service 20 kg, sementara maskapai berbiaya murah ada yang memberikan 15 kg untuk kelas ekonomi, ada juga tidak memberlakukan sama sekali, artinya penumpang harus membeli bagasi.

Tas Jinjing
Selain koper, Anda wajib membawa tas jinjing yang dibawa ke kabin. Barang-barang yang dibawa tentunya lebih penting, seperti dompet, laptop, uang, handphone, dokumen-dokumen penting dan sebagainya. Ingat, jangan pula membawa barang ke kabin lebih dari dua. Menurut pantauan tim Aviasi, awak kabin akan meminta Anda untuk menurunkan barang Anda yang berlebihan ke bagasi bawah pesawat.

Menggunakan Porter
Mintalah bantuan porter (petugas yang membantu penumpang membawa barang bawaan), Anda dapat memberikan uang Rp 20.000-Rp 50.000, tentunya tergantung pada barang yang dibawa.

Saat Duduk
Anda yang kebetulan duduk paling depan (baris satu) atau di samping jendela darurat, sesuai peraturan barang Anda diletakkan di atas kabin (rak kabin) atau dipangku. Anda tidak diperkenankan meletakkan di bawah kursi Anda, karena akan mengganggu proses evakuasi jika terjadi keadaan darurat.

Tanda Khusus
Berilah tag (tanda) pada tas Anda. Hal ini untuk mengantisipasi jika tertukar dengan barang milik penumpang lain. Memiliki tagline simple, Citilink menawarkan pilihan hemat hingga 50 persen pemesanan ekstra bagasi dari bagasi cuma-cuma 15 kg.

Sumber: infopenerbangan.com

Senin, 01 September 2014

Promo Sriwijaya Air September 2014

Maskapai penerbangan Sriwijaya Air berikan tiket harga promo untuk lima rute tujuan dari Balikpapan untuk jadwal penerbangan pada awal September ini.

Tercatat ada delapan kota tujuan penerbangan Sriwijaya Air dari Balikpapan. Selain lima rute tujuan yang sedang promo tersebut, rute lainnya yakni Banjarmasin, Berau dan Tarakan.

Marketing Supervisor Sriwijaya Air Cabang Balikpapan Fahmil Jaya Pratama mengatakan lima rute tujuan penerbangan tersebut yakni Palu, Surabaya, Makassar, Jakarta dan Yogyakarta. Dia menyebutkan pasca lebaran, penjualan tiket memasuki periode low season sehingga banyak maskapai yang menggeber promo.

“Ini salah satu strategi kami karena memang pada rute–rute tersebut cukup banyak pesaingnya,” ujarnya.

Harga tiket yang ditawarkan yakni mulai Rp337.200 per pax untuk rute Balikpapan–Palu. Sementara untuk rute Balikpapan-Surabaya dan Balikpapan–Makassar, harga tiketnya dipatok mulai dari Rp381.200 per pax dan Rp450.500 per pax. Rute Balikpapan–Jakarta dan Balikpapan–Yogyakarta dibanderol harga lebih tinggi yakni mulai Rp591.300 per pax dan Rp578.100 per pax.

Kecenderungan penumpang pada saat low season, lanjut Fahmil, lebih banyak membeli tiket pada saat yang berdekatan dengan jadwal keberangkatan. Karena itu, dia menyebutkan promo yang ditawarkan untuk periode yang singkat.

Sumber: infopenerbangan.com