Minggu, 20 Agustus 2017

Bandara Blimbingsari Banyuwangi Segera Dikembangkan

Bandara Blimbingsari Banyuwangi
Bandara Blimbingsari
Pemerintah Daerah Kabupaten Banyuwangi dan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan melakukan penandatanganan kesepakatan bersama terkait pengembangan Bandara Blimbingsari Banyuwangi.

Kesepakatan tertuang dalam Surat Kesepakatan Bersama Nomor: HK.201/1/20/DRJU.KUM-2017 dan Nomor: 188/485/429.012/2017 yang ditandatangani oleh Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso dan Bupati Banyuwangi H. Abdullah Azwar Anas.

Tujuan pengembangan bandara Blimbingsari untuk mengoptimalkan fungsinya sebagai fasilitas umum yang digunakan melayani masyarakat dari dan ke Banyuwangi atau sekitarnya yang memenuhi persyaratan keamanan dan keselamatan penerbangan.

Dikutip dari infopenerbangan.com, Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso menjelaskan, ditandatanganinya kesepakatan bersama ini menjadi titik tolak peningkatan pelayanan bandara baik dari sisi darat (terminal) dan sisi udara.

Peningkatan pelayanan ini dalam rangka mengantisipasi tingkat pertumbuhan penumpang, kargo serta peningkatan pelayanan bagi pengguna jasa bandara.

Mulai akhir tahun 2017, sejumlah infrastruktur Bandara Blimbingsari mulai dibangun dan ditingkatkan, mulai dari apron (tempat parkir pesawat), penebalan landasan, hingga perpanjangan landasan.

Perpanjangan landasan ditargetkan yang bisa didarati Boeing 737-900 generasi terbaru. Dana sekitar Rp300 miliar akan dialokasikan untuk pengembangan sejumlah infrastruktur bandara tersebut.

Targetnya semua Agustus 2018 sudah selesai, karena sebagian pesawat menteri keuangan dari seluruh dunia akan mendarat di Bandara Blimbingsari Banyuwangi untuk pertemuan IMF dan Bank Dunia di Bali.

Ini tentu saja kesempatan emas bagi Banyuwangi yang juga sedang mengembangkan peluang adanya penerbangan internasional nantinya, artinya ada prospek jadi international airport (Bandara Internasional).

Pada kesempatan yang sama, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas berterima kasih atas komitmen pemerintah pusat yang terus mendukung pengembangan Banyuwangi. Tentu ini model sinergi pusat dan daerah yang bagus.

Bandara Blimbingsari Banyuwangi mulai dioperasikan sejak tahun 2010 dengan panjang panjang runway 1.400 m x 30 m. Sekarang bandara ini telah memiliki runway lebih panjang yakni 2.250 m x 30 m.

Bandara yang berkonsep green building merupakan yang pertama di Indonesia, mampu menampung sekitar 280 ribu penumpang per tahun seiring dengan meningkatnya pertumbuhan penumpang di Bandara Blimbingsari.

Jumat, 18 Agustus 2017

AirAsia Layani Penerbangan Denpasar-Kolkata India

AirAsia Terbang ke Kolkata
AirAsia
AirAsia Indonesia melayani rute penerbangan baru dari Denpasar, Bali menuju Kolkata, India. Kolkata menjadi kota kedua di India setelah Mumbai yang kini terhubung dengan Denpasar, Bali.

Dalam rangka merayakan peluncuran rute baru ini AirAsia Indonesia menawarkan tarif spesial ke Kolkata dari Denpasar, Bali mulai Rp 999.000 sekali jalan, yang tersedia di airasia.com dan aplikasi AirAsia.

Dikutip dari infopenerbangan.com, CEO AirAsia Indonesia Dendy Kurniawan menjelaskan, permintaan atas layanan penerbangan antar kedua negara yakni Indonesia dan India sangat tinggi.

Jumlah kunjungan wisatawan dari India ke Indonesia terutama Bali tumbuh hingga 40 persen pada semester pertama 2017 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

AirAsia Indonesia berkomitmen untuk terus berkontribusi mendatangkan turis dari India ke Indonesia lebih banyak lagi.

Denpasar-Kolkata merupakan rute baru yang keempat dari AirAsia Indonesia setelah peluncuran rute Mumbai-Bali, Tokyo Narita-Bali dan Makau-Jakarta.

Tarif spesial ini mulai berlaku hingga 20 Agustus 2017, sedangkan untuk penerbangannya mulai 1 Oktober 2017 hingga 28 Agustus 2018. Penawaran menarik juga tersedia untuk pembelian tiket pulang pergi dari Kolkata ke Bali dan sebaliknya.

Diluncurkannya rute Bali-Kolkata ini sekaligus menjadi kesempatan untuk memperkenalkan Bali sebagai salah satu destinasi liburan pilihan yang kini semakin mudah dijangkau oleh masyarakat Kolkata, India.

Sebaliknya, masyarakat Bali maupun turis yang berlibur ke Pulau Dewata itu memiliki pilihan untuk mengunjungi Kolkata yang memiliki banyak situs bersejarah dan kaya budaya sebagai destinasi liburan berikutnya.

Rute Denpasar, Bali menuju Kolkata, India ini akan diterbangi AirAsia Indonesia dengan kode penerbangan QZ menggunakan pesawat Airbus A320 berkapasitas 180 kursi.

Kamis, 17 Agustus 2017

NAM Air Tambah Frekuensi Penerbangan ke Banyuwangi

NAM Air Terbang ke Banyuwangi
NAM Air

Mulai 20 Agustus 2017 maskapai NAM Air akan menambah satu rekuensi penerbangan Jakarta-Banyuwangi. Penambahan frekuensi ini untuk memenuhi tingginya permintaan rute Jakarta-Banyuwangi yang baru dibuka pada 16 Juni 2017.

Dikutip dari infopenerbangan.com, Senior Corporate Communications Manager Sriwijaya Air Group Agus Soedjono menjelaskan, penambahan frekuensi penerbangan ini dilayani setiap hari dengan nomor penerbangan IN-256 dan IN-257.

Penerbangan NAM Air ini berangkat dari Jakarta pukul 14.10 WIB dan tiba di Banyuwangi pukul 15.45 WIB. Sedangkan untuk penerbangan Banyuwangi-Jakarta berangkat pukul 16.15 WIB dari Banyuwangi dan tiba di Jakarta pukul 17.55 WIB.

Penerbangan tambahan ini melengkapi jadwal penerbangan yang sudah ada sebelumnya, yaitu penerbangan IN-252 yang berangkat pukul 07.05 WIB dari Jakarta dan tiba di Banyuwangi pukul 08.35 WIB.

Sedangkan penerbangan kembalinya dengan nomor penerbangan IN-253 yang berangkat dari Banyuwangi pukul 09.05 WIB dan tiba di Jakarta pukul 10.30 WIB.

Dengan penambahan frekuensi penerbangan ini, maka penerbangan ke Banyuwangi yang sebelumnya hanya tersedia penerbangan pagi hari, kini penumpang bisa memanfaatkan alternatif penerbangan pada siang hari.

Penambahan frekuensi penerbangan ini dikarenakan sejak awal NAM Air melayani Kota Banyuwangi hingga akhir Juli 2017 kemarin selalu mendapatkan respons yang sangat positif dari pelanggan dan masyarakat.

Penerbangan Jakarta-Banyuwangi, selama bulan Juli 2017 saja, NAM Air sudah mencatat tingkat keterisian atau seat load factor di atas 85 persen.

Selanjutnya Sriwijaya Air Group juga berencana membuka beberapa rute baru lainnya. Tidak menutup kemungkinan nanti akan membuka rute-rute lainnya dari Banyuwangi untuk memperluas konektivitas dan kerja sama pariwisata.

Sama dengan penerbangan yang sudah ada, penerbangan tambahan ini juga akan menggunakan pesawat Boeing 737-500W dengan kapasitas 120 kursi yang terdiri dari 112 kursi kelas ekonomi dan 8 kursi kelas eksekutif.

Selasa, 15 Agustus 2017

Inilah Daftar Maskapai Terbaik Dunia 2017

Maskapai Terbaik Dunia
Maskapai Terbaik
Maskapai penerbangan Garuda Indonesia kembali masuk dalam jajaran 10 besar maskapai terbaik dunia 2017 versi Skytrax. Sebelumnya, maskapai penerbangan plat merah itu hanya menempati posisi 11 dunia.

Tahun 2017 ini, peringkat pertama ditempati Qatar Airways, peringkat kedua ditempati oleh maskapai asal negara tetangga yakni Singapore Airlines. Peringkat ketiga dan keempat ada All Nippon Airways (ANA) dan Emirates.

Peringkat kelima ada Cathay Pasific, Kemudian disusul EVA Air. Selanjutnya, berturut-turut Lufthansa, Etihad Airways, Hainan Airlines. Posisi ke-10 ditempati Garuda Indonesia, maskapai pembawa bendera Indonesia.

Dikutip dari infopenerbangan.com, Dirut Garuda Indonesia, Pahala N Mansury menjelaskan, pihaknya terus berkomitmen untuk memberikan hal terbaik melalui berbagai program strategis yang tertuang dalam 5 Quick Wins Priority.

Sejalan dengan kebijakan perusahaan, Garuda Indonesia akan maksimalkan fleet cost optimization, route optimization, reduce cost, enhance value from Citilink, dan enhance revenue management system.

Garuda Indonesia optimis akan semakin maju dan berkembang melalui berbagai program strategis tersebut, termasuk memperkuat pelayanan maskapai dengan didukung Indonesia hospitality dan basis layanan digital komersial.

Sejak 2014, Garuda Indonesia resmi menjadi anggota dari aliansi maskapai global, SkyTeam. Hingga saat ini, aliansi tersebut beranggotakan 20 maskapai, yang menawarkan jaringan global mencapai lebih dari 17.343 penerbangan setiap harinya ke 1.062 destinasi di 177 negara di Dunia.

Jumat, 04 Agustus 2017

Penerbangan Haji Garuda Indonesia On Time

Penerbangan Haji Garuda Indonesia
Penerbangan Haji

Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia berhasil memberangkatkan 62 kloter dengan jumlah sebanyak 24.102 jemaah dari seluruh embarkasi nasional pada penerbangan haji kloter pertama tahun 2017/1438 H.

Penerbangan haji kloter pertama tersebut dilaksanakan mulai sejak tanggal 28 Juli 2017 dan Garuda Indonesia berhasil mencatatkan tingkat On Time Performance (OTP) sebesar 98.39 persen.

Dikutip dari infopenerbangan.com, Maskapai penerbangan plat merah itu hanya mengalami delay 1 kali saja pada penerbangan di embarkasi Jakarta. Delay juga tidak lama hanya sekitar 45 menit saja.

Pada pelaksanaan penerbangan haji tahun 2017 ini, Garuda Indonesia memulai fase keberangkatan (fase I) pada tanggal 28 Juli 2017 hingga 26 Agustus 2017, sementara fase kepulangan (fase II) pada tanggal 6 September 2017 hingga 6 Oktober 2017.

Selain itu, pada penerbangan Haji tahun 2017/1438H ini, Garuda Indonesia akan menerbangkan sebanyak 107.959 calon Jemaah yang akan diberangkatkan melalui 277 kelompok terbang (kloter) dari 9 embarkasi.

Sembilan embarkasi itu diantaranya, embarkasi Banda Aceh (4.448 jemaah/11 kloter), Medan (8.466 jemaah/22 kloter), Padang (6.349 jemaah/16 kloter), Jakarta (22.784/ 58 kloter), Solo (34.112 jemaah/95 kloter), Balikpapan (5.792 jemaah/13 kloter), Makassar (15.911 jemaah/35 kloter), Lombok (4.564 jemaah/10 kloter) dan Banjarmasin (5.533 jemaah/17 kloter).

Pada penerbangan haji tahun 2017/1438H ini, Garuda Indonesia menyiapkan 14 pesawat berbadan lebar (wide body) yang terdiri dari tiga pesawat Boeing 747-400, lima pesawat Boeing 777-300 ER, dan enam pesawat Airbus 330-300.

Adapun sebelas diantaranya merupakan pesawat sendiri dan sisanya merupakan pesawat sewa. Jumlah pesawat yang dioperasikan pada musim haji tahun 2017 tersebut menyesuaikan dengan peningkatan trafik Jemaah haji pada tahun 2017/1438H ini.

Kamis, 03 Agustus 2017

Lion Air Group Semakin Perluas Konektivitas Penerbangan

Lion Air Group
Lion Air Group
Lion Air Group menambah beberapa rute baru lagi pada awal Agustus 2017 ini. Lion Air, Wings Air, dan Batik Air akan bersama sama memperluas jaringan konektivitas penerbangan domestik di beberapa destinasi berbeda.

Mulai 1 Agustus 2017 kemarin, Lion Air telah melayani rute Surabaya-Padang PP. Penerbangan itu beroperasi setiap hari Selasa, Kamis, dan Sabtu, berangkat dari Surabaya pukul 13.30 lalu kembali dari Padang pukul 16.35.

Berikutnya tanggal 2 Agustus 2017, Lion Air juga menambah rute dengan menghubungkan Banjarmasin-Batam PP. Penerbangan satu kali per hari dengan jadwal berangkat dari Banjarmasin pukul 17.00 dan dari Batam pukul 18.45.

Sedangkan maskapai yang menyediakan pelayanan full services yakni Batik Air juga menambah rute barunya. Per 4 Agustus 2017, Batik Air akan terbang ke Denpasar dari Jakarta melalui dua bandara.

Sebelumnya, Batik Air terbang ke Denpasar 3 kali sehari melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, kini Batik Air juga terbang ke Denpasar melalui Bandara Internasional Halim Perdanakusuma satu kali sehari.

Sementara itu Wings Air akan mempertajam rute-rute di kawasan Kalimantan Tengah dan Kepulauan Riau. Mulai 1 Agustus 2017, Wings Air menghubungkan Palangkaraya-Sampit dan lanjut ke Pangkalan Bun.

Wings Air juga telah menerbangi beberapa daerah di Kepulauan Riau, seperti dari Bandara Pinang Kampai di Dumai ke Pekanbaru. Tidak hanya itu, Wings Air juga menerbangi rute Pekanbaru-Tanjung Pinang dan lanjut ke Batam. Wings Air juga telah melayani penerbangan dari Gorontalo menuju Tarakan PP.

Dikutip dari indoaviation.co.id, Public Relations Manager Lion Air Group, Andy M. Saladin menjelaskan, Sudah menjadi komitmen Lion Air Group untuk memberikan pelayanan dan fasilitas yang memadai bagi para pelanggan agar bisa menikmati sarana penerbangan ke daerah tujuannya.

Diharapkan dengan kehadiran Lion Air Group dalam menyediakan rute-rute ini, bisa membantu mempermudah mobilitas dan menjadi solusi bagi masyarakat untuk menggunakan transportasi udara yang memiliki efiensi waktu dan biaya yang selalu mengedepankan aspek keselamatan dan keamanan.

Rabu, 02 Agustus 2017

Garuda Indonesia Layani Penerbangan Jakarta-Banyuwangi

Garuda Indonesia Terbang ke Banyuwangi
Garuda Indonesia
Mulai tanggal 21 Agustus 2017 mendatang, maskapai Garuda Indonesia akan melayani penerbangan Jakarta-Banyuwangi pp. Penerbangan akan dilayani setiap hari menggunakan pesawat Bombardier CRJ 1000 NextGen.

Penerbangan rute baru ini dioperasikan dengan pesawat Bombardier CRJ 1000 NextGen berkapasitas 96 kursi dan sekaligus melengkapi rute penerbangan Banyuwangi-Denpasar via Surabaya yang telah dilayani sebelumnya.

Penerbangan dari Jakarta menuju Banyuwangi akan dilayani dengan nomor penerbangan GA 264 berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta pukul 14.15 WIB dan tiba di Bandara Blimbingsari Banyuwangi pukul 15.55 WIB.

Penerbangan sebaliknya dari Banyuwangi menuju Jakarta akan dilayani dengan pesawat nomor penerbangan GA 265, berangkat dari Banyuwangi pukul 17.00 WIB, dan tiba di Jakarta pukul 18.40 WIB.

Dikutip dari indoaviation.co.id, Direktur Utama Garuda Indonesia, Pahala N. Mansury menjelaskan, penerbangan Jakarta-Banyuwangi pp ini semakin memudahkan wisatawan untuk menjelajahi berbagai kota lain di sekitar Banyuwangi seperti Jember, Bondowoso, Situbondo, Probolinggo dan Lumajang.

Banyuwangi merupakan kota keempat di Provinsi Jawa Timur yang sudah dilayani Garuda Indonesia setelah Surabaya, Malang dan Jember.

Diharapkan dengan banyaknya pilihan rute ke berbagai kota di Jawa Timur tersebut akan semakin menggerakan dan meningkatkan perekonomian dan pariwisata lokal daerah.

Pada tahun 2016, jumlah wisatawan mancanegara yang berwisata ke Banyuwangi mencapai 60.000 orang, sementara untuk wisatawan domestik sekitar 2 juta orang.

Dengan jumlah wisatawan sebesar itu Garuda Indonesia yakin rute ke Banyuwangi ini akan semakin meningkatkan serta mengembangkan potensi wisata di kota yang dijuluki The Sunrise of Java itu.

Garuda Indonesia sendiri bukan baru pertama kali terbang ke Banyuwangi. Sebelumnya Garuda Indonesia telah melayani penerbangan ke Banyuwangi, yaitu Surabaya-Banyuwangi pp dua kali sehari dengan menggunakan pesawat ATR 72-600 berkapasitas 70 kursi penumpang.

Selasa, 01 Agustus 2017

Garuda Indonesia Perkuat Penerbangan di Kawasan Timur Indonesia

Garuda Indonesia
Garuda Indonesia
Maskapai penerbangan Nasional Garuda Indonesia kembali memperkuat penerbangannya di kawasan timur Indonesia yang memiliki banyak potensi wisata. Maskapai plat merah itu sudah mengerahkan armada ATR 72-600 dan CRJ1000.

Sebelumnya pada tahun 2014, Garuda Indonesia belum bisa mengembangkannnya dengan optimal karena jumlah armadanya belum memadai dan biaya operasional pesawat relatif tinggi dan juga pengembangan daerahnya masih tersendat.

Dikutip dari indoaviation.co.id, VP Garuda Indonesia Regional Kalimantan, Sulawesi & Papua, I Wayan Supartrayasa menjelaskan, Tahun ini pihaknya sudah membuka beberapa rute baru seperti Makassar-Baubau-Kendari, Makassar-Luwuk, Makassar-Raha dan Makassar-Palopo.

Pembukaan rute-rute baru itu, selain untuk memperkuat jaringan penerbangannya, Garuda Indonesia juga ingin memudahkan pengguna jasanya.

Selain itu, untuk beberapa rute di wilayah yang dikelolanya, Garuda Indonesia akan mengganti jenis pesawatnya. Misalnya rute Manado-Luwuk-Makassar-Lombok yang saat ini diterbangi ATR 72-600 akan diganti Bombardier CRJ1000.

Saat ini, ada 39 penerbangan per hari yang dioperasikan Garuda Indonesia dari Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar. Makassar menjadi salah satu hub utama Garuda Indonesia yang merupakan titik sentral ke kawasan timur Indonesia.

Ada kenaikan jumlah penumpang di regional timur ini. Pada periode Januari-Juni 2017 kenaikan jumlah penumpang 5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Senin, 31 Juli 2017

Wings Air Layani Penerbangan Surabaya-Jember

Wings Air Terbang ke Jember
Wings Air
Anak perusahaan dari Lion Air Group yakni Wings Air kembali melakukan ekspansi dengan membuka rute penerbangan baru. Wings Air resmi melayani rute penerbangan baru dari Surabaya menuju Jember.

Jika menempuh perjalanan darat, jarak Surabaya-Jember sejauh 199 km bisa ditempuh sekitar hampir lima jam berkendara. Dari Surabaya, Jember terletak ke arah tenggara, melalui Pasuruan dan Probolinggo.

Dikutip dari infopenerbangan.com, Manajer Humas Wings Air, Andy M Saladin menjelaskan, Penerbangan rute jarak pendek Surabaya-Jember dan sebaliknya itu mulai dioperasikan 31 Juli 2017.

Wings Air berangkat dari Bandara Juanda, Surabaya, dengan nomor penerbangan IW1872. Rute sebaliknya berangkat dari Bandara Notohadinegoro, Jember dengan nomor penerbangan IW1873.

Penerbangan berangkat dari Surabaya pukul 11.00 WIB tiba di Jember pukul 11.50 WIB. Penerbangan sebaliknya berangkat dari Jember pukul 12.15 WIB dan tiba di Surabaya pukul 13.10 WIB.

Durasi penerbangan hanya sekitar 50 menit dan harga tiket cukup terjangkau sekitar Rp400.000, tentu diharapkan pelayanan Wings Air menjadi solusi dan membantu mobilitas warga Surabaya dan Jember maupun sekitarnya.

Sabtu, 29 Juli 2017

Korean Air Layani Penerbangan ke Lombok

Korean Air Terbang ke Lombok
Korean Air
Maskapai penerbangan Korean Air untuk pertama kalinya terbang langsung dari Bandara Incheon, Seoul, Korea Selatan menuju Lombok, Nusa Tenggara Barat, mulai kemarin hari Sabtu, 29 Juli 2017.

Korean Air membawa ratusan wisatawan asal Korea yang ikut di dalam penerbangan perdana tersebut dan akan diinapkan di 12 hotel. Diantaranya, Hotel Aruna, Katamaran, Sheraton, Villa Ombak dan hotel lainnya.

Dikutip dari infopenerbangan.com, Dinas Pariwisata NTB, Faozal menjelaskan, mereka akan menghabiskan liburan selama lima hari empat malam dan telah memesan berbagai paket wisata, bahkan ada yang memesan tur untuk mendaki ke Gunung Rinjani.

Charter flight penerbangan langsung dari Korea ini akan tersedia sebanyak tujuh penerbangan sampai akhir 2017. Penerbangan ini dikelola oleh agen perjalanan di Lombok dan Korea dalam bentuk bisnis melalui bantuan subsidi APBN di Kementerian Pariwisata.

Dengan adanya charter flight ini diharapkan jumlah penumpang rata-rata sekitar 200 orang. Hal ini tentu akan memberi keyakinan pencapaian target 1,5 juta wisatawan yang berkunjung ke Nusa Tenggara Barat bisa terwujud.

Selasa, 25 Juli 2017

Batik Air Layani Penerbangan Denpasar-Chennai India

Batik Air Terbang ke Chennai
Batik Air

Mulai tanggal 23 Juli 2017 kemarin, Batik Air melakukan ekspansi bisnis dengan membuka rute internasional baru ke Chennai, Tamil Nadu, India. Penerbangan rute internasional ke India itu dilayani satu kali setiap hari.

Dikutip dari indoaviation.co.id, Public Relations Manager Lion Air Group, Andy M. Saladin menjelaskan, pihaknya sangat bangga kini bisa menyediakan penerbangan yang dapat memberikan pilihan lebih dan beragam.

Dengan adanya rute baru Batik Air dari Denpasar, Bali menuju Chennai ini diharapkan akan dapat semakin mengembangkan pertumbuhan pariwisata di Indonesia dengan mendatangkan wisatawan mancanegara.

Penerbangan dari Denpasar berangkat pada pukul 23.10 menuju Kuala Lumpur, dan sesampainya di Kuala Lumpur Batik Air akan melanjutkan penerbangannya menuju Chennai dengan jadwal keberangkatan pukul 06.20.

Sedangkan penerbangan dari Chennai menuju Kuala Lumpur akan terbang pada pukul 08.55, dan dilanjutkan menuju Denpasar pada pukul 16.35.

Bulan Juni 2017 kemarin, Batik Air telah beroperasi melayani beberapa rute internasional baru, yaitu dari Cengkareng menuju Kuala Lumpur dan Denpasar-Perth, Australia. Dalam waktu dekat Batik Air mulai terbang ke kota lainnya di Australia.

Maskapai yang berada di bawah bendera Lion Air Group ini mulai beroperasi pada 2013. Saat ini Batik Air mengoperasikan 49 pesawat yang terdiri dari Boeing 737-800/900ER dan Airbus A320 CEO.

Batik Air juga telah mendapatkan sertifikasi manajemen keselamatan dan keamanan tertinggi standard internasional yaitu IOSA (IATA Operational Safety Audit) dan pengakuan dari Uni Eropa dengan terbebas dari larangan terbang menuju Eropa yang diperoleh pada tahun 2016.

Minggu, 23 Juli 2017

Wings Air Layani Penerbangan Tual-Nabire-Timika

Wings Air
Wings Air
Mulai 1 Agustus 2017 maskapai penerbangan anggota dari Lion Air Group yakni Wings Air akan membuka rute penerbangan langsung dari Langgur/Tual, Maluku Tenggara-Nabire-Timika PP.

Dikutip dari infopenerbangan.com, Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Mimika John Rettob menjelaskan, pembukaan rute Wings Air dari Tual ke Nabire dan Timika PP itu sudah lama dibicarakan, namun baru akan terealisasi dalam waktu dekat.

Diharapkan tidak ada kendala sehingga pengoperasian Wings Air rute Tual-Nabire-Timika bisa terealisasi mulai 1 Agustus 2017. Tentu ini sangat menggembirakan bagi masyarakat pengguna jasa penerbangan di wilayah Timika dan sekitarnya.

Selain mengoperasikan pesawat Wings Air, Lion Air Grup juga berencana mengoperasikan pesawat Batik Air untuk melayani penerbangan langsung Jakarta-Timika PP setiap hari.

Semakin tingginya permintaan maskapai penerbangan untuk membuka pelayanan penerbangan ke Timika, Dishubkominfo Mimika bekerja sama dengan semua pihak terkait lainnya kini terus membenahi kualitas pelayanan di Bandara Timika.

Ada beberapa hal yang harus segera dibenahi selama bulan Juli ini seperti ketersediaan sumber daya petugas untuk air traffic control, perbaikan terminal penumpang dan lainnya.

Sabtu, 22 Juli 2017

Garuda Indonesia Terbang ke Moskow Tiga Kali Seminggu

Garuda Indonesia Terbang ke Moskow
Garuda Indonesia

Potensi pariwisata Indonesia lebih menarik dibandingkan dengan negara Asia lainnya. Oleh sebab itu seharusnya pemerintah mampu mendatangkan wisatawan mancanegara atau wisman sebanyak-banyaknya ke Indonesia.

Dikutip dari infopenerbangan.com, Duta Besar Indonesia untuk Rusia Mohammad Wahid Supriyadi menjelaskan, sebentar lagi masyarakat Indonesia bisa menikmati penerbangan langsung dari Denpasar, Bali menuju Moskow, Rusia dan sebaliknya.

Saat ini maskapai penerbangan Garuda Indonesia terus mempersiapkan pembukaan rute tersebut. Garuda Indonesia akan melayani penerbangan ke Moskow ibukota Rusia tiga kali seminggu dengan durasi penerbangan sekitar 11 jam.

Maskapai penerbangan plat merah tersebut terus mempersiapkan secara matang pembukaan rute penerbangan langsung ke Moskow. Sejauh ini, rute penerbangan ke Moskow akan dibuka mulai Agustus 2017.

Potensi meningkatnya devisa dari turis asal Rusia ini tidak boleh dianggap remeh. Dalam kuartal pertama tahun 2017 sampai dengan April kemarin, sebanyak 45 ribu wisatawan asal Rusia berkunjung ke Indonesia.

Tidak menutup kemungkinan jika rute penerbangan langsung menuju Moskow ini sangat ampuh untuk menarik wisatawan Rusia.

Kamis, 20 Juli 2017

Garuda Indonesia Terbangi Makassar-Muna

Garuda Indonesia Terbang ke Muna
Garuda Indonesia
Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia menerbangi rute baru dari Makassar menuju Muna, Raha, Sulawesi Tenggara. Penerbangan ini dilakukan untuk terus memperluas konektivitas penerbangan khususnya di wilayah domestik.

Penerbangan perdana rute ini telah diresmikan oleh Plt. Gubernur Sulawesi Tenggara, HM. Saleh Lasata dan Bupati Muna, LM. Rusman Emba yang juga didampingi oleh Direktur Marketing dan Teknologi Garuda Indonesia, Nina Sulistyowati.

Penerbangan baru Garuda Indonesia ini merupakan kerjasama Garuda Indonesia dengan pemerintah daerah Muna, Sulawesi Tenggara selama periode bulan Juli 2017 hingga bulan Mei 2018.

Rute Makassar-Muna ini akan diterbangi menggunakan pesawat ATR 72-600 berkapasitas 70 kursi penumpang dengan frekuensi penerbangan 3 kali seminggu, yaitu pada hari Senin, Rabu dan Jumat.

Penerbangan dari Makassar menuju Muna / Raha, akan dilayani oleh GA 7832 yang berangkat dari Makassar pada pukul 07.45 WITA, dan tiba di Muna pada pukul 08.50 WITA.

Setelah itu penerbangan kembalinya dari Muna menuju Makassar dilayani oleh GA 7833 berangkat dari Muna pada pukul 09.35 WITA, dan tiba di Makassar pada pukul 10.35 WITA.

Pemerintah Daerah Muna berterima kasih kepada Garuda Indonesia atas komitmennya untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi dan juga membantu meningkatkan potensi pariwisata di Muna.

Adanya rute penerbangan Makassar-Muna PP tersebut efektivitas perjalanan akan lebih baik, karena hanya memakan waktu sekitar setengah jam. Kondisi itu akan memicu produktivitas di daerah ini, sekaligus membuka akses potensi pariwisata.

Dikutip dari indoaviation.co.id, Direktur Marketing dan Teknologi Garuda Indonesia, Nina Sulistyowati menjelaskan, penerbangan Makassar-Muna PP ini membuka Muna pada konektivitas jaringan rute domestik dan internasional Garuda Indonesia.

Raha adalah ibukota Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara. Kota ini terletak di pesisir Selat Buton dengan total area seluas 47,11 km2. Jumlah penduduknya sekitar 53.246 jiwa.

Raha memiliki berbagai tempat wisata menarik dan telah menjadi ikon dari Kabupaten Muna, di antaranya Danau Napabale, Pantai Meleura, Gua Liangkobori dan Wisata Tenun Muna.

Selasa, 18 Juli 2017

Pelayanan Informasi Bandara Adisutjipto Berbahasa Jawa

Pelayanan Informasi Bandara Adisutjipto
Pelayanan Informasi

Bandara Adisutjipto Yogyakarta menyuguhkan bahasa Jawa dalam pelayanan informasi mulai Senin, 17 Juli 2017 kemarin. Bandara ini adalah bandara pertama yang berbahasa Jawa dalam penyampaian pengumuman informasi kepada penumpang.

Dikutip dari infopenerbangan.com, Corporate Secretary Angkasa Pura I, Israwadi menjelaskan, ini wujud komitmen dalam memberikan pelayanan dan kenyamanan kepada pengguna jasa bandara, sekaligus upaya mendukung kearifan lokal seni budaya.

Bandara Adisutjipto menambahkan layanan kepada penumpang dengan menghadirkan Bahasa Jawa dalam penyampaian pengumuman informasi di bandara, yang saat ini disampaikan dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.

Penambahan bahasa jawa dalam penyampaian pengumuman informasi ini bisa menghadirkan nuansa keramahan Yogyakarta di bandara, sekaligus mengenalkan dan mempromosikan Bahasa Jawa sebagai bahasa daerah, baik kepada wisatawan domestik maupun mancanegara.

Bahasa dan dialek yang biasa digunakan oleh masyarakat di Pulau Jawa kini bisa langsung dirasakan di bandara. Penumpang yang datang dan pergi melalui Bandara Adisutjipto akan merasakan nuansa khasanah budaya Yogyakarta dengan hadirnya informasi announcement Berbahasa Jawa.

Yogyakarta merupakan salah satu destinasi utama di Pulau Jawa yang memberikan peranan penting bagi bandara dalam mendukung industri kepariwisataan suatu daerah. Bandara dianggap menjadi etalase karena fungsi konektivitasnya dari dan menuju suatu lokasi wisata.

Hal ini pula yang menjadi langkah Angkasa Pura I Bandara Adisutjipto Yogyakarta dalam mendukung Pemerintah Daerah untuk mencapai target 4 persen wisatawan yang berkunjung di Yogyakarta pada tahun 2018, melalui promosi wisata DIY.

Senin, 17 Juli 2017

NAM Air Terbang ke Nabire, Dekai, Biak dan Jayapura

NAM Air

Maskapai NAM Air akan mulai melayani sejumlah rute penerbangan baru dari Nabire-Biak PP, Nabire-Jayapura PP dan Jayapura-Dekai PP. Tiga rute baru tersebut dilayani NAM Air mulai 20 Juli 2017 dengan pesawat barunya ATR 72-600.

Dikutip dari infopenerbangan.com, Senior Manager Corporate Communications Sriwijaya Air Group Agus Soedjono menjelaskan, pihaknya yakin terobosan baru yang dilakukan oleh NAM Air ini bisa memberikan hasil yang bagus.

Dengan menggunakan pesawat ATR 72-600 ini bisa membuka konektivitas transportasi udara dalam menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, membantu percepatan pembangunan dan pariwisata di Papua.

Jadwal penerbangan rute Nabire-Biak PP yaitu berangkat dari Nabire pukul 06.30 WIT dan tiba di Biak pukul 07.20 WIT. Penerbangan sebaliknya berangkat dari Biak pukul 07.45 WIT dan akan tiba kembali di Nabire pada pukul 08.35 WIT.

Sedangkan penerbangan Nabire-Jayapura PP yaitu berangkat dari Nabire pukul 09.00 WIT dan tiba di Jayapura pukul 10.40 WIT. Penerbangan sebaliknya berangkat dari Jayapura pukul 13.55 WIT dan tiba kembali di Nabire pukul 15.35 WIT.

Lalu untuk penerbangan Jayapura-Dekai PP berangkat dari Jayapura pukul 11.15 WIT, tiba di Dekai pukul 12.05 WIT. Penerbangan sebaliknya berangkat dari Dekai pukul 12.30 WIT dan tiba kembali di Jayapura pukul 13.20 WIT.

Selain pengembangan pertumbuhan ekonomi dan bisnis, pembukaan tiga rute baru tersebut juga sebagai wujud nyata dalam merealisasikan misi NAM Air yaitu Merajut Pulau Mendekatkan Jarak.

Adanya layanan terpadu dari Sriwijaya Air Group (Sriwijaya Air dan Nam Air), maka keinginan untuk mendekatkan jarak antar pulau hingga ke wilayah-wilayah yang paling dalam seperti Kotamadya dan Kabupaten akan mudah dijangkau.

Selain rute Nabire-Biak PP, Nabire-Jayapura PP dan Jayapura-Dekai PP, NAM Air juga akan mengoperasikan pesawat ATR 72-600 berikutnya untuk penerbangan dari dan ke Fakfak, Raja Ampat, Kaimana, Sorong dan Manokwari.

Sabtu, 15 Juli 2017

Bandara Internasional Kualanamu Raih Sertifikasi Bintang 4 dari Skytrax

Bandara Internasional Kualanamu
Atas pelayanan yang baik kepada para penumpang pesawat dan pengunjung bandara, Bandara Internasional Kualanamu kembali meraih sertifikasi Bintang 4 dari Skytrax. Sertifikasi ini berdasarkan penilaian Airline Quality Ranking.

Penilaian Airline Quality Ranking didasarkan dari kemampuan bandara memberikan yang terbaik pada produk yang berhubungan langsung dengan konsumen atau penumpang pesawat, termasuk juga layanan dari para staf frontliners di terminal.

Produk yang berhubungan langsung dengan konsumen misalnya pelayanan di area keberangkatan, kedatangan, dan transit. Pelayanan dimaksud yakni fasilitas bandara, customer services, keamanan, imigrasi, dan area komersial termasuk tenant makanan dan minuman.

Dikutip dari indoaviation.co.id, PresDir Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin menjelaskan, Bandara Internasional Kualanamu merupakan satu-satunya bandara di Indonesia yang mampu meraih sertifikasi Bintang 4, artinya ini bandara terbaik di Indonesia.

Selain Bandara Kualanamu, Bandara Soekarno-Hatta juga meraih sertifikasi tetapi masih Bintang 3, saat ini Bandara Soekarno-Hatta sedang memacu pengembangan untuk meningkatkan standar pelayanan.

Bandara Soekarno-Hatta juga sempat meraih penghargaan The World Most Improved Airport 2017, juga dari Skytrax.

Angkasa Pura II saat ini sedang mengembangkan seluruh bandara yang dikelolanya terutama dalam infrastruktur digital guna menjadikan bandara beroperasi secara efektif dan efisien.

Pada akhirnya, pengembangan itu diharapkan membawa bandara-bandara yang dikelola Angkasa Pura II bisa membawa sektor transportasi udara di Indonesia ke tingkatan yang lebih tinggi lagi dari saat ini.

Bandara-bandara di dunia lainnya yang juga meraih sertifikasi Bintang 4 antara lain Abu Dhabi International Airport, Barcelona El Prat Airport, Frankfurt Airport, dan London Heathrow Airport.

Bandara Internasional Kualanamu saat ini melayani penerbangan dari 12 maskapai termasuk penerbangan internasional ke Malaysia, Singapura, Thailand, dan Arab Saudi.

Kamis, 13 Juli 2017

Maskapai Ini Beroperasi dari Terminal 3 Ultimate

Maskapai di Terminal 3 Ultimate
Maskapai

Mulai hari Senin Tanggal 10 Juli 2017 kemarin, maskapai Saudi Arabian Airlines, telah beroperasi dari Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta. Dalam waktu dekat, ada 4 maskapai lagi yang segera beroperasi dari Terminal 3 Ultimate.

Dikutip dari indoaviation.co.id, Senior General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta, M. Suriawan Wakan menjelaskan, Dalam waktu dekat, ada 4 maskapai internasional lagi yang beroperasi di Terminal 3 Ultimate.

Maskapai internasional itu adalah Vietnam Airlines, Korea Air, Xiamen Airlines, dan China Airlines. Vietnam Airlines mulai beroperasi di Terminal 3 pada 12 Juli, Korea Air mulai 17 Juli, Xiamen Air mulai 30 Juli, China Airlines mulai 8 Agustus 2017.

Semua maskapai yang dipindah ke Terminal 3 tersebut merupakan anggota dari aliansi penerbangan Skyteam. Ditargetkan, seluruh penerbangan internasional dari Bandara Soekarno-Hatta akan diterbangkan dari Terminal 3 pada tahun ini.

Perpindahan operasional ke Terminal 3 Ultimate telah dipersiapkan secara matang, termasuk menerapkan common use check-in counter system yang juga sudah diterapkan bandara terbaik di dunia.

Awal pekan kemarin, tepatnya pada hari Senin tanggal 10 Juli 2017, maskapai Saudi Arabian Airlines resmi beroperasi di Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta.

Pesawat perdana Saudi Arabian SV 816 rute Jeddah-Jakarta mendarat di Terminal 3 pada pukul 09.00 WIB, membawa 398 penumpang, yang terdiri dari 28 penumpang bisnis, 365 penumpang ekonomi, dan 21 cabin crew.

Minggu, 09 Juli 2017

AirNav Kembangkan Rapid Exit Taxiway di Bandara Ngurah Rai

Rapid Exit Taxiway Bandara Ngurah Rai
Rapid Exit Taxiway
Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan (LPPNP) atau lebih dikenal dengan AirNav Indonesia cabang Denpasar Bali berencana mengembangkan Rapid Exit Taxiway (RET).

Pengembangan Rapid Exit Taxiway (RET) ini dilakukan untuk mengakomodasi lebih banyak pergerakan pesawat di bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali yang semakin bertambah padat.

Saat ini ada dua Rapid Exit Taxiway yang ada bisa melayani 27 pergerakan pesawat terbang selama satu jam. Jika ditambah, maka paling tidak ada 30 pergerakan pesawat terbang satu jam bisa terjadi.

Pada angka 27 pergerakan pesawat terbang per jam saja, menjadikan Bandara Ngurah Rai sebagai bandara komersial tersibuk di Indonesia. Hampir tiap dua menit ada pesawat terbang yang mendarat atau lepas landas.

Dikutip dari infopenerbangan.com, General Manajer AirNav Indonesia Cabang Denpasar Bali, Maskon Humawan menjelaskan, RET akan dikembangkan untuk mendukung target Kemenpar yang kekurangan 2 juta seat tahun ini.

Rapid Exit Taxiway (RET) itu akan mengakomadasi penambahan penerbangan dari luar negeri. Banyak yang minta masuk ke Bali jika infrastruktur Rapid Exit Taxiway itu bisa ditambah.

Rapid Exit Taxiway ini dibuat khusus agar pesawat bisa keluar dari landasan secara cepat. Begitu mendarat dengan kecepatan tinggi, pesawat terbang masih bisa keluar. Kalau sekarang harus berhenti pelan-pelan.

Dengan masuk ke apron pesawat secara pelan-pelan, maka membuat pergerakan pesawat terbang di landas pacu terbatas. Sedangkan pesawat terbang yang akan mendarat dan tinggal landas cukup banyak.

Jumat, 07 Juli 2017

Inilah Tugas Aviation Security

Aviation Security
Di setiap bandara baik yang dikelola oleh Angkasa Pura I, Angkasa Pura II ataupun di bawah Kementerian Perhubungan, pasti terdapat personel-personel atau petugas yang tugasnya untuk menjaga keamanan bandara.

Mereka bertugas baik di sisi darat (landside) seperti terminal bandara, maupun di sisi udara (airside), seperti landasan pacu (runway), apron dan taxiway. Personel atau petugas ini disebut sebagai Aviation Security (Avsec).

Dikutip dari indoaviation.co.id, Direktur Keamanan Penerbangan Ditjen Perhubungan Udara, M Nasir Usman menjelaskan, terdapat tiga tingkatan personel Avsec yakni Basic Avsec, Junior Avsec, dan Senior Avsec.

Basic Aviation Security memiliki tugas yaitu untuk melihat profiling seseorang yaitu memeriksa orang secara manual, memerika tubuh, melihat wajahnya, apakah ada sesuatu yang mencurigakan atau tidak, pemeriksaan dari kaki sampai ke atas.

Sedangkan Junior Aviation Security memiliki tugas yaitu mengoperasikan perangkat X-Ray dan memantaunya di monitor. Minimal harus memiliki sertifikat Junior Aviation Security.

Lalu untuk Senior Aviation Security bertugas sebagai supervisor, yaitu mengawasi cara kerja para aviation security secara keseluruhan. Jadi ketiga kualifikasi itu di setiap bandara pasti ada.

Untuk menjadi seorang Aviation Security harus dilihat secara signifikan background check-nya. Misalnya, apakah ada criminal record yang pernah dilakukan sebelumnya atau tidak.
Para calon Aviation Security harus mengikuti pendidikan kelembagaan training aviation security yang sudah disertifikasi oleh Direktur Jenderal Perhubungan Udara.

Hal ini sesuai dengan UU No. 1 Tahun 2009 yang menyatakan, ‘Setiap personel penerbangan wajib memiliki Surat Kecakapan Personel’, dan didapatkan setelah mengikuti pendidikan.

Kamis, 06 Juli 2017

Inilah Pesawat Baru NAM Air

Pesawat Baru NAM Air
Pesawat Baru
Pada hari senin tanggal 3 Juli 2017 kemarin, NAM Air resmi mendatangkan pesawat baru jenis ATR 72-600 dengan nomor registrasi PK-NYY. Pesawat ini adalah pesawat bermesin turbo propeller pertama yang dimiliki oleh Sriwijaya Air Group.

Pesawat jenis ATR 72-600 ini rencananya akan digunakan untuk melayani rute-rute terdalam di Indonesia seperti Papua, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara dan Kepulauan Jawa yang memiliki bandara dengan spesifikasi terbatas.

Pesawat ini adalah satu dari enam unit yang telah dipesan. Dengan ini, Sriwijaya Air Group semakin memantapkan posisi NAM Air sebagai pengumpan (feeder) Sriwijaya Air sebagai induk yang melayani kota-kota besar di Indonesia.

Dikutip dari indoaviation.co.id, Senior Corporate Communication Sriwijaya Air Group, Agus Soedjono menjelaskan, Diharapkan dengan pesawat ATR 72-600 ini bisa mengkoneksikan kota-kota terdalam Indonesia dan membantu perkembangan ekonomi dan infrastruktur daerah.

Pesawat ATR 72-600 ini memiliki kapasitas sebanyak 72 kursi yang bisa menampung cukup banyak penumpang dengan daya jelajah hingga 1.500 km. Selain itu, pesawat baling-baling ini juga memiliki fitur-fitur canggih.

Misalnya seperti fitur ‘boost’ yang sangat berguna ketika lepas landas di jalur pendek dan dan Multi-Purpose Computer (MPC) yang akan meningkatkan keamanan penerbangan dan kemampuan operasionalnya.

Selain itu, kabin pesawat juga dilengkapi dengan sistem pencahayaan baru dan kursi dengan seat pitch 31 inchi yang membuat pengalaman terbang menjadi lebih nyaman. Dengan mesin turbo propeller, kebisingan pesawat bisa diredam dengan signifikan.

NAM Air rencananya akan mendatangkan lima pesawat lainnya dalam beberapa bulan ke depan, sehingga sampai dengan akhir tahun 2017 nanti, NAM Air akan memiliki enam unit pesawat ATR 72-600 dan 10 unit Boeing 737-500.

Rabu, 05 Juli 2017

On Time Performance Maskapai Penerbangan Capai 90 Persen

On Time Performance Maskapai Penerbangan
On Time Performance
Tingkat ketepatan waktu atau On Time Performance (OTP) maskapai penerbangan yang beroperasi selama musim mudim Lebaran 2017 cukup menggembirakan. Tentu ini sangat bagus karena saat itu jadwal penerbangan sangat padat.

Dikutip dari infopenerbangan.com, Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Agus Santoso menjelaskan, Hasil rata rata OTP berada di angka 90%, dengan Garuda Indonesia sebagai pemegang OTP tertinggi.

Jika dihitung ketepatan waktu atau On Time Performance (OTP) maskapai penerbangan hasilnya rata-rata 90 persen. Angka ini tentu saja lebih baik dari tahun sebelumnya.

Tingkat ketepatan waktu maskapai penerbangan tersebut dicapai saat pertumbuhan penumpang pesawat terbang dalam musim angkutan lebaran 2017 mencapai yang tertinggi sepanjang sejarah.

Pertumbuhan penumpang dalam musim mudik angkutan lebaran tahun-tahun sebelumnya hanya sekitar 6 persen. Tahun 2017 ini peningkatannya sekitar 12 persen dibandingkan tahun 2016 lalu.

Catatan ini tentu menjadi kabar gembira bagi industri penerbangan di Indonesia. Diperkirakan jumlah penumpang pada tahun depan akan terus meningkat.

Selasa, 04 Juli 2017

Jumlah Penumpang Angkutan Udara Naik 12 Persen

Penumpang Angkutan Udara
Penumpang
Semakin banyak masyarakat Indonesia yang menggunakan jasa angkutan udara indikasinya pada libur Lebaran tahun ini kenaikannya mencapai 12 persen, yang dipantau dari 35 bandara. Lebih tinggi dari angka prediksi kenaikan 9,8 persen.

Dikutip dari indoaviation.co.id, Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso menjelaskan, Kenaikan jumlah penumpang angkutan udara Lebaran tahun 2017 ini naik 12 persen, dihitung itu dalam dua tahun kenaikannya sekitar 22 persen.

Dengan kumulatif kenaikan jumlah penumpang yang 12 persen itu membuktikan bahwa tingkat kesejahteraan masyarakat meningkat. Hal ini mengartikan pula bahwa parameter ekonomi Indonesia sudah naik.

Dulu masyarakat hanya punya uang untuk naik bus, atau naik kereta dan kapal laut. Sekarang mereka sudah bisa membeli tiket pesawat terbang. Ini menunjukkan tingkat prosperity masyarakat naik dengan lebih nyata dan signifikan.

Meskipun durasi liburan sekarang lebih panjang atau lama, animo masyarakat untuk pulang kampung pun kian besar. Lamanya hari libur itu hanya untuk distribusi mudik dan balik. Karena jarak dari mulai libur dan mulai masuk kerja itu panjang.

Di Bandara Adisutjipto, jumlah pergerakan penumpang dari H-10 sampai H+3 mencapai 337.770 orang, naik 10,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2016.

Pada 29 Juni atau H+3 jumlahnya 24.834 penumpang, hampir sama dengan H-2 atau 23 Juni yang 24.855 penumpang. Pada H-2 itu, jumlah penumpang mudik merupakan yang paling besar dibandingkan hari-hari lain sebelum hari H-nya.

Penumpang di bandara Adisutjipto Yogyakarta terlihat tak ada penumpukan walaupun sangat ramai. Semua fasilitas bandara diberdayakan untuk kenyamanan penumpang selama masa libur Lebaran tahun 2017 ini.

Ada tiga bandara yang dikelola Angkasa Pura I, yakni Bandara Adisutjipto Yogyakarta, Ahmad Yani di Semarang, dan Adi Sumarmo di Solo, yang perlu penanganan khusus karena kapasitas bandaranya sudah tidak mencukupi.

Khusus di Bandara Adisutjipto Yogyakarta, pihaknya telah menambah dua x-ray dan rekayasa pergerakan penumpang di terminal agar tidak ada penumpukan.

Senin, 03 Juli 2017

Wings Air Resmi Terbangi Jakarta-Tasikmalaya

Wings Air Terbang ke Tasikmalaya
Wings Air

Harapan warga Tasikmalaya yang menginginkan adanya transportasi udara akhirnya terwujud dengan dibukanya penerbangan Wings Air dari Jakarta menuju Tasikmalaya.

Meskipun tidak bisa terbang pada musim mudik Lebaran tahun 2017 ini, penerbangan perdana rute Bandara Halim Perdanakusuma-Bandara Wiriadinata dioperasikan mulai tanggal 1 Juli 2017 kemarin.

Penerbangan perdana dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, menuju Bandara Wiriadinata, Tasikmalaya, Jawa Barat itu dilayani dengan menggunakan pesawat ATR 72-600.

Dikutip dari indoaviation.co.id, Direktur Safety Wings Air Capt Iyus Susianto menjelaskan, proses untuk penerbangan ke Tasikmalaya memang cukup panjang. Lebih dari setahun sampai akhirnya bisa terbang.

Banyak faktor yang menjadi kendala lamanya proses tersebut. Salah satunya adalah belum siapnya bandara di Tasikmalaya untuk operasional penerbangan sipil komerisial. Namun kemudian bandara dilengkapi dan bisa memenuhi standar operasional.

Begitu penerbangan dibuka, warga Tasikmalaya sangat antusias untuk menggunakannya. Saat penerbangan perdana itu pesawat penuh dengan 72 penumpang. Begitu juga sebaliknya.

Panjang landasan operasional Bandara Wiriadinata hanya 1.140 meter. Dengan begitu, untuk mendarat bisa dengan kapasitas penumpang penuh, tapi untuk lepas landas memerlukan landasan yang lebih panjang jika ingin dengan kapasitas penuh.

Diharapkan landasan Bandara Wiriadinata segera diperpanjang agar operasional penerbangan reguler itu bisa optimal. Tentang hal tersebut, Dirjen Perhubungan Udara meyakinkan bahwa perpanjangan landasan segera dilaksanakan.

Jumat, 23 Juni 2017

Inilah Rute-Rute Baru Lion Air Group

Rute Baru Lion Air Group
Rute Baru
Maskapai Lion Air Group yang menaungi Lion Air, Batik Air, dan Wings Air kembali menambah rute dan memperluas jaringan konektivitasnya. Kali ini, Lion Air Group membuka sejumlah rute baru ke beberapa kota di Indonesia yang mulai beroperasi pada 21 Juni 2017.

Untuk Lion Air akan melayani beberapa penerbangan baru seperti, dari Bandara Soekarno-Hatta Jakarta menuju Bandar Udara H.A.S. Hanandjoeddin Tanjung Pandan, lalu dari Bandara Juanda Surabaya menuju Bandara Radin Inten II Bandar Lampung, dan dari Bandara Internasional Lombok menuju Bandara Husein Sastranegara Bandung.

Untuk maskapai Wings Air juga akan melayani beberapa rute baru seperti dari Bandara Adi Soemarmo Solo menuju Bandara Radin Inten II Bandar Lampung, dan dari Bandara Adi Soemarmo Solo menuju Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin.

Sementara maskapai Lion Air Group lainnya yaitu Batik Air juga melayani rute baru. Maskapai dengan pelayanan full services ini akan melayani penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta Jakarta menuju Bandara Silampari, Lubuklinggau, Sumatera Selatan.

Pembukaan rute ini juga dilakukan sebagai dukungan terhadap pagelaran Lubuklinggau Mountain Bike National Championship yang diselenggarakan pada 18 Juli hingga 23 Juli 2017 berlokasi di Bukit Sulap, lubuklinggau, Sumatera Selatan.

Seluruh penerbangan tersebut akan dilayani oleh maskapai Lion Air Group dengan frekuensi penerbangan satu kali setiap harinya.

Penambahan rute juga dilakukan dalam rangka persiapan arus mudik lebaran pada tahun 2017 ini yang mana masyarakat tentu membutuhkan sarana transportasi yang memiliki efisiensi waktu dan harga yang terjangkau, serta yang terpenting adalah keselamatan dan keamanan dalam perjalanannya.

Dengan total armada pesawat Lion Air Group saat ini yang mencapai 213 unit pesawat, diyakini juga bisa menampung lonjakan penumpang serta tentunya kebutuhan yang tinggi akan hal tersebut.

Dikutip dari indoaviation.co.id, Berikut jadwal lengkap penerbangan dari rute-rute baru tersebut:

Lion Air JT 126 // Cengkareng (STD 05.20) – Tanjung Pandan (STA 06.10)
Lion Air JT 127 // Tanjung Pandang (STD 07.10) – Cengkareng (STA 08.00)
Lion Air JT 149 // Surabaya (STD 18.15) – Bandar Lampung (STA 20.00)
Lion Air JT 148 // Bandar Lampung (STD 20.40) – Surabaya (STA 22.25)
Lion Air JT 953 // Lombok (STD 18.50) – Bandung (STA 19.35)
Lion Air JT 952 // Bandung (STD 20.00) – Lombok (STA 22.50)

Wings Air IW 1716 // Solo (STD 07.05) – Bandar Lampung (STA 08.50)
Wings Air IW 1717 // Bandar Lampung (STD 09.15) – Solo (STA 11.00)
Wings Air IW 1894 // Solo (STD 14.00) – Banjarmasin (STA 16.40)
Wings Air IW 1895 // Banjarmasin (STD 17.05) – Solo (STA 17.45)
Wings Air IW 1292 // Bandar Lampung (STD 12.25) – Jambi (STA 13.45)
Wings Air IW 1292 // Jambi (STD 14.15) – Padang (STA 15.35)
Wings Air IW 1293 // Padang (STD 16.00) – Jambi (STA 17.20)
Wings Air IW 1293 // Jambi (STD 17.50) – Bandar Lampung (STA 19.10)

Batik Air ID 6820 // Cengkareng (STD 06.00) – Lubuk Linggau (STA 07.10)
Batik Air ID 6821 // Lubuk Linggau (STD 07.50) – Cengkareng (STA 09.00)

Rabu, 21 Juni 2017

Layanan Self Check-In Disiapkan

Self Check-In Counter
Self Check-In

Angkasa Pura II selaku pengelola bandara di kawasan Indonesia bagian barat melalui Kantor Cabang Utama Bandara Soekarno-Hatta terus berkomitmen menyukseskan pelayanan kepada para pengguna jasa penerbangan.

Salah satu cara untuk memaksimalkan pelayanan kepada pengguna jasa transportasi udara yakni Angkasa Pura II mempersiapkan self check-in bagi penumpang non bagasi pada musim mudik 2017 saat ini.

Layanan tersebut disediakan khusus di Terminal 1A, 1B, 1C dan Terminal 3. Lokasi self check-in berada di public area atau di crub side dan ada petugas customer service mobile siap mendampingi pemudik di sekitar lokasi.

Dikutip dari infopenerbangan.com, Senior General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta, M Suriawan Wakan, menjelaskan, Counter self check-in tanpa bagasi itu ditempatkan di area publik.

Berbeda dengan area check in pada umumnya yang terlebih dahulu harus melalui security check point, di mana penumpang dan barang bawaannya diperiksa menggunakan metal detector serta mesin x-ray.

Counter self check-in tanpa bagasi ini diperuntukkan bagi penumpang dengan jadwal penerbangan maksimal 2 jam setelah melakukan check-in. Melalui counter tersebut, penumpang bisa mencetak boarding pass masing-masing.

Setelah itu, penumpang langsung diarahkan menuju akses masuk kru maskapai penerbangan sehingga tidak perlu antre lagi dengan penumpang lain yang belum melakukan check-in.

Dengan self check in non bagasi ini, diharapkan bisa memangkas waktu persiapan penumpang sebelum naik pesawat dan tetap bisa mudik dengan nyaman.

Selasa, 20 Juni 2017

Bandara Ini Beroperasi 24 Jam Pada Musim Lebaran 2017

Bandara
Bandara
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara telah melakukan monitoring technical check di 35 bandar udara di seluruh Indonesia. Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi lonjakan penumpang pada periode Lebaran tahun 2017.

Obyek monitoring terkait dengan keselamatan adalah Manajemen Operasi Appron, Alat Bantu Visual dan Sistem Kelistrikan, Pemeliharaan daerah pergerakkan dan Obstacle Limitation Surface, Pengawasan kendaraan di sisi udara, dan Akses ke dalam daerah pergerakan.

Sedangkan terkait kenyamanan (services), Direktorat Jenderal Perhubungan Udara telah melakukan pemeriksaan terhadap fasilitas terminal.

Di sektor transportasi udara, prediksi jumlah penumpang angkutan udara pada periode Libur Lebaran tahun 2017 atau 1438 Hijriyah meningkat 9,8 persen dibandingkan tahun 2016.

Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan mendata perkiraan jumlahnya mencapai 5.404.814 penumpang, terdiri dari 4.729.287 penumpang rute domestik dan 675.527 penumpang rute luar negeri (internasional).

Untuk mendukung pergerakan penumpang dalam masa Lebaran 2017 ini, ada sebanyak 7 bandara akan buka 24 jam untuk melayani penerbangan. Dikutip dari indoaviation.co.id, 7 bandara itu adalah:

Bandara Ngurah Rai - Denpasar, Bali.
Bandara Juanda - Surabaya.
Bandara Sultan Hasanuddin - Makassar.
Bandara Sam Ratulangi - Manado.
Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Jakarta.
Bandara Halim Perdanakusuma - Jakarta.
Bandara Kualanamu - Deli Serdang, Medan.

Senin, 19 Juni 2017

Batik Air Layani Penerbangan Jakarta-Kuala Lumpur

Batik Air Terbang ke Kuala Lumpur
Batik Air

Maskapai penerbangan Batik Air resmi mengoperasikan rute baru dari Bandara Internasional Soekarno–Hatta, Cengkareng menuju Kuala Lumpur, Malaysia, mulai tanggal 10 Juni 2017 kemarin.

Penerbangan ini berangkat dari Bandara Soekarno–Hatta pukul 14.35 WIB dengan nomor penerbangan ID 7163, sedangkan penerbangan dari Kuala Lumpur berangkat pada pukul 19.20 dengan nomor penerbangan ID 7162.

Dikutip dari indoaviation.co.id, Public Relations Manager Lion Air Group, Andy M. Saladin menjelaskan, Ini merupakan bentuk pelayanan tambahan kepada pelanggan yang ingin bepergian dengan rute internasional menuju Kuala Lumpur.

Diharapkan dengan adanya destinasi ini dapat memberikan pilihan yang beragam. Rute ini sekaligus menjadi awal dari rencana pembukaan rute Batik Air ke beberapa negara lainnya seperti Perth, Australia dan India dari Denpasar.

Batik Air menargetkan akan terbang dari Denpasar ke Cenai, India, melalui Kuala Lumpur. Ini merupakan dukungan Lion Air Group terhadap program Kementerian Pariwisata agar bisa menarik lebih banyak wisatawan mancanegara.

Wisatawan dari Cenai maupun dari Kuala Lumpur akan dapat melanjutkan penerbangannya ke kota-kota di Indonesia dengan menggunakan Batik Air maupun maskapai Lion Air Group lainnya seperti Lion Air dan Wings Air.

Hingga saat ini Batik Air telah terbang ke lebih dari 35 destinasi domestik, termasuk penerbangan internasional menuju Singapura.

Saat ini jumlah armada Batik Air mencapai 49 unit yang terdiri dari Boeing 737-800, 737-900 ER dan Airbus A320 CEO dengan penerbangan mencapai 250 penerbangan per hari.

Batik Air sejak November 2016 telah berhasil terdaftar dan teregistrasi dalam audit manajemen keselamatan dan keamanan tingkat tertinggi dengan skala internasional yaitu IOSA (IATA Operational Safety Audit).

Selain itu Batik Air telah terbebas dari EU Banned Airlines List yang merupakan larangan terbang ke Benua Eropa, sehingga kini Batik Air bisa membuka rute menuju Eropa untuk ke depannya karena dianggap telah memenuhi standard keamanannya.

Kamis, 15 Juni 2017

NAM Air Resmi Terbangi Jakarta-Banyuwangi

NAM Air Terbang ke Banyuwangi
NAM Air

Maskapai penerbangan NAM Air resmi melayani penerbangan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta Cengkareng ke Bandara Blimbingsari, Banyuwangi. Penerbangan Jakarta-Banyuwangi itu mulai dilayani 16 Juni 2017.

Dikutip dari indoaviation.co.id, Direktur Komersial Sriwijaya Air Group Toto Nursatyo menjelaskan, untuk awal, jadwal terbangnya satu kali sehari dulu. Ke depan bisa ditambah lagi frekuensinya jika terus berkembang.

Banyuwangi memiliki potensi pasar yang menjanjikan, pariwisatanya berkembang dan sektor usahanya bergeliat. Setiap minggu selalu ada kegiatan dan atraksi wisata yang bisa menjadi daya tarik wisatawan.

Sriwijaya Air Group berkomitmen untuk mendukung pariwisata Indonesia dengan menerbangi destinasi-destinasi yang memiliki potensi wisata. Contoh sukses yang sudah dilakukannya adalah terbang ke Bandara Silangit.

Saat ini penerbangan Sriwijaya Air Group ke Silangit tingkat keterisian penumpang rata-rata hingga 93 persen dengan frekuensi penerbangan dua kali sehari.

Dengan contoh tersebut, merupakan suatu kebanggaan Sriwijaya Air Group bisa terbang ke Banyuwangi dari Jakarta dan menjadi pionir.

NAM Air melayani rute penerbangan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Jakarta menuju Bandara Blimbingsari, Banyuwangi menggunakan pesawat Boeing 737-500 berkapasitas 120 kursi.

Minggu, 11 Juni 2017

Lion Air Tambah 30.000 Kursi Tambahan

Kursi Tambahan Lion Air
Kursi Tambahan

Maskapai penerbangan Lion Air Group menyediakan 30.000 kursi tambahan untuk mengakomodasi penerbangan angkutan Lebaran 2017. Tahun ini, total penerbangan khusus Lebaran mencapai 158 penerbangan.

Dikutip dari infopenerbangan.com, Presiden Direktur Lion Air Grup, Edward Sirait, menjelaskan, penambahan kursi itu untuk memenuhi kebutuhan transportasi udara pemudik mulai tanggal 15 Juni sampai 15 Juli 2017.

Sebanyak 30.000 kursi tambahan ini ada penerbangan Wings Air, dari Lampung- Liwuk, Denpasar-Bima dan Semarang-Pangkalan Bun selama periode angkutan lebaran mulai 15 Juni sampai 15 Juli 2017.

Lion Air Grup juga menyiapkan penambahan penerbangan untuk maskapai Batik Air di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta. Di mana, penerbangan akan lebih banyak dilakukan pada malam hari.

Selain penambahan kursi untuk angkutan lebaran, Lion Air Group akan menambah armada jenis pesawat Boeing 737 Max 8 sebanyak empat unit yang akan didatangkan hingga akhir tahun 2017 ini.

Boeing 737 Max 8 ini adalah generasi terbaru dari Boeing 737. Lion Air Group akan menerima kedatangan pesawat tersebut pada akhir bulan Juni 2017. Boeing 737 Max 8 akan digunakan untuk penerbangan internasional.

Kamis, 08 Juni 2017

Peraturan Membawa Barang Ke Kabin Pesawat

Kabin Pesawat
Kabin

Dalam penerbangan, penumpang diperbolehkan membawa barang bawaannya ke dalam kabin pesawat (carry-on baggage), seperti koper, ransel atau tas-tas kecil biasanya berisi barang-barang berharga yang tidak bisa ditempatkan di bagasi kargo.

Namun, bukan berarti penumpang bisa dengan seenaknya membawa barang bawaannya ke dalam kabin. Penumpang yang membawa barang ke dalam kabin pesawat harus mematuhi peraturan keselamatan penerbangan yang berlaku.

Berdasarkan Edaran Keselamatan DSKU/EK/002/2005 yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan RI mengatur tentang barang bawaan penumpang di dalam kabin pesawat terbang.

Dasar acuannya yaitu CASR 121 dan CASR 135 yang mensyaratkan barang bawaan penumpang tidak menghalangi jalan evakuasi jika terjadi keadaan darurat, tidak menghambat dalam pengambilan peralatan keselamatan.

Peralatan keselamatan seperti tabung pemadam api, tabung oksigen dan kotak P3K, dan barang bawaan tidak jatuh atau terlepas dari tempat penyimpanannya sehingga bisa dihindarkan terjadinya cedera pada penumpang atau awak pesawat terbang.

Barang bawaan penumpang di dalam kabin harus disimpan di rak di atas kepala (overhead bin) yang dilengkapi dengan pengikat atau penutup dan label tentang maksimum barang yang boleh disimpan di dalamnya.

Misalnya jumlah maupun berat barang yang disimpan di overhead bin, tidak boleh melebihi spesifikasi yang ditetapkan oleh setiap pabrikan pesawat, karena spesifikasi overhead bin berbeda-beda.

Selain itu, barang bawaan penumpang juga dapat disimpan di bawah kursi pesawat, dengan syarat harus memiliki sarana yang dapat mencegah barang-barang yang disimpan di bawah kursi tidak meluncur ke depan dan/atau ke aisle/gang di kabin pesawat.

Edaran ini juga mewajibkan kepada maskapai untuk memastikan jumlah dan ukuran barang yang akan dibawa masuk ke kabin pesawat oleh calon penumpangnya sesuai dengan yang ditentukan. Misalnya, panjang, tinggi maupun lebar tas atau koper.

Contoh Garuda Indonesia, di websitenya membatasi maksimum carry-on baggage dengan panjang 56 cm, lebar 36 cm, tebal 23 cm, namun jumlah dari tiga dimensi tersebut tidak melebihi 115 cm atau berat sebesar 7 kilogram.

Kecuali, ada armada pesawat yang dioperasikan oleh Garuda pada Economy Class CRJ-1000 dan ATR72, dibatasi dengan maksimal panjang 41 cm, lebar 34 cm, tebal 17 cm, namun jumlah dari tiga dimensi tersebut tidak lebih dari 92 cm atau berat sebesar 7 kilogram.

Maskapai penerbangan wajib melarang penumpang memasuki kabin pesawat jika calon penumpangnya membawa barang yang jumlah dan ukurannya melebihi dari ketentuan.

Terakhir, melarang untuk menutup pintu pesawat terbang dalam persiapan taxi ataupun pushback sebelum awak pesawat yang ditugaskan selesai melakukan pemeriksaan bahwa seluruh barang bawaan penumpang telah disimpan pada tempat yang telah disediakan.

Selasa, 06 Juni 2017

Insentif Lebaran Untuk Maskapai Penerbangan

Insentif Maskapai Penerbangan
Insentif

Angkasa Pura II menyiapkan insentif bagi maskapai penerbangan yang mengoperasikan penerbangan tambahan khusus rute domestik pada masa angkutan lebaran tahun 2017 ini di seluruh bandara di bawah pengelolaan Angkasa Pura II.

Dikutip dari indoaviation.co.id, Insentif yang diberikan adalah pembebasan biaya atau free of charge terhadap jasa pendaratan (landing fee) dan potongan 50% terhadap biaya tarif perpanjangan jam operasi.

Pemberian insentif tersebut juga khusus bagi maskapai penerbangan yang menggunakan pesawat berbadan sedang atau narrow body dalam penerbangan tambahan atau extra flightnya, misalnya Boeing 737-800 NG atau Airbus A320.

Contoh, maskapai mengoperasikan pesawat narrow body Boeing 737-800 NG atau Airbus A320 untuk extra flight di Bandara Soekarno-Hatta maka maskapai tersebut dibebaskan dari biaya jasa pendaratan (landing fee).

Contoh lainnya, maskapai mengoperasikan pesawat narrow body untuk extra flight di Bandara Supadio, Pontianak, pada pukul 01.00 WIB maka maskapai tersebut mendapat pembebasan biaya jasa landing fee ditambah potongan 50% terhadap biaya perpanjangan jam operasi.

Insentif ini diberikan untuk mendukung kelancaran penerbangan di bandara-bandara Angkasa Pura II khususnya pada masa angkutan lebaran tahun 2017.

Diharapkan extra flight atau penerbangan tambahan tidak membebani operasional maskapai, atau dengan kata lain insentif ini juga sebagai bentuk dari dukungan Angkasa Pura II kepada seluruh maskapai penerbangan.

Minggu, 04 Juni 2017

Pendapatan Rute Internasional Lebih Besar Dari Rute Domestik

Rute Internasional Garuda Indonesia
Rute Internasional
Maskapai penerbangan plat merah Garuda Indonesia memperoleh pendapatan lebih besar di rute-rute internasional dibandingkan rute-rute domestik yang dioperasikannya.

Dikutip dari indoaviation.co.id, Dirut Garuda Indonesia, Pahala N. Mansury menjelaskan, Perkembangan rute internasional sangat baik. Bahkan di bulan Mei pendapatan rute internasional lebih besar daripada rute-rute domestik.

Dilihat dari profitibilitas Garuda Indonesia di bulan April dan Mei, perbaikannya sangat signifikan. Selain itu, kondisi operasional Garuda untuk bulan April dan bulan Mei itu sudah jauh lebih baik dibandingkan di tiga bulan pertama.

Pendapatan maskapai untuk penerbangan internasional menyumbang sekitar kurang lebih 52 persen dari keseluruhan pendapatan Garuda Indonesia. Hal ini tentu perkembangannya sangat bagus.

Dengan penambahan jumlah rute, yang artinya dari sisi produksi maskapai juga meningkat. Saat ini Garuda Indonesia memiliki 21 destinasi internasional dan mengalami peningkatan yang cukup baik.

Bulan Maret kemarin, pertumbuhan rute internasional Garuda Indonesia secara year on year meningkat sampai dengan 13 persen. Jadi itu jauh lebih tinggi dibandingkan peningkatan pendapatan untuk rute domestik yang kurang lebih hanya sekitar 3 persen.

Selasa, 30 Mei 2017

Citilink Segera Layani Penerbangan Jakarta-Kendari

Citilink Terbang ke Kendari
Citilink
Mulai tanggal 16 Juni mendatang, maskapai penerbangan yang juga anak perusahaan dari Garuda Indonesia yakni Citilink akan membuka rute penerbangan ke Kendari, Sulawesi Tenggara.

Dikutip dari indoaviation.co.id, Dirut Citilink Juliandra Nurtjahjo menjelaskan, Pembukaan rute penerbangan ke Kendari ini merupakan salah satu upaya untuk memperluas konektivitas Citilink ke Timur Indonesia.

Ekspansi rute penerbangan ke Kawasan Timur Indonesia merupakan salah satu target utama Citilink pada tahun 2017, ini merupakan langkah penting Citilink untuk mencapai visinya sebagai maskapai berbiaya murah terkemuka di regional.

Sulawesi Tenggara memiliki keindahan objek wisata bawah lautnya di Wakatobi yang sudah mendunia. Penerbangan ini diharapkan bisa mendatangkan lebih banyak wisatawan sehingga bisa berkontribusi dalam memajukan pariwisata dan perekonomian lokal maupun nasional.

Citilink membuka layanan penerbangan harian berjadwal setiap hari dari Jakarta menuju ke Kendari dengan satu kali transit di Makassar.

Penerbangan Menuju Kendari akan berangkat dari Jakarta pukul 14.25 dan transit di Makassar pada 17.50 waktu setempat, kemudian berangkat menuju Kendari pada pukul 18.20 dan tiba pada 19.10 menggunakan pesawat Airbus A320.

Hingga saat ini selain 45 unit pesawat A320 yang sudah beroperasi, Citilink telah mendatangkan dan mengoperasikan 4 unit pesawat A320 verrsi Neo dengan mesin yang lebih baru, tidak berisik dan hemat bahan bakar hingga 20 persen.

Citilink merupakan maskapai Indonesia pertama yang menggunakan pesawat Airbus A320 Neo versi terbaru ini untuk meningkatkan kenyamanan bagi penumpangnya.

Jumat, 26 Mei 2017

Lion Air Terbangi Rute Medan-Kuala Lumpur

Lion Air Terbang ke Kuala Lumpur
Lion Air
Maskapai Lion Air kembali melayani penerbangan dari Bandara Kualanamu Medan menuju Kuala Lumpur, Malaysia dan sebaliknya. Penerbangan ini mulai beroperasi tanggal 26 Mei 2017 dengan jadwal terbang satu kali setiap hari.

Penerbangan Medan-Kuala Lumpur PP ini kembali dilayani karena melihat perkembangan minat masyarakat yang tinggi untuk bepergian ke luar negeri khususnya Malaysia, baik untuk keperluan wisata maupun pekerjaan.

Hal ini dilakukan untuk terus mengembangkan jaringan konektivitas penerbangan internasional sekaligus komitmen Lion Air Group dalam mendukung pertumbuhan pariwisata Indonesia dengan mendatangkan wisatawan mancanegara.

Maskapai Lion Air Group lainnya yang beroperasi di Malaysia yaitu Malindo Air akan berganti nama menjadi Batik Malaysia juga telah melayani penerbangan dari Kuala Lumpur menuju Medan Kualanamu sebelumnya.

Diharapkan rute tersebut bisa bermanfaat bagi masyarakat dalam mempermudah akses transportasi via udara, serta mengurangi beban ketergantungan terhadap Bandara Soekarno-Hatta sebagai airport HUB rute internasional.

Dikutip dari indoaviation.co.id, Berikut jadwal terbang rute baru Lion Air dengan tujuan Medan Kualanamu-Kuala Lumpur, dan jadwal dari Malindo Air :
Lion Air JT 166 // KUALANAMU (STD 15.30) – KUALA LUMPUR (STA 17.40)
Lion Air JT 167 // KUALA LUMPUR (STD 14.30) – KUALANAMU (STA 14.40)
Malindo Air OD 323 // KUALANAMU (STD 07.10) – KUALA LUMPUR (STA 09.10)
Malindo Air OD 322 // KUALA LUMPUR (STD 20.15) – KUALANAMU (STA 20.15)

Selasa, 23 Mei 2017

AirAsia X Resmi Layani Penerbangan Denpasar-Mumbai

AirAsia X Terbang ke Mumbai
AirAsia X
Maskapai penerbangan AirAsia X Indonesia resmi melakukan penerbangan perdana dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali menuju Bandara Internasional Chhatrapati Shivaji, Mumbai, India, pada tanggal 19 Mei 2017 kemarin.

Penerbangan perdana XT852 Denpasar-Mumbai tersebut diresmikan dengan seremoni pengguntingan pita oleh Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi, Tenaga Ahli Menteri Bidang Konektivitas Udara, bersama dengan CEO AirAsia Indonesia.

Keberangkatan perdana dari Bali tersebut diikuti dengan suksesnya penerbangan XT853 yang bertolak dari Mumbai dengan tingkat keterisian 90 persen yang telah tiba di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dan disambut secara meriah.

Dikutip dari indoaviation.co.id, Penyambutan penerbangan perdana Mumbai-Denpasar dilakukan dengan prosesi water cannon dan suguhan tarian tradisional khas Bali serta alunan musik gamelan.

Pelepasan penerbangan perdana Mumbai-Denpasar secara resmi juga diselenggarakan di Bandara Internasional Chhatrapati Shivaji oleh Konsul Jenderal Republik Indonesia di Mumbai, Dirut AirAsia dan Vice President Aero Marketing dari GVK Mumbai International Airport.

India dan Indonesia adalah dua dari sedikit negara yang memiliki banyak sekali kesamaan. Kedekatan unsur sejarah dan budaya sejak ribuan tahun lalu melatarbelakangi hubungan antar keduanya yang sangat kuat.

Penerbangan AirAsia X Indonesia dari Mumbai menuju Bali ini merupakan upaya nyata untuk menciptakan berbagai peluang bagi para pelaku di bidang Perdagangan, Pariwisata dan Investasi kedua negara untuk semakin dekat.

Dengan penerbangan jarak jauh berbiaya hemat yang menghubungkan kedua destinasi yang berpotensi sangat besar, ditambah jaringan rute jarak dekat AirAsia Indonesia, tentu ini bisa mendukung upaya pemerintah Indonesia dalam mendatangkan 20 juta wisatawan mancanegara di tahun 2019.

Kamis, 18 Mei 2017

Bandara Juanda Beroperasi 24 Jam Selama Lebaran 2017

Bandara Juanda
Bandara Juanda

Bandara Internasional Juanda akan beroperasi 24 jam selama H-10 sampai dengan H+15 Lebaran tahun 2017 ini. Pengoperasian bandara Juanda selama 24 jam ini untuk melayani penumpang yang akan pergi mudik dan balik Lebaran.

Dikutip dari indoaviation.co.id, GM Angkasa Pura I Juanda, Yuwono menjelaskan, pihaknya akan melakukan rapat koordinasi dengan para pemangku kepentingan yang ada di lingkungan bandara untuk membahas semua persiapan ini.

Selama ini, Bandara Juanda ditutup setiap pukul 23.00 WIB sampai dengan pukul 05.00 WIB untuk perbaikan penguatan landasan. Namun, pada saat lebaran nanti pengerjaan tersebut akan dihentikan dan bandara akan dibuka selama 24 jam.

Persiapan lainnya antara lain menyiapkan fasilitas seperti halnya menambah jumlah petugas customer service. Selain itu, juga akan dibuka posko lebaran yang akan ditempatkan di Terminal 1 dan juga di Terminal 2 Bandara Juanda.

Semua kesiapan akan terus dilakukan agar pelaksanaan arus mudik dan balik Lebaran yang menggunakan jasa penerbangan di Bandara Internasional Juanda bisa berjalan dengan lancar.

Termasuk juga persiapan dengan adanya penambahan waktu penerbangan oleh maskapai untuk mengangkut penumpang saat Lebaran tahun 2017 ini.

Jumat, 12 Mei 2017

Wings Air Layani Penerbangan Manokwari-Sorong

Wings Air Terbang ke Sorong
Wings Air
Maskapai penerbangan Wings Air resmi membuka rute penerbangan baru di Papua Barat yaitu dari Manokwari melalui Bandara Rendani menuju Sorong melalui Bandara Dominique Edward Osok, dan sebaliknya.

Dikutip dari indoaviation.co.id, Presiden Direktur Lion Air Group Edward Sirait menjelaskan, penambahan rute ini untuk memberikan pelayanan lebih terhadap para pelanggan kelas eksekutif di Batik Air dan penerbangan rute pendek di Wings Air.

Selain itu, menjelang bulan suci Ramadhan dan musim mudik Lebaran Idul Fitri juga menjadi faktor ada penambahan ini, sehingga bisa menampung para pelanggan Lion Air Group untuk bepergian menggunakan moda transportasi udara.

Maskapai Wings Air akan melayani rute Manokwari-Sorong dengan nomor penerbangan IW 1613, berangkat dari Bandara Rendani Manokwari pukul 05.30 WIT dan tiba di Bandara Dominique Edward Osok pada pukul 06.30 WIT.

Sedangkan penerbangan sebaliknya yaitu Sorong-Manokwari dilayani dengan nomor penerbangan IW 1612, berangkat dari Bandara Dominique Edward Osok pada pukul 14.05 WIT dan tiba di Bandara Rendani Manokwari pukul 15.05 WIT.

Wings Air hingga saat ini telah terbang ke lebih dari 86 destinasi domestik di seluruh Indonesia, dengan total penerbangan perharinya mencapai lebih dari 293 flights/day.

Total armada Wings Air saat ini berjumlah 52 unit pesawat ATR 72-500/600 dengan kapasitas penumpang mencapai 72 kursi.

Kamis, 11 Mei 2017

Lion Air Layani Penerbangan Surabaya-Palembang

Lion Air Terbang ke Palembang
Lion Air
Maskapai penerbangan Lion Air membuka rute penerbangan baru di bulan Mei ini. Maskapai yang identik dengan logo singa merah itu resmi membuka rute penerbangan dari Surabaya menuju Palembang mulai tanggal 10 Mei 2017.

Penerbangan berangkat dari Bandara Juanda Surabaya pukul 08.00 WIB dengan nomor penerbangan JT 856. Penerbangan akan tiba di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang pada pukul 09.50 WIB.

Dikutip dari infopenerbangan.com, Area Manager Lion Air, Divi Sujianti menjelaskan, Penerbangan perdana Surabaya-Palembang merupakan penerbangan reguler yang terbang setiap hari.

Diharapkan dengan adanya rute baru Surabaya-Palembang ini bisa memberikan pilihan kepada penumpng dalam momen lebaran dalam waktu dekat.

Semakin banyak pilihan rute dari Bandara Juanda bisa mempermudah dan menepersingkat waktu waktu bagi penumpang.

PT Angkasa Pura I Bandara Juanda selaku pengelola bandara udara akan senantiasa mendepankan 3S dan 1C (Safety, Security, Service dan Complience).

Kamis, 04 Mei 2017

Citilink Resmi Layani Penerbangan Jakarta-Dili

Citilink Terbang ke Dili
Citilink
Maskapai penerbangan Citilink akan melayani penerbangan regional pertamanya yaitu Jakarta-Dili, Timor Leste PP. Ini sebagai upaya untuk memperluas konektivitas Citilink dan mengakomodir permintaan serta kebutuhan para pelanggan.

Penerbangan rute Jakarta-Dili berangkat pada pukul 04.55 WIB, dan transit dari Denpasar pada pukul 09.25 WIB sedangkan penerbangan dari Dili menuju ke Jakarta berangkat pada pukul 13.20 waktu setempat.

Untuk melayani rute penerbangan Jakarta-Dili, Timor Leste itu, Citilink menggunakan pesawat jenis Airbus A320 dengan kapasitas 160 penumpang.

Dikutip dari indoaviation.co.id, CEO Citilink Juliandra Nurtjahjo menjelaskan, tahun ini Citilink merambah ke penerbangan regional. Dili menjadi destinasi penerbangan regional pertama yang dilayani oleh Citilink.

Citilink melayani penerbangan berjadwal harian dari Jakarta menuju ke Dili mulai tanggal 12 Mei 2017. Sebelumnya Citilink pernah mengoperasikan rute Denpasar-Dili sebagai penerbangan charter berjadwal bekerjasama dengan maskapai lokal di Timor Leste.

Rute ini merupakan connecting flight dari Jakarta dengan satu kali transit di Denpasar dan dioperasikan sepenuhnya oleh Citilink. Pertumbuhan wisatawan dan bisnis dari Dili ke Indonesia terus menunjukkan tren positif.

Penumpang akan mendapatkan pengalaman service yang berbeda dengan disajikannya makanan dan minuman selama penerbangan 1 jam 50 menit dari Denpasar menuju Dili dan sebaliknya.

Dengan demikian pelanggan Citilink bisa menikmati layanan premium namun tentunya tetap dengan harga yang terjangkau.