Rabu, 31 Desember 2014

Garuda Buka Rute ke Meulaboh, Lhokseumawe, dan Sabang

Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia pada 2 Februari 2015 akan membuka rute penerbangan dari Bandara Kuala Namu Medan menuju tiga destinasi di Nangroe Aceh Darussalam. Ketiga destinasi itu antara lain Meulaboh (Nagan Raya), Lhokseumawe, dan Sabang.

General Manager Garuda Indonesia Banda Aceh Nano Setiawan mengatakan bahwa pembukaan rute penerbangan ini akan mulai dilakukan pada 2 Februari 2015 dan dioperasikan oleh sub-brand Explore menggunakan pesawat baling-baling ATR 72-600 berkapasitas 70 kursi kelas ekonomi.

Nano menuturkan, rute penerbangan Medan-Meulaboh dan Medan-Lhokseumawe akan dilayani dengan frekuensi sebanyak empat kali dalam seminggu, sementara rute penerbangan Medan-Sabang akan dioperasikan tiga kali dalam seminggu.

“Untuk masing-masing penerbangan, kita melayani penumpang empat kali dalam sepekan, dan diharapkan masyarakat Aceh termasuk wisatawan agar bisa mendapatkan manfaat dari pelayanan transportasi perusahaan kami,” ujar Nano lebih lanjut.

Rute penerbangan Medan-Meulaboh-Medan akan dilayani oleh Garuda Indonesia setiap hari Senin, Selasa, Kamis, dan Sabtu; Medan-Lhokseumawe-Medan dioperasikan hari Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu; sedangkan Medan-Sabang-Medan dilayani hari Rabu, Jumat, dan Minggu.

Menurut Nano, Garuda Indonesia ikut berperan aktif dalam mengembangkan pariwisata di Sabang, salah satunya adalah dengan membuka rute penerbangan ke kota paling barat Indonesia itu agar lebih banyak lagi wisatawan yang berkunjung ke Sabang. Apalagi Sabang merupakan salah satu destinasi wisata bahari dengan keindahan alam laut yang sangat memukau.

“Kami berharap dengan adanya pembukaan Garuda Indonesia dari dan ke Sabang maka akan mempercepat tumbuhnya sektor pariwisata Sabang, yang selama ini juga telah dikenal wisatawan mancanegara. Keindahan panorama sabang harus didukung kelancaran transportasi, khususnya lewat udara,” jelas Nano Setiawan.

Sumber: indo-aviation.com

Selasa, 30 Desember 2014

Garuda Tambah Penerbangan Surabaya-Jember

Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia berniat untuk menambah frekuensi penerbangan Surabaya-Jember dan sebaliknya dari tujuh kali seminggu menjadi 10 kali seminggu, karena melihat respon permintaan penumpang yang cukup besar

Jika tidak ada hambatan, penambahan frekuensi penerbangan akan dilakukan mulai 31 Maret 2015. “Garuda berencana menambah frekuensi penerbangan Surabaya-Jember pulang pergi paling lambat Maret 2015,” kata Manajer Keuangan Garuda Indonesia Cabang Jember Nur Aditya.

“Selama ini, Garuda Indonesia hanya melayani penerbangan Jember-Surabaya sebanyak tujuh kali dalam sepekan. Ke depan penambahan penerbangan dilakukan dua kali pada hari Rabu, Jumat, dan Sabtu,” papar Nur Aditya,

Sementara itu, Manajer Pemasaran Garuda Indonesia Cabang Jember Boedi Prihantoro mengatakan bahwa penerbangan Surabaya-Jember-Surabaya sangat diminati oleh penumpang. Terbukti tingkat isian kursi pesawat ATR 72-600 yang digunakan untuk melayani rute tersebut rata-rata terisi 75 persen. “Rata-rata penumpang yang terbang dari Jember-Surabaya sekitar 75 persen setiap harinya dari jumlah kursi yang tersedia sebanyak 70 seats,” tuturnya.

Dia pun berharap penambahan frekuensi penerbangan menjadi 10 kali dalam seminggu itu sudah bisa dilakukan pada bulan Februari 2015. “Mudah-mudahan bisa terealisasi pada bulan Februari 2015. Namun, target kami paling lambat 31 Maret 2015 karena prosesnya sudah berjalan hampir 90 persen untuk izin penambahan frekuensi penerbangan itu,” paparnya.

Sumber: indo-aviation.com

Senin, 29 Desember 2014

Tips Terbang Tanpa Bagasi

Bisakah bepergian dalam waktu yang lama tanpa membawa bagasi? Bagi seorang backpaker, ternyata bisa. Karena itu, Anda pun bisa. Seorang pecinta backpaker kepada Aviasi menyatakan saat ini sudah tidak zamannya lagi traveling sambil membawa banyak koper. Terbang dengan cara yang ringkas bukahlah hal yang sulit dilakukan. Anda tertarik bepergian tanpa barang bawaan yang banyak? Berikut tips khusus melakukan perjalanan udara tanpa bagasi:

Pilih Maskapai
Anda sebaiknya memilih penerbangan langsung (direct flight), karena jika harus transit, maka akan memakan waktu perjalanan yang lebih lama, sementara Anda tidak perlu mengurus bagasi. Untuk waktu keberangkatan, sebaiknya jadwal paling pagi atau pertama dari bandar udara keberangkatan, hal ini guna menghindari terjadinya delay (keterlambatan penerbangan).

Pilih Kursi
Saat check-in, silakan meminta nomor kursi di aisle (lorong) jika pengaturan kursi tidak memberlakukan sistem. Atau saat booking tiket, Anda sekaligus dapat membeli kursi, jika maskapai menjual pilihan posisi kursi. Pilih seat di lorong akan membantu Anda dalam pengawasan barang bawaan di bagasi kabin (compartment). Selain itu, bagasi jinjing yang dibawa sebaiknya ditempatkan di atas tempat duduk. Atau, jika duduk bukan di dekat jendela darurat, maka mintalah izin dari awak kabin untuk meletakkan barang bawaan di bawah depan kursi Anda.

Tas yang Diperlukan
Pilihlah tas untuk dijinjing yang ringan dan ringkas. Walaupun ringan, ukurannya jangan terlalu besar, karena petugas check-in atau petugas boarding akan melihat tas yang dibawa, sekiranya melebihi ukuran, maka mereka akan meminta dimasukkan ke dalam bagasi pesawat.

Keperluan Pribadi
Atur barang-barang yang akan dibawa sesuai keperluan pribadi yang paling utama, jangan membawa hal-hal yang tidak ada kepentingannya. Jika di tempat tujuan, barangbarang keperluan pribadi dapat dijangkau, maka tidak perlu membawa dari kota asal. Tentunya, ini tidak akan menjadi penghambat dalam perjalanan.

Dokumen/Benda Berharga
Pisahkan barang-barang berharga atau penting dengan barang lainnya. Letakkan di kantong/tas tersendiri. Jika sewaktu-waktu diperlukan, maka akan lebih mudah dalam mencarinya. Benda berharga tersebut harus selalu dalam pengawasan sendiri dan alangkah baiknya selalu dibawa.

Diberi Tanda
Agar lebih mudah dalam pengambilan bagasi kabin saat tiba di bandar udara tujuan, maka Anda dapat meletakkan tanda tertentu (name tag) di tas Anda. Sebaiknya, tag baggage ditulis lengkap seperti nama dan tujuan. Walaupun ada retsleting, Anda dapat menguncinya dengan gembok/ kunci yang kecil. Mengapa demikian? Ini untuk menghindari pencurian barang di kabin pesawat.

Simpel
Saat Anda akan terbang, penampilan juga harus diperhatikan. Tidak membawa bagasi pun bukan berarti harus membawa tas-tas kecil yang banyak. Hal tersebut dapat mengganggu rangkaian penerbangan Anda, baik saat di airport, di pesawat ataupun di tempat tujuan.

Jaket dan Kantong
Bawalah jaket atau sweater guna melindungi diri Anda. Usahakan jaket yang berkantong, sehingga dapat difungsikan menyimpan keperluan lainnya.

Sumber: infopenerbangan.com

Minggu, 28 Desember 2014

Kronologi Hilangnya Pesawat AirAsia QZ8501

Kementerian Perhubungan merilis kronologi hilangnya pesawat AirAsia QZ8501 dalam jumpa pers di kantor Otoritas Bandara Wilayah II, Bandara Soekarno-Hatta, Minggu (28/12/2014). Pesawat dengan muatan 155 penumpang itu diperkirakan jatuh di perairan Tanjung Pandan dan Pontianak.

Berikut kronologi hilangnya pesawat AirAsia QZ8501 seperti yang diungkapkan Direktur Perhubungan Udara Direktur Perhubungan Udara Djoko Murjatmodjo:

- Pukul 05.36, pesawat berangkat dari Surabaya menuju Singapura dengan ketinggian 32.000 kaki. Pesawat dilaporkan mengikuti jalur yang biasa ditempuh antara Surabaya dan Singapura yaitu M635.

- Pesawat kontak terakhir dengan Air Traffic Control Jakarta pukul 06.12. Dalam kontak itu, pilot meminta menghindar ke arah kiri dan meminta izin untuk naik ke ketinggian 38.000 kaki. Permintaan pilot disetujui oleh pihak ATC.

- Pukul 06.16, pesawat masih ada di layar radar

- Pukul 06.17, pesawat hanya tinggal sinyal di dalam radar ATC

- Pukul 06.18 pesawat hilang dari radar. Yang ada, di radar tinggal data rencana terbang. Seharusnya, di dalam radar ada data lain yakni realisasi terbang namun data itu hilang.

- Pukul 07.08, pesawat dinyatakan INCERFA, yakni tahap awal hilangnya kontak. Pihak dirjen perhubungan melakukan kontak ke Basarnas.

- Pukul 07.28, pesawat dinyatakan  ALERFA, tahap berikut dalam menyatakan pesawat hilang kontak

- Pukul 07.55, pesawat dinyatakan DETRESFA atau resmi dinyatakan hilang.

"Lokasi hilang kontak yakni antara Tanjung Pandan dan Pontianak agak ke selatan. Basarnas masih mencari posisinya itu karena ELT yang biasa pesawat itu jatuh, akan ada transmisi, ini belum ada," kata Djoko.

Adapun, Pesawat AirAsia ini mengangkut 155 orang penumpang yang terdiri dari dewasa 138 orang, anak-anak 16 orang, dan bayi/balita 1 orang. Pesawat juga diawaki 2 orang pilot dan 4 orang cabin crew.

Pilot in command yakni Kapten Irianto dan flight officer Remi Emmanuel Plesel.

Sumber: kompas.com

Sabtu, 27 Desember 2014

Garuda Akan Buka Rute Manado-Raja Ampat

Tahun 2015 Maskapai Garuda melakukan ekspansi ke daerah-daerah yang memiliki potensi cukup tinggi, seperti rute Manado-Raja Ampat. Saat ini, Raja Ampat menjadi tujuan wisata cukup potensional, sehingga ada banyak penumpang yang memilih tujuan ke daerah tersebut. Pertumbuhan ekonomi di Manado dan Raja Ampat terus mengalami peningkatan dari waktu ke waktu.

Prospek kedua daerah tersebut cukup tinggi, dan diharapkan dengan hadirnya Garuda mampu mempermudah kinerja kedua provinsi tersebut. Oleh karena itu, Maskapai Garuda Indonesia berencana membuka rute penerbangan langsung dari Manado, Sulawesi Utara (Sulut) menuju Raja Ampat, Provinsi Papua Barat.

“Rencananya, pembukaan rute penerbangan langsung Manado-Raja Ampat ini pada April 2015 nanti,” kata General Manager Garuda Cabang Manado, Dedy Irawan, di Manado, Sabtu (27/12).

“Pembukaan rute Manado-Raja Ampat, selain menambah devisa juga akan lebih mempermudah pebisnis maupun kegiatan pemerintah,” jelasnya.

Tahun ini, katanya, Garuda telah membuka penerbangan langsung Manado-Sorong-Jayapura, dan Manado-Surabaya PP (pulang-pergi).

Garuda terus berkomitmen akan memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat Indonesia.

Kabupaten Raja Ampat adalah salah satu kabupaten di provinsi Papua Barat. Ibu kota kabupaten ini terletak di Waisai. Kabupaten ini memiliki 610 pulau. Empat di antaranya, yakni Pulau Misool, Salawati, Batanta, dan Waigeo, merupakan pulau-pulau besar. Dari seluruh pulau hanya 35 pulau yang berpenghuni, sedangkan pulau lainnya tidak berpenghuni dan sebagian besar belum memiliki nama.

Sebagai daerah kepulauan, satu-satunya transportasi antarpulau dan penunjang kegiatan masyarakat Raja Ampat adalah angkutan laut.

Sumber: infopenerbangan.com

Jumat, 26 Desember 2014

Pulau Sebatik Akan Segera Miliki Bandara

Pembangunan bandara perintis di Pulau Sebatik telah diusulkan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara kepada pemerintah pusat. Usulan pembangunan bandara yang letaknya di wilayah perbatasan antara Indonesia dan Malaysia itupun sudah disetujui oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan. “Itu Insya Allah disetujui masuk RPJMN 2015-2019. Jadi di Sebatik juga kita usulkan ada bandara perintis,” ujar Pejabat Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie.

Selain itu, menurut Irianto, Kementerian Perhubungan juga telah menyetujui perpanjangan landasan pacu Bandara Nunukan. “Bandara Nunukan sudah disetujui untuk perpanjangan 600 meter. Kita sesuai perjanjian dengan Menteri Perhubungan, kita menunggu selesainya pembebasan lahan oleh Pemerintah Kabupaten Nunukan sepanjang 600 meter,” ujarnya.

Sumber: indo-aviation.com

Kamis, 25 Desember 2014

Garuda akan Buka Rute Denpasar-Beijing

Untuk memenuhi permintaan penumpang karena semakin banyak wisatawan asal China yang berkunjung ke Bali, awal tahun 2015 Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia akan membuka rute penerbangan baru yang menghubungkan antara Denpasar dan Beijing.

Menurut rencana, penerbangan Denpasar-Beijing akan dioperasikan sebanyak tiga kali dalam seminggu, sementara penerbangan Jakarta-Beijing masih akan beroperasi dengan frekuensi empat kali dalam seminggu. “Selain itu, dari Bali kami juga bisa mengarahkan para turis Tiongkok mengunjungi destinasi lain di sekitar Bali seperti Lombok dan Manado,” kata Manajer Umum Garuda Indonesia Beijing Asa Perkasa.

Asa mengatakan, meskipun baru beroperasi pada awal Januari 2015, rute penerbangan Denpasar-Beijing sudah sangat banyak peminatnya dan bahkan tingkat pemesanan tiket mencapai 90 persen. “Sekarang jumlah pembukuan telah mencapai 90 persen,” ujarnya.

Sumber: indo-aviation.com

Rabu, 24 Desember 2014

Garuda Siap Terbangkan Turis Asing ke Aceh

Dalam rangka peringatan 10 tahun tsunami Aceh, Maskapai Garuda Indonesia siap membawa wisatawan dari 35 negara ke Banda Aceh untuk menghadiri peringatan 10 tahun tsunami, yang pelaksanaannya tinggal menghitung hari.

“Kami siap mengakomodasikan para turis yang akan hadir di perayaan 10 tahun Tsunami Aceh, bahkan 35 negara pun kami siap,” kata General Manager Garuda Indonesia wilayah Aceh, Nano Setiawan di Banda Aceh, seperti dilansir okezone.

Garuda sendiri akan menambah kapasitas pesawat ke Aceh seiring peringatan tersebut. Diperkirakan, peringatan itu menyedot banyak tamu dari dari luar Aceh termasuk mancanegara yang akan berkunjung ke provinsi itu.

“Mulai 25 Desember nanti Garuda menambah kapasitas seat pesawat yang terbang ke Banda Aceh dari 420 menjadi 509 seat. Penambahan dilakukan pada penerbangan terakhir,” paparnya.

Selain itu, Garuda juga akan mengoperasikan pesawat jenis airbus A330-300 kendati jadwal penerbangan seperti biasa yakni tiga kali sehari. Namun pada 23 hingga 26 Desember 2014, Garuda memberi harga diskon lima hingga 10 persen untuk penerbangan dari Aceh ke Medan, Sumatera Utara.

Menurutnya penambahan seat dan harga khusus diberikan sebagai bentuk dukungan atas refleksi 10 tahun tsunami Aceh yang akan diperingati mulai 25 hingga 28 Desember nanti. Ribuan tamu dari berbagai negara diperkirakan hadir ke Aceh.

Sumber: indo-aviation.com

Selasa, 23 Desember 2014

Libur Natal dan Tahun Baru, Maskapai Sediakan 174 Extra Flight

PT Angkasa Pura II Bandara Soekarno-Hatta bekerja sama dengan sejumlah maskapai penerbangan menyediakan 174 extra flight sebagai bentuk antisipasi lonjakan penumpang pada libur panjang Natal 2014 dan Tahun Baru 2015.

Seperti diungkapkan Yudis Tiawan, Manager Humas dan Protokoler PT Angkasa Pura II Bandara Soekarno-Hatta, penerbangan ekstra itu sudah disiapkan sejak 19 Desember 2014 hingga 5 Januari 2015.

“Jumlah tersebut terdiri dari 166 penerbangan domestik dan delapan penerbangan international. Rinciannya 70 penerbangan yang dilakukan oleh maskapai Sriwijaya, 49 flight Citilink, 31 penerbangan Air Asia, delapan flight China Air, dan 16 penerbangan Garuda Indonesia,” katanya seperti dilansir Bisnis.com.

Menurutnya, Surabaya, Denpasar, Makassar, Kualanamu, Balikpapan, Yogyakarta, Padang, Pontianak, Pangkalpinang, dan Pekanbaru diprediksi akan menjadi daerah tujuan libur natal terpadat.

“Daerah-daerah tersebut menjadi wilayah tersibuk setiap tahunnya, meskipun ada beberapa kota tujuan lainnya yang menjadi tujuan libur natal dan tahun baru,” katanya.

Yudis menegaskan mulai kemarin operator bandara Soekano-Hatta siap menyambut pengguna jasa bandara yang akan pergi atau datang berlibur ke Jakarta dengan segala persiapan yang telah dilakukan.

Menurutnya, berbagai macam fasilitas penunjang pengamanan dan kenyamanan bagi penumpang juga telah disiapkan. Sejumlah titik di terminal Bandara Soetta menurutnya telah direnovasi dan tingkatkan kualitasnya. “Intinya berbagai persiapan sudah kita lakukan sejak jauh-jauh hari,” tuturnya.

Sumber: indo-aviation.com

Senin, 22 Desember 2014

Kereta Bandara Soekarno-Hatta Beroperasi Mulai 2016

Pintu gerbang utama masuk Indonesia yaitu Bandara Internasional Soekarno-Hatta akan segera memiliki moda transportasi kereta api. Pasalnya, sejak pertengahan November lalu hingga sekarang sedang dibangun stasiun kereta yang memasuki pembangunan tahap I, berupa penanaman tiang pancang. Jika tidak ada kendala, stasiun bandara akan selesai dibangun pada akhir tahun 2015 dan beroperasi mulai tahun 2016.

”Ada 146 tiang pancang yang ditujukan sebagai pondasi bangunan stasiun KA. Targetnya, jika tidak ada kendala, penanaman tiang pancang akan selesai dalam waktu 60 hari,” kata Manager Humas dan Protokol PT Angkasa Pura II Cabang Bandara Internasional Soekarno-Hatta Yudis Tiawan kepada INDOPOS.

Yudis mengatakan, sembari menanam tiang pancang, pihaknya akan terus memperbaiki jaringan utilitas yang ada di sekitar area stasiun. “Jaringan utilitas ini sedang dibenahi untuk ditata ulang sesuai perencanaan, misalnya jalur kabel listrik, kabel telpon, kabel komunikasi navigasi, saluran air kotor, air bersih dan air hujan,” ujar Yudis

Sumber: indo-aviation.com

Sabtu, 20 Desember 2014

Wings Air Terbangi Kupang-Rote

Mulai kemarin Sabtu, 20 Desember 2014 anak perusahaan Lion Group, Wings Air, telah mengoperasikan rute penerbangan dari Kupang menuju Kabupaten Rote Ndao dan sebaliknya. Penerbangan itu dilayani dengan frekuensi tiga kali dalam seminggu menggunakan pesawat ATR 72 berkapasitas 72 kursi kelas ekonomi.

“Ini penerbangan perdana sekaligus peresmian penerbangan pesawat Wings Air yang akan melayani masyarakat di Kabupaten Rote Ndao satu minggu tiga kali penerbangan pulang pergi dengan rute penerbangan dari Bandara El Tari ke Bandara DC Saudale, Rote Ndao. Ini sebagai bentuk komitmen pelayanan pemerintah Rote Ndao membangun kerjasama dengan masakapai penerbangan Wings Air untuk melayani masyarakat di pulau terselatan Indonesia, rakyat Kabupaten Rote Ndao,” jelas Bupati Rote Ndao Lens Haning yang ikut dalam penerbangan perdana tersebut.

Menurut Lens Haning, Bandara DC Saudale yang memiliki landasan pacu sepanjang 1.650 meter sudah bisa didarati oleh pesawat milik maskapai penerbangan Wings Air. “Seluruh PNS lingkup Pemda Rote Ndao kita wajibkan dalam tugas perjalanan dinas menggunakan maskapai penerbangan Wings Air,” pungkas Lens Haning.

Sumber: indo-aviation.com

Kamis, 18 Desember 2014

Destinasi Wisata Terindah Indonesia Diakui Dunia

Tujuh destinasi wisata terindah di Indonesia diberi penghargaan oleh Majalah Marketeers. Destinasi mana sajakah itu?

Indonesia dianggap memiliki kekayaan alam dan keanekaragaman budaya yang membuat wisatawan lokal dan wisatawan mancanegara sering berkunjung. Majalah Marketeers bersama Yayasan Real WOW (Wonderful Of World) memberi penghargaan The Real WOW.

Tahun ini, ketujuh destinasi pariwisata yang mendapatkan penghargaan adalah Kabupaten Belitung Timur, Pesona Portugis di Pulau Tidore, Pesisir Pantai Sumatera Barat, Gunung Ijen di Banyuwangi, Kepulauan Berau di Kalimantan Timur, Kabupaten Kuningan dan Pulau Sabang.

Belitung, atau sering disebut sebagai Negeri Laskar Pelangi, memiliki banyak tempat wisata indah seperti Pantai Tanjung, sebuah pantai berpasir putih yang elok. Objek lain berada di Belitung Timur adalah Pantai Burung Mandi, Vihara Dewi Kwan Im, Pice Dam, Pantai Nyiur Melambai dan Bukit Samak yang jaraknya berdekatan.

Sedangkan di Pulau Tidore memiliki nilai historis yang tinggi karena di tanah itu Portugis pertama kali menginjakkan kaki. Menurut Pemerintah Daerah Tidore Kepulauan, potensi wisata di kota ini terdiri dari 19 objek wisata bahari, 21 lokasi wisata sejarah, 6 lokasi wisata alam, 5 lokasi wisata seni dan budaya, serta 4 lokasi wisata agro yang selalu menarik perhatian wisatawan.

Kini kita beralih ke Pulau Jawa, di mana ada sebuah gunung di Kabupaten Banyuwangi yang menyuguhkan pemandangan luar biasa, yaitu Gunung Ijen. Meski hingga kini Gunung Ijen masih aktif, tetapi banyak wisatawan yang datang ke Kawasan Wisata Kawah Ijen yang membentuk danau dengan warna hijau toska yang indah.

Jika kita melihat ke Pulau Kalimantan, maka ada Kepulauan Derawan yang terletak di Kabupaten Berau Kalimantan Timur. Wilayah kepulauan ini memiliki empat pulau terindah seperti Derawan, Sangalaki, Maratua dan Kakaban. Kepulauan ini merupakan salah satu spot diving terindah dengan air yang jernih yang ada di Indonesia sehingga banyak dikunjungi wisatawan.

Di kepulauan ini, pengunjung juga sering menjumpai kura-kura raksasa, lumba-lumba, pari manta (pari biru), duyung, barakuda, ubur-ubur, kepiting kelapa, dan kadang-kadang paus. Demikian dilansir dari Marketeers.

Sumber: lifestyle.okezone.com

Rabu, 17 Desember 2014

Garuda Indonesia Midnight Sale Promo

Midnight Sale Garuda Indonesia sudah dimulai. Dapatkan harga terbaik untuk penerbangan domestik dan internasional Garuda Indonesia dari pukul 21:00 – 05:00, sejumlah tiket diobral murah asal belinya malam hari di jam tersebut.

Midnight Sale Excitement digelar mulai pukul 21.00-05.00 WIB. Periode pemesanan hingga 20 Desember 2014.

Garuda menawarkan tiket ekonomi Jakarta-Palembang mulai Rp 914.200 PP nett, Jakarta-Bengkulu mulai Rp 989.000 PP nett dan Jakarta-Palu mulai Rp 2.084.600 PP nett.

Untuk tiket luar negeri ada Jakarta-Kuala Lumpur mulai USD 139 PP nett (Rp 1,8 juta), Jakarta-Singapura mulai USD 151 PP nett (Rp 1,9 juta) dan Jakarta-Hong Kong mulai USD 336 PP nett (Rp 4,3 juta). Syarat dan ketentuan lainnya berlaku.

Informasi lebih lengkap dan detail tersedia di situs resmi www.garuda-indonesia.com dan call center Garuda Indonesia 0804 1 807 807 atau (021) 2351-9999.

Sumber: infopenerbangan.com

Selasa, 16 Desember 2014

Harga Avtur di Indonesia Turun

Pertamina menurunkan harga avtur di berbagai bandara Indonesia, seiring dengan turunnya harga minyak dunia. CNN Indonesia melaporkan, harga avtur di lima bandara di Indonesia dengan rata-rata mengalami penurunan sebesar 5,21 persen untuk penerbangan domestik dan 5,81 persen untuk penerbangan internasional.

Sebagai contoh harga avtur yang dijual Pertamina di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng mulai kemarin sampai akhir bulan ini tercatat Rp 8.978,42 per liter untuk penerbangan domestik atau turun 5,56 persen dibandingkan periode penjualan 1-14 Desember 2014 yaitu Rp 9.507,86 per liter.

Sementara setiap pesawat yang melayani penerbangan internasional harus menebus avtur dengan harga US$ 66,2 sen per liter, turun 6,09 persen dibandingkan harga periode dua minggu sebelumnya US$ 70,5 sen per liter. Pertamina memang mengkaji harga avtur setiap dua minggu sekali, tidak instan mengikuti pergerakan harga minyak dunia yang naik turun setiap saat.

Penurunan harga avtur ini mestinya disambut baik oleh maskapai penerbangan karena bisa menurunkan biaya operasional. Apalagi sebagian besar biaya operasional maskapai penerbangan adalah untuk membeli avtur. Namun, penurunan harga avtur ini seperti tidak ada artinya bagi maskapai penerbangan akibat nilai tukar rupiah merosot cukup tajam terhadap dolar Amerika Serikat, dan untuk pembelian avtur ini perusahaan penerbangan membayarnya dalam nominal dolar Amerika Serikat.

Vice President Corporate Communication Garuda Indonesia Pujobroto mengaku khawatir atas melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat ini. “Pelemahan rupiah berpengaruh terhadap biaya operasional. 70 persen biaya operasional kita dolar, salah satunya avtur, kalau normal maka beban perusahaan dari avtur 20-25 persen dari total biaya operasional. Tetapi kemarin dolar sempat tinggi itu bebannya bisa 40-50 persen,” ujar Pujobroto seperti dilansir detikFinance.

Sumber: indo-aviation.com

Senin, 15 Desember 2014

AirAsia Akan Terbangi Rute Denpasar-Solo

Mulai 28 Januari 2014, Maskapai penerbangan berbiaya rendah atau Low Cost Carrier Indonesia AirAsia akan membuka rute penerbangan baru yang menghubungkan antara Bandara Ngurah Rai Denpasar dan Bandara Adi Sucipto Solo.

Penerbangan itu akan dilayani dengan pesawat Airbus A320 berkapasitas 180 kursi dengan frekuensi tiga kali seminggu, yakni setiap hari Rabu, Jumat, dan Minggu. Untuk menarik minat penumpang, Indonesia AirAsia memberikan harga promo yang sangat menarik, mulai dari Rp 201.900 sekali jalan.

Penerbangan QZ8454 berangkat dari Bandara Ngurah Rai pada pukul 11.30 WITA dan mendarat di Solo pada pukul 11.40 WIB. Sementara itu, penerbangan QZ8455 bertolak dari Bandara Adi Sumarmo pada pukul 12.55 WIB dan kembali mendarat di Denpasar pada pukul 15.05 WITA.

Sebelumnya Indonesia AirAsia juga mengumumkan pembukaan rute penerbangan Lombok-Singapura empat kali seminggu mulai 28 Januari 2015 dan Solo-Singapura tiga kali seminggu mulai 29 Januari 2015.

Sumber: indo-aviation.com

Minggu, 14 Desember 2014

Batik Air Terbangi Ternate

Mulai 19 Desember 2014, Anak perusahaan Lion Group, Batik Air, akan membuka rute penerbangan ke Ternate. Hal itu diungkapkan oleh Wakil Wali Kota Ternate Arifin Djafar. “Kami sudah mendapat laporan mengenai pembukaan rute penerbangan Batik Air ke Bandara Sultan Babullah dan rencananya penerbangan perdana dilakukan pada 19 Desember 2014,” katanya.

Menurut rencana, penerbangan ke Ternate akan dioperasikan dari Makassar dengan menggunakan pesawat Boeing 737-800 atau Airbus A320. Penerbangan itu akan dilayani sebanyak satu kali sehari.

Arifin mengatakan, Pemerintah Kota Ternate menyambut baik rencana Batik Air itu karena bisa mendukung peningkatan kunjungan wisatawan, baik lokal maupun internasional, yang datang ke kawasan tersebut. Dia berharap agar Batik Air tidak hanya melayani penerbangan ke Ternate dari Makassar dan Jakarta saja, tapi juga menghubungkannya dengan kota-kota lain di Indonesia.

Sumber: indo-aviation.com

Sabtu, 13 Desember 2014

Hal Yang Tidak Boleh Diminta Pada Pramugari

Menjadi seorang pramugari bukanlah hal yang mudah. Pekerjaannya sebagai “pelayan di langit” mengharuskan pramugari untuk menjaga penumpang dan memenuhi kebutuhan mereka, seperti menyediakan makanan ringan, kopi, sampai menyimpan telepon genggam. Sering kali penumpang meminta pramugari untuk selalu memenuhi kebutuhannya, sementara itu adalah hal yang menjengkelkan.

Berikut 12 hal yang tidak perlu dipenuhi pramugari menurut Shawn Kathleen, seorang mantan pramugari dan pendiri PassengerShaming.com

Memberikan segala jenis obat-obatan
Tidak semua jenis obat-obatan tersedia di dalam pesawat. Bahkan pramugari tidak akan memberikan obat pusing untuk Anda, karena sudah berada dalam peraturan, tidak boleh menyediakan obat selain obat khusus sesuai resep dokter. Jika ingin obat-obatan biasa, sebaiknya Anda bawa sendiri.

Masukkan tas Anda sendiri
Pramugari tidak bekerja untuk mengangkat tas Anda. “Aturannya adalah jika Anda ingin menaruh tas Anda ya angkat sendiri,” ungkap Kathleen. Seorang pramugari hanya boleh membantu mendorong tas Anda agar muat ke dalam kabin dan membantu Anda menutup pintunya.

Meminta untuk menunda penerbangan lanjutan
Kathleen menjelaskan bahwa hal ini tidak mungkin bisa dilakukan. Bahkan seorang pilot tidak boleh menahan pesawat yang akan Anda tumpangi selanjutnya..

Meminta kapten pilot terbang lebih cepat
Menurut sumber, permintaan ini sering kali membuat para pramugari tertawa. Yang dapat membuat penumpang sampai ke lokasi tujuan lebih cepat hanya Anda memilih jadwal penerbangan lebih awal.

Menerima uang tip
Mungkin aturan dalam pesawat berbeda-beda, namun seorang pramugari tidak boleh menerima uang dari penumpang. Meski pun demikian, pramugari boleh menerima hadiah, seperti cokelat atau voucher.

Minum cocktail bersama
Seorang pramugari tidak boleh minum bersama penumpang, terlebih lagi cocktail yang mengandung alkohol, karena tugas pramugari adalah menjaga keselamatan Anda.

Menyingkirkan hewan dari penerbangan
Kita tidak dapat mengabaikan jasa hewan yang bisa membantu orang disabilitas. Jika seorang penumpang alergi dengan adanya hewan dalam pesawat, penumpang itu yang harus meninggalkan pesawat.

Memindahkan tempat duduk penumpang
Walau pun Anda ingin pindah tempat duduk atau menukar posisi duduk seseorang agar bisa duduk sebelah teman Anda, pramugari tidak memiliki hak untuk menyuruh orang itu pindah.

Memperbolehkan Anda duduk di kelas bisnis walau pun kosong
Jika ingin pindah ke kelas bisnis, Anda harus membelinya secara resmi dan tidak boleh meminta kepada pramugari.

Membiarkan Anda membawa alkohol dan membuat cocktail
“Kebanyakan maskapai penerbangan akan memerintahkan pramugari untuk menyita alkohol jika ada yang membawanya,” jelas Kathleen. Sangat dilarang jika ada orang yang mabuk di dalam pesawat, maka dari itu pramugari tidak boleh membiarkan alkohol berada di dalam pesawat.

Tidak boleh menemani turun dari pesawat
Seorang pramugari tidak boleh turun dari pesawat walau pun penumpang itu butuh bantuan untuk keluar pesawat. Jika Anda butuh bantuan, pramugari bisa meminta seseorang di luar sana untuk mendampingi Anda. "Pramugari boleh keluar pesawat setelah memastikan ia adalah orang terakhir di dalam pesawat,” ungkap Kathleen.

Menyediakan pulpen
Seorang pramugari tidak boleh menyediakan pulpen untuk semua penumpang saat mengisi formulir penerbangan internasional. “Kami tidak memiliki pasokan pulpen sehingga penumpang harus membawanya sendiri,” tutup Kathleen.

Sumber: lifestyle.okezone.com

Jumat, 12 Desember 2014

Tips Perjalanan Udara Bersama Anak

Perjalanan atau liburan tentu akan menyenangkan bersama anak-anak. Tetapi, bagaimana bila perjalanan harus menggunakan pesawat? Anda pasti sudah membayangkan bagaimana repotnya menghadapi anak saat melakukan penerbangan jauh. Namun, tidak perlu khawatir, kuncinya adalah di persiapan sebelum lepas landas, berikut ini tipsnya.

Buat aturan
Duduklah bersama anak dan menulis beberapa aturan, seperti menjaga tangan dan kaki untuk dirinya sendiri, memakai sabuk pengaman, dan tidak terlalu berisik saat menonton film. Selain itu, biarkan mereka menceritakan hal-hal lucu agar merasa nyaman.

Fokus
Hampir semua anak akan fokus kepada apa yang dikerjakannya. Jadi, mintalah anak-anak untuk memilih beberapa hiburan seperti lembaran stiker, aplikasi iPad, atau buku favorit.

Mengobrol
Mengobrollah dengan anak betapa menyenangkannya perjalanan dengan pesawat, seperti bagaimana akan tidur di pesawat dan sarapan, makan siang, dan makan malam. Akhirnya, anak Anda akan merasa penerbangan jauh ini menjadi petualangan yang menyenangkan.

Sumber: lifestyle.okezone.com

Kamis, 11 Desember 2014

Xpress Kembali Terbangi Palembang-Lampung

Xpress Air akan membuka lagi rute penerbangan Palembang-Lampung yang dulu sempat ditutup. Xpress Air memberanikan diri merintis rute Palembang-Lampung mulai 16 Desember mendatang.

Station Manager Palembang Xpress Air Palembang Berkat Nainggolan mengatakan, Xpress Air akan terbang perdana menuju Lampung pada Selasa pekan depan. “Untuk sementara frekuensi penerbangan 3 kali seminggu yakni Selasa, Kamis dan Sabtu berangkat pukul 12.45. Penerbangan ini menggunakan pesawat Boeing 737.300 dan 500,” katanya.

Dengan menggunakan pesawat Boing 737-500 dan 300 pastinya jumlah penumpang yang akan berangkat ke Bandar Lampung maupun kembali ke Palembang dapat terlayani dengan maksimal.

“Nantinya terbang perdana akan bisa dilihat dan dirasakan kenyamanan yang ditawarkan Xpress Air setiap kali penerbangan. Kenyamanan dan kepuasan menjadi prioritas kami,” ungkapnya seraya menambahkan harga tiket berkisar Rp 300 ribuan.

Dengan dibukanya rute Palembang-Bandar Lampung ini, diharapkan dapat melayani masyarakat yang akan berangkat maupun kembali dengan jadwal yang terbilang cukup singkat, hanya 30 menit sudah sampai tujuan. Ini tentu menambah pilihan transportasi selain bus dan kereta api yang selama ini melayani masyarakat.

Untuk pemesanan tiket dapat dilakukan melalui kantor pewakilan Xpress Air di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang. Pemesanan dapat juga dilakukan melalui agent tiket perjalanan.

Sumber: infopenerbangan.com

Rabu, 10 Desember 2014

Diskon Landing Fee 50% Untuk Pesawat Jumbo

Untuk mengurangi kepadatan pesawat lepas landas dan mendarat di bandara, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan mengeluarkan beberapa kebijakan Di antaranya meminta maskapai mengoperasikan pesawat berbadan lebar atau jumbo (wide body) sekelas Airbus 330 hingga Boeing 777 bisa dapat diskon landing fee sebesar 50% untuk rute padat seperti Jakarta-Medan, Jakarta-Bali, atau Jakarta-Surabaya.

Pemerintah akan memberi rangsangan bagi maskapai yang bersedia memakai pesawat berbadan lebar di atas 100 ton. Kemenhub akan mengeluarkan surat edaran tentang insentif berupa diskon biaya pendaratan (landing fee) sebesar 50% khusus untuk maskapai yang mengoperasikan pesawat jumbo untuk rute-rute ‘gemuk’ domestik.

Penerapan diskon landing fee rencananya diberikan di bandara-bandara besar yang telah siap melayani pesawat berbadan lebar sekelas Boeing 777. “Seperti Medan, Surabaya, Bali, Makassar, Jakarta, Balikpapan,” ujarnya.

Bambang menjelaskan keuntungan maskapai memakai pesawat berbadan besar. Selain mampu membawa penumpang lebih banyak, biaya operasional jauh lebih murah daripada memakai pesawat berbadan sedang.

“Dia bisa bawa penumpang lebih banyak. Kalau Boeing 737 ada 155 seat, 777 bisa 2 kali lipat penumpang. Biaya juga bisa lebih kecil,” sebutnya.

Di tempat yang sama, Direktur Pengembangan Kebandarudaraan dan Teknologi PT Angkasa Pura II (Persero) Salahudin Rafi menjelaskan penetapan landing fee merujuk pada bobot setiap ton. Setiap jenis atau tipe pesawat memiliki pengenaan tarif berbeda merujuk pada Maximum Take Off Weight (MTOW).

“MTOW artinya manifes beban pesawat setelah ditambah loading barang dan penumpang,” ujarnya.

Sumber: infopenerbangan.com

Selasa, 09 Desember 2014

AirAsia Tertarik Buka Rute Ke Indonesia Timur

Maskapai penerbangan Indonesia AirAsia kembali tertarik untuk membuka rute penerbangan ke Indonesia Timur karena banyak sekali destinasi wisata alam yang menarik di kawasan tersebut. Sebelumnya Indonesia AirAsia pernah membuka hub di Makassar dan menghubungkannya dengan Jakarta, Balikpapan, Surabaya, Denpasar, dan Manado. Namun kini hub Makassar sudah ditutup karena biaya operasional yang tinggi.

Presiden Direktur Indonesia AirAsia Sunu Widyatmoko mengungkapkan perusahaan sedang mengincar kembali rute penerbangan ke Indonesia Timur, meski tidak menyebut rute penerbangan mana yang akan dilayani. “Indonesia Timur sudah dilirik, karena tujuan wisatanya memang sudah populer bagi wisatawan asing. Kendalanya lebih mahal bagi wisatawan domestik, karena barang-barang disana mahal. Tapi ini tidak menghalangi minat AirAsia untuk membuka rute kesana,” papar Sunu.

Menurut Sunu, Indonesia AirAsia akan menghubungkan kota-kota yang menjadi destinasi wisata di Indonesia Timur dengan kota-kota besar di Jawa dan Bali. “Ini juga bisa menghubungkan dengan yang ada seperti ke Surabaya atau Denpasar,” tambahnya.

Sumber: indo-aviation.com

Senin, 08 Desember 2014

Garuda Terbangi Medan-Gunung Sitoli

Maskapai penerbangan plat merah Garuda Indonesia akan membuka rute penerbangan langsung Medan–Gunung Sitoli (Nias) pp, mulai tanggal 15 Desember 2014 mendatang. Pembukaan rute penerbangan langsung Medan–Gunung Sitoli tersebut, merupakan bagian dari upaya untuk memenuhi permintaan pasar, serta komitmen Garuda untuk memperkuat jaringan penerbangannya di domestik, khususnya memperkuat konektivitas dari Hub Medan.

“Selain itu, pembukaan rute tersebut, juga bagian dari dukungan Garuda Indonesia bagi perkembangan perekonomian dan wisata kepulauan Nias dan Sumatera Utara,” demikian kata Direktur Pemasaran PT Garuda Indonesia Erik Meijer dalam keterangan persnya.

Nantinya, rute tersebut bakal beroperasi sebanyak dua kali setiap hari dan akan diterbangi menggunakan pesawat ATR 72-600 dengan nomor penerbangan GA 7116. Pesawat berangkat dari Medan pada pukul 09.00 WIB,  tiba di Gunung Sitoli pada pukul 10.00 WIB dan GA 7118 yang berangkat dari Medan pada pukul 12.15 WIB dan tiba di Gunung Sitoli pada pukul 13.15 WIB.

“Sementara itu, penerbangan Gunung Sitoli–Medan akan dilayani dengan GA 7117 yang berangkat dari Gunung Sitoli pada pukul 10.40 WIB, tiba di Medan pada pukul 11.35 WIB dan GA 7119 yang berangkat dari Gunung Sitoli pada pukul 13.55 WIB dan tiba di Medan pada pukul 14.50 WIB,” kata Erik.

Dikatakan, Gunung Sitoli merupakan kota di Kabupaten Nias (Pulau Nias) yang semakin berkembang yang memiliki potensi ekonomi dan perdagangan cukup ramai dan potensi wisata yang cukup menjanjikan. Pulai Nias telah terkenal hingga ke manca negara dengan ombak terbaik di dunia untuk surfing dan wisata “Lompat Batu” yang menjadi daya tarik dunia untuk berkunjung.

“Tentu saja kota ini memerlukan konektivitas yang cukup baik dengan kota Medan dan kota–kota lainnya di Indonesia dan internasional untuk menjamin peningkatan perekonomian dan wisatanya ke depan,” kata Erik.

Sumber: indo-aviation.com

Sabtu, 06 Desember 2014

Garuda Buka Kantor Penjualan Tiket di Kediri

Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia, terus memperluas jaringan pemasarannya dengan membuka kantor penjualan tiket di Kota Kediri, Jawa Timur. Peresmian kantor penjualan baru itu dilakukan pada hari ini, Sabtu (6/12/2014), di Hotel Grand Surya.

Garuda Indonesia mengatakan, dibukanya kantor penjualan baru ini untuk meningkatkan layanan kepada pelanggan Garuda Indonesia, serta memberikan kemudahan akses bagi masyarakat untuk mendapatkan tiket maskapai penerbangan tersebut. Kantor baru ini nantinya akan melayani melayani pengecekan harga tiket, reservasi tiket, pembelian tiket, dan layanan pre-flight lainnya.

Di Jawa Timur, Garuda Indonesia saat ini sudah memiliki beberapa kantor penjualan tiket, di antaranya di Surabaya, Malang, Banyuwangi, Jember, Kediri, dan Tulungagung. Selanjutnya, perusahaan penerbangan plat merah itu juga akan segera membuka kantor penjualan tiket di Pasuruan.

Dalam pembukaan kantor penjualan dan pelayanan tiket di Kediri ini Garuda Indonesia tidak berjalan sendirian, melainkan menggandeng mitra usaha dari PT Anta Utama yang nantinya akan menjadi pengelola kantor penjualan di wilayah Kediri, Jawa Timur.

Sumber: indo-aviation.com

Kamis, 04 Desember 2014

Wings Air Layani Rute Kupang-Atambua-Alor

Salah satu anak perusahaan Lion Group, Wings Air, mulai 13 Desember 2014 akan melayani rute baru di Nusa Tenggara Timur dengan mengambil rute Kupang-Atambua-Alor.

Kepastian pembukaan rute penerbangan pesawat berbadan lebar ini setelah mengantongi izin dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan kepada PT Wings Abadi No: AU.004/32/23/DRJU.DJU-2014 tertanggal 24 November 2014 perihal izin penambahan kapasitas angkutan udara. Dipastikan penerbangan perdana dilakukan tanggal 13 Desember dari Kupang menuju Atambua lalu dilanjutkan dengan penerbangan ke Alor.

Rute penerbangan baru Wings Air Kupang-Atambua-Alor dilayani tiga kali dalam seminggu, setiap hari Selasa, Kamis, dan Sabtu. Penerbangan akan dioperasikan dengan pesawat ATR 72 berkapasitas 72 kursi. Wings Air mematok harga tiket mulai dari Rp 488.600 sekali jalan di setiap sektor.

indo-aviation.com

Rabu, 03 Desember 2014

Tiket Sriwijaya Naik Menjelang Akhir Tahun

Pada akhir tahun, jumlah permintaan tiket penerbangan selalu mengalami peningkatan, terutama menuju destinasi-destinasi favorit. Maskapai penerbangan Sriwijaya Air mengaku menaikkan harga tiket penerbangan antara 10-20 persen menjelang liburan akhir tahun ini.

District Manager Sriwijaya Air Balikpapan Ery Suhairi mengatakan, kenaikan harga tiket sebesar hingga 20 persen daripada harga di hari biasa merupakan hal yang wajar karena permintaan tinggi. Untuk rute penerbangan dari Balikpapan ke Manado misalnya, Sriwijaya Air mematok harga hingga Rp 2 juta sekali jalan, sementara penerbangan dari Balikpapan ke Jakarta dibandrol hingga Rp 1 juta.

Meskipun demikian, Ery mengatakan bahwa permintaan tiket untuk liburan akhir tahun tidak sebanyak di musim Lebaran. “Namun, momen tahun baru ini tidak segila Lebaran yang beberapa bulan sebelumnya sudah full booking,” jawabnya, sembari menambahkan bahwa Jakarta, Surabaya, dan Manado menjadi destinasi favorit bagi penumpang asal Balikpapan.

Ery memprediksi permintaan tiket akan mulai melonjak pada H-2 Natal hingga beberapa hari setelah Tahun Baru 2015. “Sekalian weekend dari Natal sampai tahun baru,” ucapnya.

Sumber: indo-aviation.com

Selasa, 02 Desember 2014

Direksi Garuda Akan Dirombak

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengaku akan melakukan perombakan direksi delapan perusahaan BUMN. Di sektor penerbangan, Rini akan merombak direksi Garuda Indonesia, Angkasa Pura II, dan Perum Navigasi (AirNav Indonesia).

Rini mengatakan, Kementerian BUMN merasa perlu mengubah direksi perusahaan-perusahaan itu karena memang perlu perbaikan. “Perusahaan yang kami assess manajemennya apakah sudah tepat atau perlu perbaikan,” ujar Rini Soemarno di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (2/12/2014).

Ada berbagai alasan mengapa dia akan merombak direksi perusahaan BUMN. Untuk Garuda Indonesia, direksi maskapai penerbangan nasional ini akan dirombak karena perusahaan mengalami kerugian yang tidak sedikit sepanjang tahun 2014. “Karena ada yang memang sudah saatnya. Garuda memang sudah dijadwalkan RUPSLB. Karena performance kurang baik, beberapa pemegang saham minta ada RUPSLB. Dengan performance Garuda perlu assessment,” jelas dia.

Sumber: indo-aviation.com

Minggu, 30 November 2014

Garuda Berencana Buka Rute Solo-Lombok

Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia berencana membuka rute baru ke Indonesia Timur pada 2015. Satu rute baru yakni rute Solo-Lombok, dengan transit di Surabaya untuk memfasilitasi penumpang setempat yang akan ke Lombok, tengah diusulkan Garuda cabang solo ke kantor pusat.

General Manager (GM) Bandara Adi Soemarmo, Abdullah Usman menyebut, rute Solo-Lombok akan mengambil pasar dari Jogja dan Semarang yang selama ini dinilai penuh dan kemungkinan rute itu akan dioperasikan menggunakan pesawat jenis ATR.

“Tapi tidak menutup kemungkinan pakai pesawat lebih besar jika pasar kuat dan berkembang. Rute penerbangan ke Indonesia timur masih minim, sehingga perlu dikatrol dengan menghubungkan beberapa kota,” kata dia.

Pihaknya berharap pemerintah kota/kabupaten juga mengembangkan pariwisata untuk membantu maskapai melakukan ekspansi. “Brand Solo harus terus ditingkatkan dan dibangun supaya wisatawan semakin tertarik berkunjung Solo.”

Sumber: indo-aviation.com

Sabtu, 29 November 2014

Dirut Lion Ingin Hidupkan Kembali PTDI

Direktur Utama Lion Group Rusdi Kirana mengaku, tergerak untuk menghidupkan kembali PT Dirgantara Indonesia (PTDI) seiring matinya industri pesawat nasional sekaligus membantu mengembangkan industri pesawat nasional buatan PTDI. Bahkan beberapa hari sebelumnya, Rusdi telah menemui langsung Presiden Jokowi, untuk mewujudkan niatnya.

Rusdi menyampaikan niatnya soal produksi pesawat nasional, juga tentang keinginannya untuk membantu mengembangkan dan memasarkan pesawat N235 buatan PTDI, kepada Jokowi.

“Pak Jokowi menyambut baik. Saya telah mengusulkan untuk mengundang para pemimpin Airbus dan ATR guna membahas hal ini,” tutur Rusdi seperti dilansir detik.com usai acara penandatanganan kontrak pembelian 40 pesawat turboprop buatan Aerei da Transporto Regionale (ATR).

Rusdi menyebut, pihaknya mengupayakan agar tahun depan, pertemuan antara Presiden Jokowi dengan pihak raksasa produsen pesawat dunia tersebut bisa digelar. Dia menuturkan, kedekatannya dengan pabrikan pesawat-pesawat besar dunia tersebut mendorong timbulnya niat tersebut.

“Karena punya hubungan yang baik, saya bisa meyakinkan produsen-produsen pesawat di dunia untuk menjalin kerja sama dengan industri pesawat nasional kita,” kata Rusdi.

Seperti diberitakan sebelumnya, Lion Group telah memesan 40 unit pesawat ATR seri terbaru ATR 72-600, yang merupakan tambahan dari 60 unit yang telah dipesan pada tahun 2008. Sebelumnya pada November 2011 silam, Lion Group juga telah menandatangani pembelian 230 pesawat Boeing yang disaksikan langsung oleh Presiden Amerika Serikat Barack Obama. Kemudian pada 2013, Lion Group membeli 234 pesawat Airbus yang penekenan kontraknya disaksikan oleh Presiden Prancis Francois Hollande.

Menurut Rusdi, PTDI bisa memproduksi badan pesawat, interior, perangkat roda dan lainnya. Selanjutnya, Rusdi akan membantu mendatangkan mesin dan perangkat avionik dari pabrikan ternama di dunia.

Sumber: indo-aviation.com

Jumat, 28 November 2014

Citilink Buka Rute Padang-Surabaya Via Palembang

Maskapai Citilink Indonesia membuka jalur penerbangan baru rute Padang-Surabaya lewat Palembang.

CEO Citilink Arif Wibowo mengatakan pembukaan jalur tersebut adalah upaya untuk meningkatkan konektivitas. Terutama, konektifitas antar kota yang potensial dikembangkan sebagai tujuan wisata.

“Kami ingin konektivitas tiap daerah bisa terpenuhi. Rute Padang-Surabaya via Palembang tujuannya untuk membuka mobilitas daerah-daerah itu,”

Rute itu, kata Arif, diharapkan ikut berperan meningkatkan kunjungan wisatawan ke daerah masing-masing. Sehingga ada alternatif jalur penerbangan di luar Jakarta.

Dia menyebutkan anak usaha Garuda Indonesia itu tengah memfokuskan peningkatan rute penerbangan domestik, untuk mendukung rencana pemerintah melakukan pemerataan pembangunan di daerah.

Tahun depan, Citilink juga memprioritaskan pembukaan rute-rute baru yang menembus daerah terisolir, serta meningkatkan layanan dan jumlah armada.

Sumber: infopenerbangan.com

Kamis, 27 November 2014

Garuda Segera Buka Rute Ke Myanmar

Dengan suksesnya penandatanganan kerja sama code share dengan maskapai penerbangan Myanmar, Myanmar Airways International, maskapai penerbangan Garuda Indonesia dalam waktu dekat melayani penerbangan ke Yangon, Myanmar.

Melalui kerja sama tersebut, Garuda akan menempatkan nomor penerbangan (flight number) pada penerbangan Myanmar Airways International pada rute Bangkok-Yangon (pp) dan Singapura-Yangon (pp).

Begitu pula, Myanmar Airways International akan menempatkan nomor penerbangan pada penerbangan Garuda untuk rute Jakarta-Bangkok (pp) dan Jakarta-Singapura (pp).

Direktur Pemasaran & Penjualan Garuda Indonesia, Erik Meijer mengatakan, kerja sama akan memperkuat jaringan Garuda Indonesia ke Asia Tenggara.

“Myanmar merupakan pasar yang potensial bagi Indonesia, melalui kerja sama ini kami memberikan lebih banyak pilihan penerbangan untuk meningkatkan arus penumpang di kedua negara,” ujarnya

Kerja sama code share tersebut dinilai akan memberi kemudahan bagi para pengguna jasa kedua maskapai dari dan menuju Myanmar dan Indonesia melalui Singapura dan Bangkok. Kedua belah pihak masih menunggu persetujuan dari pemerintah dan diharapkan dapat terlaksana pada bulan Desember 2014.

Berikut ini rencana jadwal penerbangannya:
penerbangan

Sumber: infopenerbangan.com

Rabu, 26 November 2014

Maskapai Inginkan Ada Insentif Fiskal

Pemerintah diminta maskapai penerbangan agar segera mengabulkan permintaan insentif fiskal, agar siap berkompetisi dalam ASEAN Open Sky 2015. Salah satu yang diinginkan adalah usulan pembebasan bea masuk suku cadang pesawat dan peniadaan pajak pertambahan nilai (PPN) sewa (leasing) pesawat.

Menurut Ketua Indonesian National Air Carriers Association (INACA) Muhammad Arif Wibowo, pemerintah diharapkan memberi dukungan pada industri di Tanah Air sebagaimana dilakukan oleh otoritas di negara-negara tetangga. Salah satunya adalah di Malaysia di mana, pungutan itu tidak dikutip dari maskapai penerbangan.

“Tentu kami menginginkan industri yang kompetitif, setara dengan negara lain di Asean. Ini kan dalam rangka Open Sky,” kata Arif seusai rapat di Kementerian Keuangan.

Pelaku usaha rupanya juga meminta pemerintah segera mencari jalan keluar atas mahalnya harga avtur selain insentif fiskal. Harga avtur di Indonesia membubung hingga 97 sen dolar per liter, 12% lebih mahal ketimbang harga di Singapura. Bahkan di Papua, harga avtur mencapai 115 sen dolar per liter.

“Dunia usaha memahami permasalahan yang melingkupi Pertamina satu-satunya operator penjual avtur menyangkut distribusi yang lebih rumit dari negara tetangga. Namun, Direktur Utama PT Citilink Indonesia ini menginginkan harga avtur di Tanah Air tidak berselisih jauh dengan harga produk serupa di kawasan asean,” katanya.

Arif menyebut, INACA dan pemerintah akan kembali menggelar rapat untuk merumuskan fasilitas fiskal dan nonfiskal yang patut diberikan kepada maskapai penerbangan dalam sepekan mendatang. “INACA tidak minta ada proyeksi. INACA ingin same level playing field, sama dengan negara lain,” sambung Ketua Dewan Pembina INACA yang juga Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk (Persero) Emirsyah Satar.

Sementara itu, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro memberi isyarat akan mengabulkan permintaan INACA. “Kami punya semangat untuk menyelamatkan industri penerbangan. Nanti kami cari solusinya. Pajak nanti kami bereskan,” ujarnya.

Sumber: indo-aviation.com

Selasa, 25 November 2014

Maintenance Pesawat Terbang

Perawatan atau maintenance pesawat tidak hanya meliputi perbaikan dan pergantian bagian atau komponen, termasuk cairan untuk pelumasan atau yang lazim disebut servicing. Dalam dunia penerbangan, maintenance mengandung makna yang sangat luas cakupannya. Yang pasti perawatan merupakan sesuatu yang mutlak dan harus dilakukan. Perawatan diperlukan agar pesawat yang dioperasikan benar-benar laik terbang dan memberikan keamanan dan kenyamanan.

Pesawat yang dinyatakan laik terbang adalah pesawat yang secara teratur (tepat waktu) menjalani perawatan. Maintenance pesawat terbang haruslah direncanakan oleh maskapai penerbangan secara terperinci dan dibukukan untuk dilaporkan kepada Kementerian Perhubungan (Direktorat Jenderal Perhubungan Udara) guna mendapatkan sertifikasinya.

Jadi setiap maskapai penerbangan harus mempunyai rencana pelaksanaan maintenance yang diketahui oleh Ditjen Perhubungan Udara, sehingga Kementerian Perhubungan sebagai regulator dapat memeriksa kebenaran dari pelaksanaan maintenance tersebut. Dalam dunia penerbangan tidak satu pun aktivitas maintenance yang tidak  diketahui regulator.

Perawatan pesawat dapat dibagi menjadi 3 (tiga) kategori umum, yaitu:

Kategori Ringan
Katagori ini dilaksanakan dengan kurun waktu yang tidak mengganggu pesawat yang tengah digunakan untuk melayani penerbangan. Maintenance/perawatannya hanya meliputi pemeriksaaan terhadap suatu kondisi dari parts/components atau bagian dari badan pesawat yang kondisinya memang sudah dalam keadaaan baik. Kalau ditemukan ada sesuatu yang tidak beres dapat dilakukan perbaikan secara cepat.
Pelaksanaan dari kategori ini biasanya setiap hari saat pesawat akan terbang kembali  atau seminggu sekali (100–200 jam terbang). Aktivitas dalam perawatan ini biasanya berupa pemeriksaan dari struktur luar pesawat, landing gear (roda pendarat), engine (mesin), wing (sayap) dan baling-baling. Jika diperlukan ada penambahan oli, nitrogen, wather dan oxygen.

Kategori Sedang
Biasanya maskapai penerbangan yang sudah mapan dan memiliki pasar yang cukup tinggi tidak ingin pesawatnya tidak dioperasikan, tapi sebisa mungkin untuk mendapatkan revenue sehingga penjadwalan untuk perawatan/maintenance Kategori Sedang ini bervariasi untuk mengoptimumkan reveneu tersebut.
Dengan demikian maskapai penerbangan pun mempunyai jadwal yang ketat untuk perawatan/maintenance pesawat-pesawatnya. Rata-rata maskapai penerbangan memberikan waktu tidak lebih dari 2 (dua) minggu. Tapi makin tua umur pesawat, penyelesaian perawatan/maintenance semakin lama. Dalam perawatan ini dilakukan pergantian komponen yang umur pemakaiannya telah habis.

Kategori Berat
Perawatan berat atau Heavy Maintenance mempunyai ground time yang sangat lama, kira-kira lebih dari satu bulan. Hal ini dimungkinkan karena banyaknya item yang harus dilaksanakan dan direkomandasi dari pabrik pesawat terbang serta dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dalam hal ini Sertifikasi Kelayakan terbang dari pesawat tersebut. Hampir seluruh bagian dari airframe pesawat diperiksa secara detail (Detail Inspection) dan dilakukan pengecatan kembali dengan cara melepaskan cat yang menempel pada skin/kulit pesawat. Biasanya cost untuk maintenance ini sangatlah tinggi meliputi tenaga kerja daan material yang digunakan. Setelah dirawat pada tahap ini, harga pesawat akan kembali naik.

Sumber: infopenerbangan.com

Senin, 24 November 2014

Keindahan Pulau Sempu Yang Menawan

Selamat datang di kawasan hutan konservasi nan memukau di Jawa Timur. Kawasan terpencil yang tenar di kalangan wisatawan tersebut bernama Pulau Sempu. Lokasinya berada di pantai selatan Kabupaten Malang dan secara administratif masuk Desa Tambak Rejo Desa, Kecamatan Sumbermanjing Wetan.

Pulau Sempu berada tak jauh dari Pantai Sendang Biru. Dari Kota Malang, lokasinya sekitar 80 kilometer dan dari ibu kota Jawa Timur, Surabaya jaraknya sekitar 180 kilometer. Pulau yang ditumbuhi pepohonan tropis seluas 877 hektar ini adalah cagar alam yang di kelola oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Timur (BBKSDA) dan Departemen Kehutanan Indonesia. Secara resmi tempat ini diakui sebagai cagar budaya sejak 1928 pada masa pemerintahan Hindia Belanda.

Daya tarik utama pulau kecil nan cantik ini adalah Laguna Segara Anakan yang terletak sekitar 2,5 km arah selatan pulau. Tersembunyi jauh di lingkar hutan tropis yang lebat, laguna seluas 4 hektar tersebut merupakan tempat yang menawan. Pantai berpasir putih bertemu dengan birunya air yang tenang dan terpisah dari lautan lepas sebab dikelilingi batuan karang. Air di Laguna Segara Anakan ini tenang dan karenanya merupakan tempat yang sempurna untuk berenang. Dengan lokasinya yang terpencil dan jalur yang agak sulit diakses, Segara Anakan menyuguhkan suasana intim dan privat.

Perjalanan menuju Sempu adalah petualangan yang menantang siapa saja yang ingin menjamah Laguna Segara Anakan. Petualangan dimulai dengan menyeberangi selat dari Pantai Sendang Biru menuju ke Teluk Semut (Ant Bay) di Pulau Sempu. Dari sini, perjalanan dilanjutkan melalui jalur trekking selama dua jam melalui hutan lebat dan melintasi jalan curam dan terjal sebelum tiba di lokasi laguna. Meski jalur yang dilalui agak sulit dan licin tetapi usaha menyaksikan keindahan yang ditawarkan laguna cantik yang tersembunyi ini memang layak diperjuangkan. Apabila Anda membutuhkan kapal dan jasa pemandu untuk menuju Pulau Sempu, Anda dapat mencarinya di daerah Pantai Sendang Biru.

Sumber: travelista.infopenerbangan.com

Sabtu, 22 November 2014

Sriwijaya Buka Rute Ke Terengganu dan Ipoh

Maskapai penerbangan Sriwijaya Air akan menghubungkan Bandara Kuala Namu Medan dengan dua destinasi di Malaysia, yakni Kuala Terengganu dan Ipoh. Ini dilakukan perusahaan untuk merespon tingginya permintaan penerbangan pada kedua rute tersebut.

Senior Corporate Communication Manager Sriwijaya Air Agus Soedjono mengatakan, Sriwijaya Air akan mengoperasikan kedua rute penerbangan itu mulai Senin, 24 November 2014, dengan menggunakan pesawat Boeing 737-400 berkapasitas 167 kursi. “Kami berharap bisa mengulangi kesukesan kami pada rute Medan-Penang, yang sudah kami buka enam tahun lalu. Kami akan terbang tiga kali seminggu ke Terengganu dan empat kali seminggu menuju Ipoh,” kata Agus seperti dilansir The Jakarta Post.

Agus menuturkan, Sriwijaya Air akan melayani kedua rute penerbangan itu setiap hari di masa mendatang jika memang pasar memberikan respon yang baik. Untuk saat ini pihaknya menargetkan tingkat isian kursi pesawat mencapai 87 persen pada masing-masing rute penerbangan.

Menurut Agus, Sriwijaya Air optimis target itu akan tercapai karena perusahaan sudah memiliki mitra di Malaysia. “Kami sangat optimis bahwa kami bisa mencapai target itu karena kami bekerja sangat dekat dengan mitra kami, YOU Wings, yang memasarkan layanan kami di Malaysia,” tuturnya.

Sebagai tambahan, Agus mengungkapkan bahwa Sriwijaya Air juga berencana meningkatkan frekuensi rute penerbangan Medan-Penang dari satu kali sehari menjadi dua kali sehari dalam waktu dekat ini karena permintaan penumpang pada rute Medan-Penang sangat baik.

Sumber: indo-aviation.com

Kamis, 20 November 2014

Indonesia Belum Masuk Pasar Andalan Bisnis Penerbangan

Director General Asosiasi penerbangan se-Asia Pasifik atau Association Asia-Pasific Airlines (AAPA) Andrew Herdman menyebut, di kawasan Asia Pasifik, Indonesia belum masuk ke dalam pasar andalan atau potensial bisnis penerbangan.

Padahal, Indonesia memiliki jumlah penduduk yang besar dan wilayah yang luas. “Negara di Asia Pasifik yang memiliki pasar bagus masih didominasi Jepang, Korsel, China, Hong Kong dan Thailand,” ujarnya pada pembukaan konfrensi ke-58 AAPA di Hotel Imperial Tokyo, Jepang, Rabu (19/11/2014).

Dikutip dari indo-aviation.com, Dia menyebut, pada 2013, AAPA mencatat jumlah penumpang pesawat di seluruh dunia mencapai 3 miliar penumpang, di mana, 31 persen di antaranya atau 1 miliar penumpang berlokasi di Asia Pasifik.

“Kami mencatat mobilitas orang dengan menggunakan airlines terus meningkat. Pada tahun lalu saja lebih dari 3 miliar penumpang atau 9 juta orang terbang per hari,” papar Herdman.

Dari 3 miliar penumpang pesawat di seluruh dunia, menurutnya, sekitar 31% adalah penumpang pesawat di kawasan Asia-Pasifik. Herdman merinci ada 1,012 miliar orang berlalu-lalang menggunakan pesawat udara di kawasan Asia Pasifik setiap tahun.

Dari jumlah itu, 715 juta penumpng berasal dari penerbangan domestik. Sedangkan sekitar 297 juta dari penerbangan internasional. Serta mengangkut 19 juta kargo. Sebanyak 1,012 miliar orang tersebut diangkut dengan 5.911 pesawat dengan penerimaan US$163 miliar dan profit US$ 1,6 miliar.

Rabu, 19 November 2014

Liburan Asyik ke Luar Negeri

Libur panjang menjadi waktu yang sangat tepat untuk mengajak keluarga Anda ke luar negeri. Namun sebaiknya perjalanan ini harus dipikirkan dan dipersiapkan jauh-jauh hari. Berikut adalah hal-hal yang harus diperhatikan agar liburan Anda dan keluarga tetap asyik dan nyaman seperti dikutip dari lifestyle.okezone.com

Kesehatan dan keamanan
Periksa kesehatan Anda dan keluarga ke dokter sebelum bepergian ke luar negeri. Pastikan telah divaksin dengan tepat dan jangan lupa meminta resep. Mintalah asuransi kesehatan yang dapat digunakan di luar negeri dalam keadaan darurat kepada penyedia jasa asuransi.
Selain itu, bawalah fotokopi paspor dan simpan juga dalam akun email untuk memudahkan urusan bila tiba-tiba paspor hilang dalam perjalanan. Selain itu, daftarkan diri ke kedutaan besar agar mudah dihubungi jika hal terjadi pada diri dan keluarga.

Uang
Pastikan telah menghitung perkiraan biaya melakukan liburan ke luar negeri. Periksa berapa biaya masuk dan keluar, karena beberapa negara memberlakukan hal tersebut. Pastikan kartu kredit dapat digunakan di luar negeri. Pergilah ke bank atau ATM di negara yang dikunjungi untuk menukarkan mata uang. Sediakan uang cash lebih karena tidak di semua tempat dapat menggunakan kartu kredit.

Lakukan penelitian lokal
Pesan tiket dari jauh hari untuk mendapatkan penawaran lebih murah. Bawalah buku panduan yang di dalamnya memuat peta, kata kunci, dan memberikan cukup detail mengenai tempat wisata agar tidak repot membelinya di negara tersebut.
Pastikan Anda telah mencari tahu tentang acara apa saja yang akan digelar di negara tersebut agar tidak terlewatkan saat liburan. Misalnya festival tahunan, upacara adat, maupun peristiwa alam. Anda perlu mencari tahu kuliner lokal yang wajib dicoba dari negara itu.

Alat elektronik
Bawalah adaptor pengisi daya untuk perangkat elektronik. Beberapa negara memiliki ukuran colokan dan tegangan berbeda. Kemudian aktifkan kemampuan global ponsel. Akan ada biaya tambahan untuk melakukan ini, tetapi jauh lebih sedikit daripada biaya roaming yang akan dikenakan jika tidak mengaktifkannya.

Bagasi dan berkemas
Kemasi pakaian ekstra ke dalam tas. Karena jika kehilangan koper, masih memiliki pakaian yang bisa dipakai. Setiap maskapai penerbangan memiliki ketentuan untuk jumlah koper yang dapat dibawa dengan gratis. Pastikan mengerti aturan tersebut untuk menghindari biaya tambahan. Bawa juga makanan ringan mengisi perut dalam perjalanan sebelum menemukan restoran yang dicari.

Selasa, 18 November 2014

Pejabat Dilarang Naik Pesawat Kelas Bisnis

Kementerian Keuangan bersama Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno berencana mengeluarkan surat edaran yang mewajibkan perjalanan dinas pejabat, Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan direksi BUMN menggunakan maskapai penerbangan berbiaya rendah atau low-cost carrier (LCC).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Jalil mengatakan bahwa surat keputusan itu belum keluar. Kalaupun nanti akhirnya keluar, dia menganggap keputusan itu tidak adil bagi maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia. “Soalnya kalau (penerbangan) low-cost itu menjadi tidak fair terhadap Garuda,” ujar Sofyan.

Menurut Sofyan, alasan lain jika pemerintah mengeluarkan aturan yang mengharuskan pejabat menggunakan LCC adalah adanya persaingan yang kurang baik antara maskapai penerbangan milik swasta dan maskapai penerbangan milik pemerintah.

Berbeda dengan Garuda, Citilink sangat menyambut baik rencana tersebut. Direktur Utama Citilink Indonesia Arif Wibowo mengatakan bahwa maskapai penerbangan yang dipimpinnya sangat siap melayani para pejabat kementerian dan direksi BUMN. “Citilink siap dan senang sekali kalau bisa menampung para pejabat dan direksi BUMN tersebut dengan penerbangan kami,” kata Arif.

Dikutip dari indo-aviation.com, Arif mengatakan, pengalamannya yang pernah menjabat sebagai direktur di maskapai penerbangan Garuda Indonesia bisa menjadi bekal bagi Citilink untuk menjalin kerja sama dengan manajemen BUMN. “Dulu waktu masih jadi Direktur Pemasaran dan Penjualan Garuda, saya sering membuat kerjasama penerbangan korporat dengan perusahaan swasta maupun BUMN. Jadi saya yakin mereka tertarik,” ujar Arif.

Saat ini pemerintah memang sedang berupaya menghemat anggaran. Selain melarang pejabat pemerintahan menggunakan layanan penerbangan kelas bisnis, pemerintah juga akan melarang rapat-rapat kementerian dilakukan di hotel-hotel.

Senin, 17 November 2014

Merpati Sebaiknya Jual Aset

Sebagai upaya penyelamatan PT Merpati Nusantara Airlines (Persero), Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Mariani Soemarno mengusulkan untuk menjual aset. Menurutnya, menjual aset maskapai penerbangan pelat merah itu merupakan satu-satunya jalan, Seperti diberitakan indo-aviation.com.

Menurutnya, utang Merpati mencapai Rp15 triliun akibat tidak memungkinkan dilakukan reorganisasi. Selain itu, Merpati juga harus membayar gaji dan pesangon 1.400 karyawan selama lebih dari delapan bulan. “Jual aset dulu, ya aset yang dimiliki Merpati, kan belum ada dana ,” ungkapnya seperti dilansir Bisnis.com.

Saat ini, pemerintah masih mengkaji jumlah aset yang dimiliki Merpati sebelumm Kementerian BUMN akan menilai aset-aset milik Merpati yang bisa dilego. Menteri BUMN sebelumnya, Dahlan Iskan sudah mengundang 100 investor dan didapatkan tiga investor cukup serius untuk membeli Merpati melalui partner strategis.

Dahlan mengungkapkan terdapat dua produsen pesawat yang menyatakan minatnya untuk berinvestasi di Merpati, yakni Xian Aircraft Industrial Corporartion dan Sukhoi. Xian merupakan perusahaan asal China yang memproduksi jenis pesawat MA60.

Rencana awal, Dahlan juga ingin menjual Merpati Maintenance Facility (MMF) untuk menyicil kewajiban yang ditaksir mencapai Rp 1 triliun. Namun, MMF sudah dijaminkan untuk utang-utang Merpati sehingga tidak bisa dijual.

Akan tetapi, Rini mempertimbangkan untuk menjual aset-aset Merpati baik itu MMF, tanah, gedung maupun lahan yang dimiliki perseroan. “Sedang dilihat nilai-nilainya, karena kalau enggak, enggak ada operasi, enggak ada dana,” paparnya.

Saat ini, Merpati berada di bawah pengelolaan PT Perusahaan Pengelolaan Aset (PPA) Kementerian Keuangan. Merpati telah berhenti beroperasi sejak Februari 2014 yang dipicu oleh kesulitan keuangan dan beban utang yang menumpuk.

Minggu, 16 November 2014

Citilink Direct Flight Pekanbaru-Surabaya

Maskapai penerbangan berbiaya rendah Citilink Indonesia mulai Senin, 17 November 2014 membuka rute penerbangan yang menghubungkan antara Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru dan Bandara Juanda Surabaya. Pembukaan rute penerbangan ini untuk memperkuat jaringan rute penerbangan yang dimiliki oleh Citilink, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di kedua wilayah.

“Kekuatan ekonomi yang dimiliki Pekanbaru dan Surabaya dapat disinergikan guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di masing-masing wilayah. Citilink dalam hal ini membantu percepatan sinergi tersebut sehingga betul-betul bisa dirasakan secara nyata bagi masyarakat Riau dan Jawa Timur,” kata Vice President Corporate Communications PT Citilink Indonesia Benny Siga Butarbutar di Pekanbaru, Minggu (16/11/2014).

Dilansir dari indo-aviation.com, Anak perusahaan maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia ini sebelumnya telah mengoperasikan rute penerbangan Pekanbaru-Surabaya via Jakarta sebanyak dua kali sehari. Dengan pembukaan rute penerbangan langsung ini diharapkan bisa mempercepat pertumbuhan ekonomi dan mobilitas penduduk di Provinsi Riau dan Jawa Timur.

Rute penerbangan antara Pekanbaru dan Surabaya dioperasikan oleh Citilink Indonesia dengan frekuensi sebanyak satu kali dalam sehari. Penerbangan itu dilayani dengan pesawat Airbus A320 yang berkapasitas 180 kursi. Rute penerbangan Surabaya-Pekanbaru diberangkatkan setiap pukul 05.20 WIB, sementara rute Pekanbaru-Surabaya dijadwalkan berangkat pada pukul 08.25 WIB.

Sabtu, 15 November 2014

AirAsia Siap Gabungkan PSC dengan Tiket

Maskapai penerbangan berbiaya rendah Indonesia AirAsia menyambut baik permintaan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan untuk menggabungan airport tax atau Passenger Service Charge (PSC) ke dalam harga tiket mulai 1 Januari 2015. Bahkan maskapai penerbangan dengan warna khas merah itu sudah melakukan persiapan.

“Kita sih siap karena setiap hari kita sudah setor airport tax. Memang kita mendorong secepatnya penerapan airport tax di tiket. Kita butuh waktu sosialisasi ke penumpang. Kalau kita sih siap tapi tergantung lainnya,” kata Head of Corporate Secretary and Communications Indonesia AirAsia Audrey Progastama Petriniy di Jakarta.

Dikutip dari indo-aviation.com, sama seperti yang diungkapkan Audrey, Presiden Direktur Indonesia AirAsia Sunu Widyatmoko juga mengatakan bahwa maskapai penerbangan yang dipimpinnya itu sudah siap menggabungkan PSC dengan tiket, karena hal tersebut sudah dilakukan oleh AirAsia di Malaysia.

“Kita AirAsia di Malaysia sudah menerapkan hal seperti itu, yang penting Angkasa Pura (AP) siap juga. Cuma ada masalah teknis. AP itu maunya penarikannya daily. Padahal ada persoalan teknis IT dan perbankan yang nggak bisa selesai dalam waktu sehari,” jelas Sunu.

Menurut Sunu, pihak pengelola bandara juga harus mengerti kalau transfer antar bank prosesnya lama. Dia pun enggan jika perusahaan penerbangan harus melakukan deposit terlebih dahulu untuk menalangi PSC penumpang. “Isunya mereka BUMN, jadi musti daily, padahal kalau daily harus dilihat secara teknis bisa apa tidaknya. Nggak bisa juga kalau kita harus funding, nalangin dulu,” papar Sunu.

Jumat, 14 November 2014

Perusahaan Pembuat Pesawat Ramai-ramai Bidik Pasar Indonesia


Jakarta Indonesia kerapkali menjadi pasar empuk untuk pemasaran aneka produk dari gadget hingga kendaraan mewah. Bahkan, model transportasi super-mewah seperti pesawat dan helikopter mulai ramai menyasar pasar Tanah Air.

Jumlah penduduk yang hampir 250 juta jiwa dan bentuk geografis yang berkepulauan dianggap perusahaan pembuat pesawat dan helikopter sebagai alasan Indonesia bisa jadi pasar potensial. Oleh sebab itu, mereka pun mulai merapat ke Indonesia - salah satunya adalah perusahaan Airbus Helicopters.

"Indonesia merupakan salah satu negara potensial untuk industri transportasi udara. Bentuknya yang kepulauan dan jumlah penduduk yang besar menjadikannya sebagai prioritas kami dalam mengembangkan pasar pesawat maupun helikopter," ujar Fabrice Rochereau, VP Sales & Costimer Relations Asia-Pasific Airbus Helicopters.

Demi menggaet pasar kelas atas ataupun berbagai lembaga di Indonesia yang memiliki mobilitas tinggi dan memerlukan efisiensi waktu, Airbus mengklaim membawa berbagai model produknya ke pasar Indonesia. Kebutuhan sipil maupun militer diakui Fabrice bisa ditangani produk buatannya.

"Kita sediakan berbagai macam helikopter yang bisa difungsikan untuk membantu berbagai kebutuhan seperti angkutan pribadi, kesehatan maupun bermacam-macam aktivitas militer seperti pengiriman suplai atau patroli di lokasi yang sulit dijangkau," tambah Fabrice.

Fabrice menyebutkan harga helikopter yang disediakannya berkisar antara US$ 2-30 juta setara dengan 2-3 mobil mewah atau mobil super yang biasa dipakai para konglomerat.

Untuk perawatan, pilot dan garasi, Airbus menyebutkan bisa membantu kebutuhan para pelanggan di Indonesia yang punya potensi besar di industri dirgantara.


sumber : liputan6.com
Posted on 18.21 | Categories:

Awal 2015 Harga Tiket Digabung Airport Tax

Kementerian Perhubungan (Kemhub) akan mewajibkan semua perusahaan penerbangan menggabungkan biaya jasa layanan penumpang atau airport tax dengan tiket pesawat paling lambat 1 Januari 2015. Aturan ini diharapkan akan memudahkan penumpang karena tidak harus direpotkan lagi dengan antrian membayar airport tax, seperti dilansir dari infopenerbangan.com.

Menteri Perhubungan Ignasius Jonan menjelaskan, kebijakan ini akan mulai diterapkan tahun 2015 nanti. “Paling lambat 1 Januari 2015 itu harus include,” katanya, Kamis (13/11).

Sebelumnya, maskapai Garuda Indonesia dan Citilink sudah menerapkan penggabungan tiket pesawat dengan airport tax. Namun karena maskapai penerbangan lain tidak melakukan hal yang sama, Garuda Indonesia berniat mengakhiri kebijakan itu pada Oktober lalu. Sebab dengan penggabungan harga tiket dan airport tax, ada kesan harga tiket pesawat menjadi mahal.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Bambang Tjahjono mengaku telah mengirimkan surat kepada bandara dan maskapai penerbangan mengenai kebijakan tersebut. Dengan begitu maka tidak ada lagi alasan bagi maskapai untuk tidak mematuhi.

Jika setelah batas waktu ternyata masih ada maskapai yang belum melaksanakan penggabungan, maka pemerintah tidak akan segan-segan menjatuhkan sanksi. “Harus itu, harus,” kata Bambang tanpa menyebut secara detail sanksi yang dimaksudnya tersebut.

Kamis, 13 November 2014

234 Pesawat Airbus untuk Lion Group

Perusahaan penerbangan Lion Group melakukan pesanan pesawat dalam jumlah fantastis pada Maret 2013 lalu. Pada saat itu Lion Group memesan 234 pesawat yang terdiri dari 65 Airbus A320ceo (current engine option), 109 Airbus A320neo (new engine option), dan 60 Airbus A321neo.

Pada Rabu (12/11/2014), Lion Group telah menerima tiga pesawat Airbus A320 pertamanya dalam sebuah seremoni di Toulouse, Perancis. Rencananya pesawat itu akan digunakan oleh anak perusahaan Lion Group yang bergerak dalam segmen penerbangan full service, Batik Air.

Chief Executive Officer Lion Group Rusdi Kirana mengatakan, Lion Group akan menyerap seluruh pesanan pesawat itu karena pesawat tidak hanya digunakan di Indonesia, tapi juga untuk anak-anak perusahaan Lion Group di luar negeri, seperti Malaysia dan Thailand. “So far untuk grup sendiri. Ini tidak hanya untuk maskapai di Indonesia, kita sebar di Thailand dan Malaysia,” ujarnya di markas Airbus, Toulouse, Perancis.

Seperti yang dikutip dari indo-aviation.com, Lion Group saat ini menaungi lima maskapai penerbangan berjadwal. Di Indonesia, Lion Group memiliki Lion Air, Wings Air, dan Batik Air. Di Malaysia, grup perusahaan ini memiliki Malindo Air, sedangkan di Thailand terdapat Thai Lion Air. Bahkan Lion Group masih berhasrat untuk membuka cabangnya di negara-negara lain.

Menurut Rusdi 234 pesawat dari Airbus ini seluruhnya akan dikirimkan kepada Lion Group hingga tahun 2027. Selain memesan dari Airbus, dia juga mengatakan bahwa Lion Group memesan pesawat dari ATR dan Boeing. Secara total pesanan pesawat Lion Group mencapai 760 pesawat dari ketiga pabrikan tersebut.

Rabu, 12 November 2014

Garuda Indonesia Travel Experience 2014

Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia akan menggelar pameran bertajuk Travel Experience 2014 pada 13-16 November 2014 di Mall Gandaria City, Jakarta. Dalam pameran itu Garuda Indonesia bekerja sama dengan Bank Negara Indonesia (BNI) dengan target pendapatan sebesar Rp 15 miliar.

Seperti yang dilansir indo-aviation.com, Direktur Pemasaran dan Penjualan Garuda Indonesia Erik Meijer mengatakan, saat akhir tahun minat masyarakat untuk pergi berlibur sangat tinggi. Untuk menangkap peluang itu, maka Garuda Indonesia mengadakan pameran ini. Aktivitas liburan baik Natal dan tahun baru diperkirakan cukup tinggi pada akhir tahun ini. Dengan menggelar pameran selama empat hari kami menargetkan penjualan tiket sebesar Rp 15 miliar dengan target pengunjung sebanyak 10 ribu orang,” kata Erik.

Direktur Konsumer dan Ritel BNI Darmadi Sutanto mengatakan, untuk mendukung tercapainya target tersebut, BNI menyiapkan program pembelian tiket murah bagi para nasabahnya seperti cashback hingga Rp 600 ribu, cicilan 0 persen, serta diskon hingga 50 persen dengan BNI Reward Point.

Garuda Indonesia–BNI Travel Experience 2014 diikuti oleh Garuda Indonesia Group dan mitra usaha yang kebanyakan adalah perusahaan perjalanan wisata seperti Dwi Daya Tour, Avia Tour, Bayu Buana Tour, Golden Rama Tour, TX Travel, Obaja Travel, Panorama Tour, ANTA VAYA Tour, SMAILING Tour, Travel Mart, Travel Centre, Panen Tour, Shilla Tour, dan Rotama Tour.

Selasa, 11 November 2014

Citilink Tambah Penerbangan ke Palangkaraya

Maskapai penerbangan Citilink Indonesia sudah meluncurkan rute penerbangan baru Surabaya-Palangkaraya dengan frekuensi satu kali sehari sejak beberapa hari yang lalu. Palangkaraya sekaligus menjadi destinasi ketiga Citilink di Kalimantan setelah Banjarmasin dan Balikpapan.

”Pemilihan kota Palangkaraya didasari oleh berbagai faktor, di antaranya aspek pertumbuhan ekonomi, membangun konektivitas antara kota-kota di Indonesia dan juga menjawab animo masyarakat akan penerbangan murah,” kata VP Sales & Distribution Citilink Indonesia Agus Dewanta.

Seperti dikutip dari indo-aviation.com, Agus mengatakan, Citilink juga berupaya untuk memajukan sektor pariwisata di Palangkaraya dan Kalimantan Tengah, sehingga kota yang sering kali diusulkan menjadi ibu kota negara yang baru ini bisa lebih dikenal oleh masyarakat, baik itu dalam skala nasional maupun internasional.

Menurut Agus, jika memang permintaan penerbangan untuk rute Surabaya-Palangkaraya terus mengalami peningkatan, bukan tidak mungkin Citilink akan menambah frekuensi penerbangan pada rute tersebut. Apalagi Citilink terus menambah armadanya dengan pesawat-pesawat baru hingga tahun 2017 mendatang.

Senin, 10 November 2014

Sriwijaya Incar Rute ke Malaysia dan Bangladesh

Sriwijaya Air dalam kuartal ke tiga tahun ini telah mencapai angka neraca yang positif, itu penjelasan dari Presiden Direktur Sriwijaya Air Chandra Lie

Pada tahun 2015, krisis biaya tinggi masih menjadi fokus utama dalam menentukan arah kebijakan, selain itu Sriwijaya Air juga harus cermat dan kalkulatif dalam melakukan ekspansi rute, baik domestik maupun regional.

“Bila tahun ini kita cukup berhasil meraih kesempatan untuk memaksimalkan rute penerbangan regional. Maka, tahun depan kita harus siap untuk menghitung dan menata perencanaan secara analitis untuk membuka rute regional lain, seperti Malaysia, dan Bangladesh. Sehingga, rute tersebut dapat menyumbangkan keseimbangan pendapatan dalam bentuk dolar Amerika yang saat ini sedang melangit di mata rupiah,” ucap Chandra dalam keterangan tertulis yang diterima Tribun Jateng, Minggu (9/11/2014).

Chandra melanjutkan, pengalaman tahun-tahun sebelumya menjadi catatan penting untuk melangkah ke depan. Konsepsi melayani, mengabdi, dan berbagi menjadi etos untuk membangun Sriwijaya Air.

Seperti dikutip dari infopenerbangan.com, Ulang tahun kali ini, Sriwijaya Air mengangkat tema maju, modern, dan berkelanjutan. Artinya roda perusahaan harus berjalan sesuai dengan perencanaan yang matang untuk melangkah ke depan.

Chandra menjelaskan tiga kata kunci ini menjadi pesan 11 tahun Sriwijaya Air. Maju, artinya meskipun banyak tantangan yang dihadapi, Sriwijaya Air harus terus maju tidak ada kata mundur, dan harus berkembang, maju dalam teknologi.

Modern, lanjutnya, merupakan bentuk modernisasi disegala inftastruktur antara lain, sistem IT yang saat ini sedang dalam pembaharuan sistem informasi dan reservasi. Dan berkelanjutan, artinya Sriwijaya Air akan tetap rendah hati menjadi maskapai pilihan utama pelanggan sepanjang masa.

“Tahun depan, kami akan mendatangkan 13 pesawat Boeing 737-800 NG, tiga diantaranya akan hadir pada akhir tahun ini.Pengadaan pesawat ini merupakan bentuk peremajaan armada.Dalam kesempatan, ini kami akan memberikan apresiasi pada 44 karyawan berupa paket umroh,” tandas Chandra.