Kamis, 17 April 2014

JUMLAH PENUMPANG PESAWAT DOMESTIK TUMBUH DI ATAS PERKIRAAN


Jumlah penumpang angkutan udara domestik mengalami peningkatan signifikan sepanjang 2009 lalu, mencapai 16,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Bahkan jumlah tersebut melebihi besaran yang ditargetkan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, yaitu sebesar 10 persen.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Herry Bakti S Gumay dalam acara press background di Jakarta, Rabu (10/2), menjelaskan, tercatat hingga 31 Desember 2009, total jumlah penumpang udara yang berhasil diangkut baik pada rute domestik maupun internasional mencapai 43,5 juta orang. Sementara pada 2008, total penumpang yang dibukukan sebesar 37,4 juta.

”Pertumbuhan penumpang kita di atas pertumbuhan ekonomi. Jadi, bisa disimpulkan bahwa bisnis penerbangan di Indonesia sangat bagus. Karena pada saat yang sama, di negara lain malah mengalami penurunan akibat krisis ekonomi global kemarin,” ungkap Herry Bakti. Tahun 2010 ini, menurutnya, Kementerian Perhubungan tetap akan mematok angka pertumbuhan penumpang 10 persen dari yang telah dicapai pada 2009.

Direktur Angkutan Udara Tri S Sunoko menambahkan, maskapai Lion Air menjadi pengangkut penumpang domestik tertinggi dibandingkan maskapai lain. Yaitu mencapai angka 13,3 juta penumpang, atau menguasai hingga 30,7 persen dari seluruh jumlah penumpang yang diangkut sepanjang 2009 tersebut. Sementara pada 2008, Lion mengangkut sebanyak 9,21 juta penumpang.

Sedangkan maskapai pengangkut terbesar kedua setelah Lion Air adalah Garuda Indonesia yang berhasil menerbangkan 8,39 juta penumpang, atau 19,28 dari total penumpang. Pada 2008, maskapai pelat merah ini mengangkut sebanyak 7,66 juta penumpang. Kemudian di tempat ketiga, tercatat Batavia Air yang menerbangkan 6,10 juta penumpang atau 14,02 dari total keseluruhan.

”Naiknya jumlah penumpang domestik ini menunjukkan kesejahteraan masyarakat meningkat. Sehingga kenaikannya lebih tinggi dibandingkan perkiraan Pemerintah,” jelas Tri Sunoko. Kemudian di sisi lain, imbuhnya, kondisi tersebut didorong oleh dibukanya rute penerbangan baru yang mengiringi ekspansi maskapai dengan mendatangkan pesawat baru.

Sebagai contoh, lanjut Tri Sunoko, besarnya jumlah penumpang yang berhasil diangkut Lion Air sangat berkaitan erat dengan aktivitas penambahan armada yang dilakukannya setiap tahun. Terakhir, maskapai swasta berlogokan kepala singa mendatangkan 3 unit ATR 72-500 untuk melayani penerbangan Indonesia Bagian Timur. Demikian pula halnya Garuda, yang belakangan ini merilis akan menambah sekitar 20 unit pesawat baru. ”Maskapai lain seperti Sriwijaya, Mandala, juga terus melakukan penambahan,” tambahnya.

Kendati mencatat pengangkutan penumpang tertinggi, menurut Tri, Lion tidak dapat dipastikan memeroleh pendapatan paling tinggi jika dibandingkan dengan maskapai lain. ”Karena pendapatan itu tergantung dari harga tiket dan yield per penumpang,” katanya.

Internasional Juga Naik
Tidak hanya pada rute penerbangan domestik, pertumbuhan penumpang di luar perkiraan juga terjadi pada rute penerbangan internasional. Bahkan, prosentase jumlah peningkatannya jauh lebih besar dibandingkan domestik. ”Kenaikannya mencapai 20 persen. Yaitu dari 4,10 juta penumpang pada 2008, menjadi 4,95 juta penumpang pada 2009,” sambung Herry Bakti.

Pada sektor ini, Garuda Indonesia duduk pada peringkat teratas pengangkut penumpang terbanyak. Yaitu sebanyak 2,21 juta penumpang, atau 44,74 persen dari keseluruhan jumlah penumpang luar negeri yang diangkut. Namun, jika dibandingkan dengan pencapaian Garuda pada tahun sebelumnya, terjadi penurunan sebanyak 2,35 juta penumpang.

Sementara posisi kedua ditempati Indonesia AirAsia yang berhasil mengangkut sebanyak 1,98 juta atau 40,09 persen. Jika dibandingkan 2008, jumlah penumpang rute internasional masksapai tersebut meningkat sebesar 927.610 penumpang. Kemudian pencapaian tertinggi ketiga diperoleh Lion Air yang mengangkut total 383.584 atau 7,74 persen. Sama halnya Garuda, jika dibandingkan tahun sebelumnya, jumlah penumpang rute internasional Lion Air juga mengalami penurunan, yaitu sebesar 465.780 penumpang.

”Rute internasional yang paling terkena imbas krisis global. Karena itu, pada rute internasional ini, angka terbanyak didominasi oleh penumpang yang berangkat ke luar negeri,” pungkas Herry Bakti. (DIP)




Sumber : dephub.go.id

0 komentar:

Posting Komentar